
suasana pagi ini Terlihat agak canggung dan kaku, Apalgi jika ia ingat semalam..Rasa nya pengen mengganti wajah saja.
Ruby sudah menata menu sarapan pagi di atas meja
gadis polos berkacamata itu hanya menunduk tanpa berkata apapun, Brian sendiri sampai bingung dibuatnya
"lo sakit???" tanya Brian karena tidak biasanya ruby berlagak seperti itu.
Ruby hanya menggeleng kemudian duduk dan mengunyah makanan
" kalau lu nggak sakit ngapain lu diem terus dari tadi!!"
"Aku malu kak" jawabnya masih menunduk
"Malu??? Emangnya lo kenapa"
" Kak Brian Emang nggak punya perasaan!!"
"Kok jadi nyalahin Gue sih???"
"Malu karena semalam!!"
"hahshash oh karena gue udah ngelihat semua bentuk tubuh lo???"
" bisa lebih sopan nggak sih kata-katanya!" Rubi mencebik
"Iye! Sorry! " Bryan meminta maaf tapi tidak dengan hati yang tulus
" Kak Brian minta maafnya nggak Tulus!! tuh pakai ketawa Segala!!"
" Aduh Ruby Ruby.. ini semua bagian dari perjanjian Kita, lo nggak perlu malu nantinya lo akan terbiasa???"
" tetap aja Ruby malu apalagi tadi malam waktu di kamar mandi..."
"Ahahhash udah santai aja!! Oh ya surat kepemilikan apartemen atas nama lo udah jadi nanti malam kita bisa kesana buat nyurvey ke tempatnya"
"Nanti malem???"
" Hmmmm"
__ADS_1
**
" Gimana Lo suka??"
"Suka!"
"Lusa udah bisa Lo tempatin.."
Brian langsung menarik pinggang ramping milik Ruby,
"Kak Brian!!" Ruby tercengang
"Inget! setelah Apartemen ini jadi milik Lo!" Brian menatap mata cantik Ruby dengan serius.
Membuat Ruby tak kuasa menatap ka, sehingga membuat nya salah tingkah.
"Iya!!!" Rubi mengalih kan pandangan nya.
"Kak! kita beli makan ya!" pinta Ruby saat dalam perjalanan pulang.
"Ogah! kalau Lo makan Bakmi kayak kemarin!" Tak away aja! Gue capek! mau istirahat di rumah!!"tolak cowok itu ,fokus pada arah jalanan
"Ayo!!" ajak Rubi setelah sampai ,di sebuah Restoran cepat saji.
" lo aja yang turun gue di sini!! jangan lama-lama.." pesan Brian.
akhirnya Ruby sendiri yang turun untuk take away makanan. kebetulan tepat di sebelah restoran itu terdapat minimarket, tak mau menyia-nyiakan kesempatan,
Ruby masuk untuk membeli beberapa Cemilan dan makanan instan..
"Rubii!!!" teriak seorang perempuan ,usai membayar belanjaan nya.
ruby menoleh pada sumber suara, Betapa kaget nya .. ternyata Febi lah yang memanggilnya. Kalau iya tidak segera pergi pasti baby akan membuat ulah sehingga membuatnya lebih malu lagi.
dengan cepat dan tergesa-gesa ruby segera keluar dari Minimarket.
"Rubi! Lo apa apan sih!!" Brian kaget,karena tiba-tiba ruby masuk ke dalam mobilnya dan bersembunyo di bawah kakinya.
"Rubi!!! Lo apaan sih!!!"
__ADS_1
"Ayo cepet Kak! cepetan pergi dari sini!!!" Pinta Rubi menepuk nepuk paha Brian dengan panik, takut ketahuan
"Emang nya ada apa sih!!" Brian semakin tak mengerti
"Udah cepetan!! ayo pergi!! nanti aku ceritain!!!.
Lalu Brian segera menancap pedal gasnya.
"Rubiiiii" teriak Febi selimukan ke sana kemari mencari keberadaan Rubi.
"Udah!! cepetan duduk! udah jauh dari tempat tadi!" beritahu Brian
ruby bisa bernafas dengan lega lalu pindah untuk duduk.
" Kenapa sih lo kayak maling mau ketahuan aja! jangan-jangan lo nyolong ya tadi??"
"Enak aja! ngatain Rubi nyolong!! Nih uang kembalian nya masih ada!!" bantah ruby sambil mengembalikan uang kembaliannya tadi.
" terus??? ngapain Lo pakai acara ngumpet segala!!?
kemudian Ruby menceritakan semua nya
" tragis banget sih hidup Lo!!" ledek Brian
"Kaka Brian jadi orang nggak ada empati na sama sekali!!!"
"Bodo amaaatt!" Ejek nya, " Lo beli apa aja tadi??"
" banyak ada mie instan cemilan terus ya kayak minuman sari buah lah" Sambil mengolak-ngalik isi dalam kresek tersebut.
"Pantesan aja Lo kurus kering!! cemilan Lo nggak sehatt!!! Seharus nya tu yang di gedein tuh ini!" Brian merhemas Payoedarah Ruby.
"Kak Brian!!" matanya melotot karena dibuat kaget olehnya.
"Bukan perutt! kalau lu makannya makanan kayak gini yang gede cuma perut lo doang!! kalau lu mau ngemil belike buah biar sehat!!"
" Kakak ini kayak emak-emak deh Cerewet banget!!"
" terserah lo aja kalau nggak bisa dibilangin!!"
__ADS_1
semenjak ada ruby di apartemennya, waktu Brian untuk laping sedikit berkurang. biasanya tiap malam ia tidak pernah absen untuk Clubing.