Tabu

Tabu
Tabu4


__ADS_3

Hari ini Brian sengaja ingin mengetes kemampuan Rubi.


Dengan cekatan ruby menjelaskan apa yang telah dipelajarinya selama dua hari magang di perusahaan ini. cowok ganteng itu cukup terpana melihat kecerdasan ruby


seperti biasa setelah selesai menjelaskan apa yang menjadi pertanyaan, ruby hanya menunduk dan memilin milin jari nya.


"Lumayan???"


Ruby masih menunduk.


Membuat Brian semakin penasaran dan tertantang dengan Gadis ini.


Biasa nya Gadis gadis yang lain ,berlomba lomba untuk mendapat kan erhatian nya


"Dari Penampilan..seperti nya kamu belum pernah pacaran ya!" Brian mulai kepo.


Gadis polos itu hanya menggigit bibir bawah nya.


"Aku ini makan nasi! bukan makan manusia! nggak perlu takut gitu!"


Lalu Rubi menggeleng


"Jadi benar..kamu belum pernah Pacaran?"


Rubi hanya mengangguk dan menunduk

__ADS_1


"Apa??? Mahasiswi semester akhir seperti mu belum pernah pacaran?? hahahahh Rubi..Rubi ." Ledek Brian, membuat Rubi tak enak hati. "Ya Sudah! sana kembali ke ruangan mu.."


Waktu Berganti, Rubi sudah bersiap untuk berangkat kerja namun di cegat tante Risma.


"Permisi tante.. Rubi mau berangkat kerja..."


"Tante sudah mengurus surat pengunduran dirimu.."


"Apa!!!"


"Heh! mulai hari ini, hidup Lo akan ditanggung Pak Hendra! jadi nggak usah repot repot buat kerja lagi!" sahut Febi.


"Maksud tante..."


"Kamu harus menerima perjodohan ini! anggap saja ini balas budi kamu ke Om dan Tante!" Tante Risma mulai mengintimidasi.


"Kapan??? sampai bumi ini berhenti berputar pun! kamu nggak bakalan bisa membalas budi!"


"Tante..Rubi mohon, batal kan perjodohan ini..Rubi tidak mau menikah dengan Pak Hendra!" Pinta Rubi memeluk lutut Tante Risma.


"Tidak bisa!! Kalau tante menolak perjodohan ini..arti nya tante membuang undian Jackpot!! Pak Hendra itu Pria kaya raya Rubi! Duda hanya setatus nya saja! "


"Rubi nggak mau tante.."


Febi menjambak rambut gadis itu "Jangan berani berani nya..Lo nolak perintah nyokap Gue!!".

__ADS_1


"Sakit Feb!!" rintih Rubi memegangi rambut nya.


"Hanya ada dua pilihan Rubi! Menikah dengan Pak Hendra atau pergi dari rumah ini!!" ancam tante Risma.


Ditengah tengah keadaan yang menghimpit nya, Rubi harus mengambil keputasan..masalah akibat nya bisa di fikir nanti. Yang penting dia selamat dari perjodohan ini.


"Rubi tetap tidak bisa menerima perjodohan ini tante...


"Bagus!! Lo udah berani ngelawan ya sekarang!! usir dia Ma! biar jadi Gelandangan sekalian!!" serang Febi.


"Silah kan! justru tante senang..tanpa harus mengusir kamu!! ini tanda nya beban di rumah ini sudah nggak ada!!" balas Mama


Rubi hanya bisa menangis, andai saja Om Restu ada di rumah..pasti dia akan membela nya .


"Cepat keluarkan semua barang barang manusia yang tidak tahu di untung ini Feb!!" perintah tante Risma penuh amarah.


Febi melempar semua barang-barang milik Rubi, termasuk baju baju nya.


"Nih bawa pergi!! palingan ntar juga balik lagi?? Mau tinggal dimana Lo?? atu mau nyusul ke makam nyokap Bokap Lo???" hina Febi.


"Cukup Febi! jangan bawa-bawa nama orang tua ku. cukup aku saja yang kamu hina.."


" perempuan yang tidak tahu diri seperti kamu memang pantas di hina!! pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi!!" usir tante Risma.


" Udah ma Nggak usah emosi gitu... setidaknya dia udah nggak ada di sini meskipun kita nggak jadi punya sumber uang" kata Febi menenangkan Mama setelah kepergian ruby.

__ADS_1


Rubi hanya bisa menangis meratapi nasib nya


Malam malam begini harus pergi kemana dengan membawa tas ransel.


__ADS_2