Tabu

Tabu
Tabu 16


__ADS_3

selamat membaca para Riders semoga senang dan menghibur ya jangan lupa dukung penulis dengan cara like komen dan pencet tombol favorit


ruby melihat arah jalanan dari kaca mobil. Tak ada percakapan di antara mereka.


"Niih!" Brilian meletakkan dua lembar voucher di atas pangkuan Rubi.


"Apa ini??"


"Lihat dan baca!" Brian fokus menyetir


"Tiket Konser Ari Lasso???"


"Hmmmm! Lo suka nggak! "


"Suka! aku juga ngefens banget sama lagu lagu nya.. Tapi????"


"Tapi apa???"


"Aku belum punya Baju yang cocok buat nonton konser kak.."


"Tuh! di kursi belakang! Ambil.. Gue udah beliin Lo baju plus celana!"


Tangan mungil nya meraih bungkusan Paper Bag di kursi belakang "Cari Pom Bensin terdekat Kak! biar aku ganti baju.."


"Nggak usah! Lo ganti baju disini aja!" males Gue kalau harus mamoi mampir!"


"Tapi???"


"Nggak usah malu segala! Gue udah ngeñian semua bagian tubuh Lo!"


Akhir nya Rubi mengganti pakean nya di dalam mobil.


Brian mencuri pandang, ia tak menyangka jika baju yang di belikan kan sangat cocok dipakai oleh ruby, terlihat berkelas dan elegan.


"Aku seneng banget Kak!!!" teriak Rubi di tengah Riuh nya ribuan penonton sambil Spontan memeluk tangan Brian.


Membuat Berian terkaget.


Semua penikmat konser mengikuti Ari Lasso bernyanyi


Seandainya


Cinta ini


Tak pernah terjadi


Tak kan ada air mata


Dan hati


Perih terluka


Saat cinta

__ADS_1


Menyentuh hati


Aku pun tak kuasa


Untuk menghindari


Meski aku telah berdua


Aku jatuh cinta lagi


O oh


Sejenak khilafku


Lupakan dia


Yang miliki


Diriku


Seandainya cinta ini


Tak pernah terjadi


Dan hati


Perih terluka


Seandainya cinta ini


Tak pernah terjadi


Dan hati


Perih terluka


Ooh oh


(Seandainya cinta)


(Tak pernah terjadi)


(Tiada air mata)


Tiada air mata


(Dan hati terluka)


Perih terluka


(Seandainya cinta)


(Seandainya cinta

__ADS_1


(Tak pernah terjadi)


Tak pernah terjadi


(Dan hati terluka)


Seandainya cinta


Tak pernah terjadi


Spontanitas Rubi meletak kan kepala nya di pundak Brian sambil bernyanyi bersama penggemar lain nya.


Membuat Brian tersontan dan membiar kan nya, Begitu pun Brian juga ikut bernyanyi senyum senyum seperti bocah ABG.


"Kak Brian!!" Rubi keluar dari kamar mandi dengan rambut nya yang basah, sedang kan Brian sudah Duduk di sofa sambil menonton Tv.


"Apa??"


"Makasih ya udah ngajain Aku nonton konser ??? seneng banget!"


"Oh Ya???" Brian pura pura Antusias


"Iya Dong!" balas Rubi dengan semangat.


"Kalau Gitu?? mana dong balasan terimakasih nya???" Brian kembali tersenyum licik.


"Terimakasih???"


" lo sendiri tahu kan di dunia ini nggak ada yang gratis?? coba lo pikir Berapa biaya yang gue keluarin buat beli tiket konser itu???"


Rubi menaut kan alis nya karena tak mengerti


"Sini!" sambil menepuk paha nya, sebagai isyarat agar Rubi duduk di atas pangkuan nya.


Seperti anak kucing yang menurut tuan nya, Rubi langsung duduk berhadapan diatas pangkuan Brian.


Mata mereka menatap dengan intens, Dengan Lembut Brian menarik Pinggan Rubi, Dengan perlahan menyatukan Bibir mereka.


Rubi sudah mulai terbawa suasana, tidak seperti kemarin yang masih polos meski belum Lihai, Perang Lidah terjadi.. di irinfan sentuhan sentuhan Yang memacu Suasaa Inthim di antara mereka.


Brian sudah terpancing, Terus menikmati Bibir Rubi yang sudah memberi nya candu., mulai turun kebawah, menggigit sesekali menghisap leheer jenjang milih Rubi


Rubi tak lantas diam, mencoba membalas dan mengimbangi permainan Brian meski tak seimbang.


"Sekarang Lo udah mulai pinter!" Brian tersenyum puas, memberi nya jeda untuk bernafas.


Lalu menerus kan Ciumhan Panas nya lagi


Lagi lagi Bel berbunyi! membuyar kan permainan panas mereka.


"Masuk ke kamar dan kunci dari dalam.." pesan Brian sebelum Rubi beranjak dari pangkuan nya.


"Iya Kak!" Rubi segera berlari menuju kamar nya.

__ADS_1


__ADS_2