Tabu

Tabu
Tabu22


__ADS_3

Seperti biasa, Hampir setiap malam Rubi terbangun dari tidur nya. Mungkin juga sudah menjadi kebiasaan bagi nya. Merasa haus di tengah malam.


Ia tidak menyangka jika Pria yang hampir tiga hari cuek padanya itu, sekarang tengah berada di apartemen nya


Rubi hanya menatap Pria yang masih fokus dengan layar Laptop di depan nya.


Setelah selesai minum, Rubi membawa satu gelas susu hangat dan roti isi daging untuk diberikan kepada pria itu.


Ia Hanya meletak kan di depan nya begitu saja tanpa menyapa Brian. Pria itu sadar,mungkin Rubi sedang marah kepada diri nya.


Setelah menyelesaikan pekerjaan nya, Brian segera mendekati Rubi yang sudah terbungkus oleh selimut.


"Nggak mau nemenin Gue makan dulu.." kata Brian sambil menciumi tengkuk nya.


"Enggak..."


"Kenapa??Lo marah sama Gue.."


Kemudian Rubi membalik kan badan nya, miring menghadap Brian.


"Maksud Kak Brian apa?? tiga hari nyuekin Aku.. terus tadi tiba tiba ngeGituin aku di Kamar mandi.. kasar lagi!" Protes Rubi.


"Ooo jadi Sekarang Lo mulai minta di perhatiin???"


"Enggak kak! Ya seenggak nya jangan membuang aku gitu aja dong.. "


"Oke! Gue ngaku salah karena udah nyuekin Lo! Gue cuma nggak mau, dengan kita melakukan hubungan Sekxs kemarin..kita jadi bergantung satu sama lain..(Sebenar nya sih mereka sudah mulai saling bergantung,)."

__ADS_1


"Aku tahu..aku nggak akan ngelanggar apa yang sudah menjadi penawaran di antara kita..aku nggak suka aja sama cara Kak Brian"


"Iya Gue salah..Masalah tadi siang itu, Jujur aja! Gue selalu nyandu kalau ngeliat tubuh Lo Bi!" Brian mulai membuka Selimut yang membungkus tubuh mungil Rubi


"Kakak mau ngapain!"


"Menikmati tubuh yang membuat Candu buat Gue!" Brian menaiki tubuh Rubi, dan sekarang sudah mengunci nya


"Nggak mau!"


"Kenapa???" Brian terkekeh melihat ekspresi penolakan Rubi lalu mencium hidung nya


"Kak Brian main nya Kasar!"


Brian semakin terkekeh melihat kepolasan gadis bermata tajam ini, Ia semakin Gemas, tatapan mata nya selalu melemah kan Rasa marah yang ada di kepala, membuat Brian menghujani wajah nya dengan ciuman..membuat Gadis itu kegelian.


Brian kemudian melancar kan aksinya, mulai menggigit kecil Dan meninggal kan jejak dileher putih milik Rubi.


Rubi seolah menyambut apa yang telah di lakukan Cowok ganteng itu, kemudian mengalung kan tangan nya di leher Brian.


Brian itu menyatukan kening mereka, tangan nya mulai meraba, meremas dan Meremhat.


Kali ini Brian lebih tenang dan Lembut "Lo di atas ya.." Bisik nya dengan seksi.


Kini tubih kecil Rubi sudah berada di atas tubuh Brian.. Mulai memaju mundur kan pinggul nya. Membuat Brian semakin melayang


Tak ingin kalah dari Rubi, Brian itu meraba menyesap payhu Dharha Rubi..Benar benar membuat Rubi melayang.

__ADS_1


Tak butuh lama, di persekian detik Posisi Rubi kembali dibawah kungkungan Brian, Dengan Lembut tapi pasti...


"Anjhing!!!!" Brian terus memajukan mundur kan Pinggang nya.


"By.. Sekarang!!" cowok itu terpejam menikmati dan merasakan sesuatu yang mengalir hangat di bawah sana.


Nafas mereka sama sama tersengal saling beradu. Pertanda saling mencapai nikmat.


Brian terkulai lemas masih diatas tubuh mungil Rubi dengan nafas nya yang masih tersengal. memasuk kan ke dada telanjang Rubi.


"Kak..."


"Hmmm"


"Berat"


Lagi lagi Cowok itu terkekeh, dan segera bangun dan memberi nya kecupan.


Brian berangsur , sedikit menjauh lalu menyender kan kepala nya di atas Ranjang. Menyalakan Rokok di jari kiri nya.. Lalu menghisap nya dalam..membuang Asap jauh dari Rubi.


"Gue tadi ngeliat stock makanan Di kulkas habis, besok Lo mau belanja Nggak??"


"Emang kak Brian mau nganterin aku belanjaa?"


"Besok Gue anter " Brian menghabis kan rokok nya yang tinggal sedikit..menghambur kan asap, ke atas menjauhi Rubi


"Makasih ya Kak.." Rubi mendekati Brian dan memeluk dada telanjang Brian.

__ADS_1


__ADS_2