
Rubi datang dengan secangkir Kopi, mendekati Brian yang sedang duduk di balkon,menikmati Rokok yang terselip di jari kiri nya. Sambil meniup niup kan Asap ke atas. Setelah melakukan aktivitas panas dengan Ruby
"Ini Kopi nya Kak.." Rubi meletak kan kopi nya
"Lo make kemeja Gue??"
"Iya.. habis nya baju sama daleman ku kakak Robek! ya udah aku ambil aja kemeja Kakak yang tergeletak di lantai...kenapa nggak boleh ya??"
"Pake aja! Lo seksi!" Brian kembali menghisap Rokok nya.
"Kakak nggak pulang.."
"Nggak!"
"Ya udah..aku masuk dulu"
"Tunggu bentar!"
"Ada apa Kak!"
"Sini Lo!"
Ruby berbalik arah,lalu mendekati Brian.
Pria itu merengkuh pinggah mungil Rubi, dan membawa nya untuk duduk dalam pangkuan nya.
"Lo sengaja..buat Mama Gue care sama Lo?"
Rubi menggelengken kepala nya seperti bocah.
"Ngapain Nyokap Gue bisa se Care itu sama Lo?"
Ruby kembali menggeleng.
"Oke! besok Mama Ngundang Lo buat makan malam.."
"Baik..!" Rubi menuruti perintah Lelaki nya itu.
lagi lagi Brian merengkuh pinggang kecil gadis itu,membawanya duduk saling beradu dalam pangkuan nya.
"Kakak mau ngapain?"
"Cium Gue!"
Rubi mulai mendekat kan bibir nya, Brian langsung menekan Tengkuk Gadis itu menyuruh nya untuk lebih Liar lagi
"Lo salelau bikin Gue candu!"
__ADS_1
Rubi memundur kan bibir nya dengan halus
"Kakak nggak capek?"
"Nggak! Lo selalu membuat si Boy tegang!" Brian kembali menyesap bibir manis Rubi. Tangan nya mulai bergeril nya, menyibakan kemeja yang di kenakan gadia itu.
"Kak Mau kita melakukan nya disini!"
"Hmmm" kembali melumhat bibir Rubi, dan mulai melorot kan celana Boxer nya.
Dengan perlahan tapi pasti, Brian Mulai memasuk kan si Boy ke dalam sarang Milik Rubi
Rubi mulai mendesis,begitu pula dengan Brian.
Tangan nya terampil,menaik turun kan pinggang Rubi.
"Lebih cepat lagi Baby!"
"Ahhhhh" Rubi mengimbangi.
"Lagi..terus..terus Baby!" Rintih Brian sambil menikmati payoe darha Ruby
Nafas gadis itu mulai terengah
"Ruby sekarang aaahhh!" Racau Brian.
Kening mereka masih menyatu,dengan nafas saling memburu. Malam panjang bagi mereka untuk menikmati surga nya dunia.
###
Malam ini Ruby datang memenuhi undangan Makan malam dari Mama. Mama begitu senang dan berterimakasih karena hampir 3hari ini Rubi telah merawat nya sampai sembuh.
Setelah acara makan malan malam selesai, gadis itu berpamitan dan mengantar kan Rubi sampai di halaman Rumah.
"Lo bisa kan pulang sendiri?"
"Iya Kak..Rubi langsung pulang kok!"
"Bagus! Lo jangan main main sama Gue!" peringat Brian.
"Sayaaaanggg!" tiba tiba Sinta datang mendekati Brian dan langsung mengecup bibir nya tepat di depan Rubi.
"Sinta!"
"Jangan kaget gitu dong.. Aku emang sengaja mau ngasih Surprise kamu!" wanita ini menggelayuti lengan Brian dengan Manja.
Rubi hanya bisa menunduk
__ADS_1
"Itu Mobil siapa sayang??"
"Mobil Ruby"
"Oww hebat banget ya! baru magang berapa bulan sih di kantor kamu sayang??sudah bisa kebeli Mobil?"
"Sinta!"
"Oh iya..aku belum menyapa Rubi, Hai Ruby?? apa kabar???"
"Baik Kak.."
"Kayak nya kamu seneng banget ya kalau dapat undangan makan disini??"
"Sinta!" pekik Brian
"Emang kenyataan nya gitu kan! semangat banget Lho dia ini kalau ada undangan atau di suruh ke sini sama Mama kamu!"
Rubi masih menunduk meski sebenar nya ia tersinggung dengan kata kata Sinta.
"Kenapa?? kamu hebat Loh By?? baru magan aja udah kebeli Mobil?? apa Brian yang ngasih mobil itu???"
"Aku nggak ngasih! mungki Ruby punya tabungan sendiri.mudah deh! ayo masuk!" Brian mulai jengah dengan ulah calon tunangan nya ini.
"Masak??? banyak banget tabungan nya..bukan nya Ruby itu-????"
"Sinta! kalau kamu mau..besok aku beliin buat kamu?" Brian memotong ucapan nya, agar Sinta tidak merendah kan Ruby terlalu jauh
"No! aku nggak mau! level ku sama Ruby beda dong sayang! ya wajar dong aku curiga.." sambil tersenyum mengejek Rubi
"Rubi Pamit Kak.." pamit Rubi segera pergi
"Sinta! kamu apa apan sih! ngomong kayak gitu!"
"Kenapa?? kamu tersinggung?? atau kamu nggak terima??? seharus nya aku yang marah! kenapa dia! bukan aku yang kamu kabari disaat Mama sakit!"
"itu kemauan Mama!"
"Itu alesan kamu aja! biar kamu bisa deket kan sama Dia! Gadia miskin nggak tahu diri!".
"Lama lama kamu nggak waras Sin!!"
"Oke! oke! aku minta maaf..aku juga yakin..kalau dia bukan selera kamu"
Mood Brian hilang seketika
"Satu minggu lagi kita akan bertunangan, Aku nggak mau kamu deket sama wanita manapun! termasuk anak magang itu!! atau kalau enggak..aku bakalan ngadu ke Papa kamu! ingat Brian! semua bisa tumbuh karena terbiasa! kamu tahu kan?? kalau Papa kamu Marah?? termasuk Marah sama Anak Magang itu!" ancam Sinta
__ADS_1
"Damn it!".umpat Brian