
Rubi sibuk dengan pekerjaan nya, apalagi Magang di Perusahaan Bergengsi ini tidak mudah..hanya Mahasiswa dan Mahasiswi cerdas saja yang bisa magang disini.
"Gimana Bi?? kamu sudah faham kan??" tanya Jeha
"Sudah mbak.." jawab Rubi dengan Lembut.
"Oh iya..setelah kamu selesai mempelajari berkas ini, tolong ya Bi? antar Map ini ke ruangan Pak Brian??"
"Pak Brian????" membuat Rubi bergidik ngeri.
"Tahu Pak Brian kan???" Jeha tersenyum ramah. Rubi hanya diam menunduk
"Rubi?? Pak Brian memang seperti itu..nggak perlu kaget atau pun takut ya???" sambil mengelus pundak Rubi, seperti nya perempuan ini faham dengan apa yang di rasakan Rubi.
Rubi masih diam dan menunduk
"Niat kamu disini Magang kan?? jadi jangan fikir kan yang lain..Tenang saja,lagian Type Pak Brian bukan kamu!" Goda Jeha. "Tolong ya anter Map ini.."
"Baik Mbak..." dengan perasaan nya yang was was.
Yasinta, Perempuan cantik yang akrab di Panggil Sinta itu adalah seorang model dan Aktris terkenal dengan tubuh ideal Langsing dan tinggi semampai,
Mendatangi Brian ,Mengalung kan tangan nya dileher cowok itu. Tanpa berbasa - basi langsung menyerang Bibir Brian.
cowok Ganteng itu sampai kewalahan mengimbangi nya, Sinta terus bermain dengan Lihai.
"Tok! Tok! tok!"
__ADS_1
"Masuk saja!" Titah Brian, ia mengira Jeha lah yang datang,sehingga tidak menghentikan aktifitas nya.
Lagi lagi Rubi dibuat Risih oleh ulah nya, Dengan berat hati dan hanya bisa menunduk, Gadis polos itu meletak kan Map di atas meja kerja nya
"ini Map nya Pak.." sambil Menunduk, apalagi jarak mereka sangat dekat
Brian dibuat kaget oleh nya, dan segera menyudahi aktifitas nya
"Kamu!"
Rubi hanya tertunduk dan pergi setelah pamit
"Sayang ayo dong! aku kangen sama kamu. "
"Sudah Sinta..hentikan!" Seketika Mood cowok itu hilang
"Ya mau gimana lagi???" Brian mengambil Map tadi,Sinta masih bergelayut manja.
"Sayang kapan kamu mau ngajakin aku Ngeroom?? aku kangen banget sama kamu..Lusa aku udah balik kerja lagi Lho?? ada Shooting ke Surabaya???"
"Iya nanti! aku Kerja dulu ya Sin???"
Tiba jam istirahat,
Tanpa di sengaja, Brian melihat Rubi duduk sendirian di bangku Kantin paling ujung. Dengan membawa bekal entah berisi apa.
Disana hanya Rubi lah yang terlihat biasa dan sederhana.
__ADS_1
"Apa dia Benar benar Miskin??? Sampai bawa bekal dari Rumah???" batin Brian lalu pergi.
Seperti di sambar petir disiang Bolong,
Tante Risma memberikan kabar yang membuat Rubi benar benar tak Habis Fikir.
"Ini saat nya kamu membalas budi kebaikan kami Rubi!"
"Mah! tanyakan dulu pada Rubi?? Rubi mau atau tidak??" bela Om Restu
"Tidak perlu Pa! Mama rasa Rubi harus mau! kapan lagi dia mau membalas budi ke kita???"
Rubi hanya diam dan menunduk, sedangkan Febi tersenyum penuh kemenangan.
"Ma..Rubi keponakan kita?? anak dari mendiang mbak Risti! jadi sama hal nya kita merawat seperti anak kita sendiri?? kenapa harus meminta Balas budi?"
"Sama hal nya kita ngeluarin duit! kalau Rubi menerima pernikahan ini..Maka Pak Hendra akan menanggung semua nya, dan akan memberi kita Hadiah sebagai bentuk terimakasih, karena kita telah mengijin kan Pak Hendra untuk menikahi Rubi!"
"Mama cukup!!"
"Pa! Pak Hendra kurang apa Sih?? usia hanya terpaut 12 tahun saja..nggak masalah kan!!" Kekeh tante Risma.
Pak Hendra adalah pengusaha kaya raya namun Ia seorang duda.
Ruby sudah berada di titik di mana kesabarannya sudah habis. selama ini Ruby sudah diam dan mengalah ,Karena ia cukup sadar diri.
Tapi gadis polos itu ingin menolak tapi tidak punya cukup keberanian untuk menolak perjodohan ini.
__ADS_1