Tabu

Tabu
Tabu 19


__ADS_3

Semoga suka, Selamat Membaca🙏 jang lupa berikan like komen dan tombol Favorit ya Saay


"Capek banget!" kata Rubi sembari merenggang kan otot otot nya, setelah beres beres apartement. Memeriksa berkas penting milik nya, semua sudah lengkap.


Untung saja saat ia pergi dari Rumah, ia tak lupa membawa akta, dan ijazah nya. "Semangat Rubi! mulai hidup baru ,meski ini salah.." ucap nya lirih.


Rubi melihat jam di dinding, waktu sudah menunjukan pukul delapan malam. Tapi belum ada tanda tanda kedatangan Brian. Ia beranggapan jika Brian nggak akan datang


"Kenapa jadi berharap dia datang sih! biarin aja nggak dateng. sukur sukur dia Lupa sama penawaran nya.."Gumam Rubi, menata bantal untuk tidur. Dan mematikan semua lampu, Rubi memang lebih suka tidur dalam keadaan Gelap.


Lama kelamaan ia merasakan ada tangan halus yang membelai pipi nya, Rubi menganggap itu hanya mimpi..tapi setelah di rasa, seperti nyata.


Rubi terbangun saat


mendapati jemari sedang bermain di pipinya, Rubi kaget bukan kepalang langsung memencet Saklar Listrik yang ada diatas ranjang


"Kak Brian!!!! Kenapa bisa masuk!!" kata Rubi dengan kaget, membuat kantuk nya hilang


"Lo lupa?? Gue yang beli Appartement ini??? Gue juga tahu Pascode nya lah!! Lo lupa?? Gue juga yang nyetting Passcode nya??Selamat ulang tahun Rubi! wanita simpanan ku!" Ucap Brian memberikan Kue Ulang tahun


"Kak Brian!!!" Lagi lagi Rubi dibuat terharu oleh nya,Pria ini memang penuh kejutan ia tidak menyangka jika lelaki mesum dan Plaiboy ini tahu tanggal lahir nya. Bahkan ia tidak pernah mendapat ucapan ulang tahun lagi semenjak orang tua nya meninggal.


Mata cantik itu berkaca kaca penuh haru, memeluk Brian dengan Erat.


"Lo nangis??" Brian mendengar Rubi terus terusan menghirup ingus nya


"Terharu aja!!"


"Biasa aja kali...."


"Kak Brian tuh orang pertama yang ngucapin ulang tahun ke aku..setelah kepergian Mama dan Papa Kak!" jelas Gadis itu, masih memeluk erat Brian, apa lagi aroma maskulin semakin membuat nya betah berlama lama di pundak cowok ganteng itu.


Hati Brian tersentuh mendengar pengakuan dari Perempuan yang bersedia menjadi Simpanan nya. ia tak menyangka, bahwa kehidupan Rubi sangat mengenas kan. Lalu ia membalas pelukan Rubi


"Udah! udah! Lo jangan sedih..Harus nya Lo bangga sama diri Lo sendiri! karena udah kuat sampai hari ini!" Brian melepas kan pelukan, "Nih Make a wish dulu sebelum Lo niup Lilin..."


Sejenak Rubi memejam kan mata nya untuk membuat permohonan.


"Happy Happy birthday Ruby..Happy Birthday, Happy Birth day.. HappyBirth day Ruby..." Brian menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk nya.


"Ayo tiup!!!"


Kemudian Rubi meniup Lilin nya

__ADS_1


"Makasih kak Brian!!!" Rubi kembali memeluk nya, Gadis itu terlihat sangat Bahagia. Entah, Brian juga merasa senang saat melihat Rubi tersenyum bahagia.


"Gue mau mandi dulu!!"


"Iya..biar aku siapin dulu baju Kakak?"


"Oke!!" Tak lupa sebelum beranjak, Brian mencium kepala Rubi.


Kebetulan malam ini Rubi hanya mengenakan Piama pendek dengan atasan bermodel Singlet. yang terbuat dari satin bermotif kartun. Membuat Lekuk tubuh nya terekplor.


Brian Keluar dari kamar mandi hanya mengenakan Handuk di atas paha, Dada bidang nya benar benar membuat wanita klepek klepek.


Rubi sibuk dengan ponsel nya duduk di mulit Ranjang dengan kaki nya menjuntai ke lantai.


"Malam malam Gini chat sama siapa Lo???" tanya Brian memakai celana. Melihat Brian Ganti baju atau pun mengenakan Cd saja, sudah menjadi hal yang wajar bagi Rubi


"ngecek email aja..kadang kan ada info dari kampus.." Lalu Rubi meletak kan ponsel nya di atas Meja, dan kembali bersiap untuk tidur.


"Coklat panas nya di depan tv Kak.." Rubi menarik slimut


Usai menyerutup Coklat panas, Brian kembali ke kamar dan menyibakan slimut yang telah menutupi tubuh kecil Rubi .


Lalu menindih tubu Rubi, lagi lagi Rubi terkaget gara gara ulah nya.


Brian langsung menyerang Bibir Rubi, membuat gadis itu kewalahan dan hampir kehabisan oksigen.


Rubi mendorong dada nya, untuk bernafas sejenak "Kak Brian.." Pipi Rubi bersemu merah, tidak ada penolakan dari Gadis itu.


Brian sudah mendambakan moment ini, hari yang selalu di tunggu tunggu sejak rencana licik nya muncul di malam itu. Dan sudah beberapa kali Gagal


Tidak ada yang bisa membendung sebuah hasrat dan gairah. Aliran darah darah Brian mulai memanas saat dada nya menyentuh dada Rubi.


"Bi..Lo udah siap kan??"


Sebenar nya Rubi berat dan terpaksa untuk melepas kan sesuatu yang berhaga dalam hidup nya, karena Hanya Mahkota nya hal yang ber harga dalam hidupnya yang seharusnya ia jaga dan Ia berikan hanya untuk suaminya nanti.


Tapi janji tetaplah janji, harus Ia tepati. Disisi lain jika tidak ada Brian mungkin ruby sudah menjadi Gelandangan saat ini dan tidak tahu apa yang akan terjadi pada diri nya. Apa lagi Brian juga sudah berbaik hati pada nya


Rubi hanya diam dan menggigit Bibir bawah nya dengan segala perasaan yang berkecamuk di hati nya, Ia tak mungkin lagi menghidari Brian.


"Kak..Rubi-"


"Tenang Ini nggak akan sakit..Gue bakalan pelan pelan..Kali ini Gue nggak mau pakai kondhom"

__ADS_1


Dengan perlahan dan Lembut Brian mulai menyusup kebawah.. menikmati setiap inci tubuh mungil gadis ini.


Kurang lebih nya, gadis ini sudah mengerti apa yang harus di lakukan nya. Brian mulai mengelus Paha nya.. Bibir nya mulai mencium, menyesap dan melumhat.


Tubuh gadis itu bergetar dengan Hebat, apa lagi saat Brian menikmati dada nya. Bermain dengan Puthieng kecil milik nya.


menikmati seperti menjilat eskrim.


"Jangan Lo tahan..keluarin aja Bi.."


"Ahhhhh.." desah Rubi, tak bisa menahan lagi gelora yang menyerang nya


Rubi memeluk erat Brian sehingga dada mereka menempel, Rubi kian menggelinjang tak karuan.


Brian segera membuka baju dan celana ,kini benar benar polos. Membuat Rubi memjam kan mata nya karena Malu.


"Lo jangan malu.. setelah ini Lo akan terbiasa.." Kemudian Brian membuka semua baju yang di kenakan Rubi.


Mereka berdua benar benar sudah dalam keadaan polos.


Brian semakin menggila, seolah lupa jika ini yang pertama bagi Rubi.


Terus menghisap puthieng dan memain kan dengan lidah nya. berkali kali membuat Rubi menggelinjang.


Tak sampai di situ, tangan brian juga masuk menelusup kebagian bawah sana, dan memain kan pucukan kecil yang bersembunyi di dalam nya. Rubi menggelinjang tak karuan.


"Bi..sekarang ya.." Brian sudah tidak bisa menahan gairah nya.


Rubi mengangguk, karena diri nya juga merasakan Gairah yang membuncah.


"Kak.. pelan pelan,Aku takut..." sambil menggigit bibir bawah nya.


"Gue janji.. Nggak bakalan sakit!"


Dengan perlahan, Brian Mulai memasuk kan Si Boy ke sarang nikmat milik Rubi yang sudah basah.


"Kak pelan pelan..." pesan Rubi mulai merasakan perih, tangan nya mecengkram pundak Brian..


"Iya...."Brian mengecup bibir nya.


"Ahhhhhhhh" desah Brian diringi dengan rasa dan suara "Kreeeeeekkkk" seperti ada yang sobeh di bawah sana..pertandana Selaput keperawanan Rubi telah ia di dapat kan.


Seketika itu Rubi mengeluar kan air matanya.

__ADS_1


Dengan Lembut, Brian mengusap dengan ibu jari nya. Ada persaan bersalah saat ia berhasil mendapat kan mahkota keprawanan Rubi


__ADS_2