
"Kak..." ruby memiringkan tubuhnya menghadap ke arah Brian.
"Apa????" Tengkurap asik bermain dengan ponselnya
" besok aku mau ke kampus, ada urusan sedikit sama dosen sedikit sih?? boleh ya aku nggak masuk kerja dulu??"
"besok biar gue anterin aja.."
" nggak usah ? Ruby sendiri aja! nanti ngerepotin Kak Brian lagi.."
" enak aja apartemen udah atas nama lo .surat-suratnya juga udah lo bawa ,bisa aja kan Lo kabur terus ngejual apartemen gue??"
" Mana berani kak!"
" ingat poin kedua ya Bi!! kalau nggak boleh berhubungan sama siapapun selain gue!!"
" Ruby udah paham dan jelas! Apa isi Poin perjanjian kita!! jadi nggak perlu ngingetin ruby terus!!"
" Ya udah gue mau pergi dulu ada janji sama cewek cantik!!" Brian bergegas membuka lemari dan memilih baju yang cocok untuk dipakainya malam ini.
"Gue berangkat dulu! jangan lupa lo tutup pintu sama kunci nanti!"
***
ponsel Bryan dari tadi terus berdering
"Kenapa nggak Lo angkat Bri!!!"
"Iya tuh!! kenapa lo Biarin aja nggak Langkat kayaknya Sinta deh yang telepon Lo!!" ujar salah seorang temannya
" Biarin males gue!!"
__ADS_1
" Bukannya dia calon bini lo ya??"
" udah deh nggak usah dibahas!!" Bryan menyalakan sebatang rokok di tangab nya sebelah kiri.
semenjak peristiwa yang memergoki Sinta Tengah berselingkuh dengan rugi, mulai saat itulah Brian mulai ilfil dan terus menghindari cinta.
sebenarnya Bryan sudah tahu semua kelakuan Sinta namun ia tidak mau memperjelas dan memperpanjang perselingkuhan nya. Cukup diam pura pura tidak tahu ,
tapi semakin ke sini, Kelakuan Sinta semakin menjadi jadi.
ruby terjaga dari tidur nyenyak nya, mata cantiknya melihat jam di dinding ternyata waktu menunjukkan pukul setengah dua pagi.
tenggorokannya terasa kering, ia Segera pergi ke Dapur untuk mencari Air minum
dan ternyata Brian juga baru pulang namun Rubi tidak tahu
Mata tajam nya menatap Fokus pada Gadis cantik itu.
Brian langsung menarik pinggang ramping nya, Membuat Rubi tercengang tak Percaya.
"Kak Brian!!!" pekik nya, seolah tak percaya membuat mata nya seperti ingin lepas dari tempat nya.
Bagaimana perempuan itu tidak kaget tiba-tiba di tengah malam Ada sosok yang menarik pinggangnya. Tadi nya di Kira Rampok tapi ternyata ulah nya Brian.
jarak pandang mereka sangat dekat hanya seper senti saja, Tubuh merekan pun sangat rapat.
Tak Bisa di pungkiri, Brian memang benar benar sempurna secara Fisik. Membuat Jantung Ruby ingin Lepas.
Brian mencium sekilas Bibir Rubi.
"Besok kota beli furniture" lalu pergi ke kamarnya. ruby Masih dia mematung, salah tak percaya dengan apa yang baru saja dia rasakan.
__ADS_1
seperti biasa setiap pagi ruby selalu menyiapkan sarapan di atas meja, kali ini hanya ada segelas susu dan roti tawar berisi selai.
"Lo jadi ke kampus??" tanya Brian mengambil Gelas Susu
"Jadi??"
"Nanti Bareng Gue aja! Sekalian Gue mau ketemu Temen??"
"Siapa????" Rubi memicing kan mata nya.
"Bukan urusan Lo!"
ruby mendengus kesal,
" Emang duit yang gue kasih kemarin udah habis???" sambil mengunyah Roti
"Masih???"
"Kenapa Lo nggak beli Baju??? Baju yang Lo pakai itu..Bikin mata Gue sakit!!!"
"iya!! nanti Rubi bakalan Beli yang baru lagi!!"
"Menstruasi Lo udah berhenti belum sih!!"
"Uhuk uhuk uhuk!!" membuat Rubi tersedak.
Bukan nya menolong, memberi air minuk kek. Brian malah menatap nya dengan intens, membuat nyali Rubi menciut
"Hampir Kak.."
"Udah ada semingguan masak belum selesai selesai! atau jangan jangan Lo mau nipu Gue Kan!!"
__ADS_1