
"Aaaaaaaaaaaaaa" teriak Ruby, melihat Brian tiba tiba tidur di sebalah nya.
"Berisik banget sih Lo!!!!"
"Dari mana Pak Brian bisa masuk!!" Ruby segera menyambar selimut untuk menutupi sekujur tubuh nya,menyudutkan diri pada dinding tembok
"Lo Lupa??? ini Apartemen milik Gue????"
Ruby menunduk merasa tidak enak
"Keluar sana Lo! udah Gue beliin sarapan tu.. setelah Gue selesai mandi Kita buat penawaran.. ngerti kan Lo??"
"Baik Pak..." Ruby berangsur meninggal kan kamar.
Sedangkan Brian tersenyum licik, sudah menyiap kan berbagai rencana Licik yang jelas akan menguntung kan diri nya.
Mereka berdua sudah sama sama bersih, duduk santai di ruang tamu. Ruby memilih duduk di sofa paling ujung..agar jauh dari Pandangan pria Ganteng itu.
"Coba ceritakan apa Masalah Lo sebenar nya? biar Gue nggak salah nampung orang!"
Kemudian Ruby menceritakan semua permasalahan sampai ia harus di usir dari rumah.
"Lo tau kan di dunia ini nggak ada yang geratis??? Gue sih mau nolongin Lo?? asal Lo mau nerima penawaran dari Gue?? nggak ada balas budi! ada nya simbiosis mutualisme..itu pun kalau Lo mau??" Lagi lagi Brian menyungging kan sudut bibir nya.
Gadis pendiam itu mulai Gamang,
"Penawaran apa Pak??"
"Gue akan nampung dan memenuhi segala kebutuhan Lo? Asal Lo mau jadi simpenan Gue??"
"Simpanan???" masih tidak mengerti
"Ya! Kurang lebih nya pemuas nafsu Gue di atas ranjang! Jujur aja! Lo harus mau ngelayani Sexks kapan pun Gue mau?"
"Apa??????" Ruby benar benar tidak percaya
"Saya bukan wanita murahan Pak! saya tidak mau!!" tegas nya dengan serius.
"Terserah! kalau Lo nggak mau..silah kan pergi dari Apartemen Gue?? Mau jadi gelandangan Kek! Gue nggak perduli? atau Lo pulang kerumah.. terus Lo kawin sama Bapak Bapak pilihan tante Lo itu?? Mau Lo????" jelas Brian.
"Pak? apa tidak ada penawaran lain??" Gadis berkacamata itu mulai kelabakan.
"Tidak! waktu Gue nggak banyak?? silahkan beresin semua barang barang Lo.. dan Pergi dari Rumah Gue!"
__ADS_1
Keluar dari Mulut Buaya ,tapi malah Masuk kandang singa. Gadis itu menarik nafas dalam dalam, harus mengambil keputusaan saat ini juga.
Mau benar mau salah yang penting Ruby tidak menjadi Gelandangan.
"Baik! saya akan menerima Penawaran Pak Brian:" terpaksa Ruby menerima nya
" are you sure????"
"Iya pak! saya bersedia melakukan apa pun! Asal bapak mau memberi saya tempat untuk berteduh.."
"Prok! prok! prok!" Brian bertepuk tangan sembari tersenyum licik. "Gadis pintar..Keputusan yang tepat!"
kemudian Brian mengambil secarik kertas dan menulis beberapa penawaran darinya.
"Nih Baca!" Brian menyodorkan kertas bermatraikan sepuluh ribu
Membuat Rubi melotot.
1.Mulai hari ini Pihak ke-2, saah menjadi simpanan pihak ke-1 tanpa ada nya ikatan dan tuntutan apapun,Tidak Boleh melolak, melanggar dan harus menaati semua perintah pihak ke -1
2.Selama menjalin hubungan, Pihak ke-2 tidak boleh menjalin hubungan dengan pihak manapun,
3. Apa bila Pihak ke2 melanggar Point ke 2, Maka Pihak ke-1, Berhak menuntut bahkan pihak ke K-2 harus mengganti rugi, sebagaimana menjadi keputusan Pihak ke-1.
4. Pihak ke- 2, harus menuruti semua keinginan Pihak ke_1 sebagaiman tertera pada point 1.
6. Pihak ke -2, tidak bisa memutus kontrak, kecuali Pihak ke-1 yang dapat memutus kan kontrak, sebagaimana yang tertera dalam point pertama.
"apa apa'an ini Pak?? kenapa penawaran nya hanya menguntungkan pihak Pak Brian saja??" Ruby tidak terima.
"Gue kan udah bilang?? coba Lo baca point pertama??"
"Ini nggak adil dong Pak nama nya?? saya yang di rugikan??" Ruby mulai protes
"Silah kan tanda tangan kalau Lo setuju dengan penawaran ini."
Ruby terdiam sejenak, mencari cara agar diri nya tidak terlalu di rugikan oleh pihak Brian.
Karena masa depan taruhan nya.
"Apa boleh saya menambah kan point dalam perjanjian nya Pak??"
"Coba kata kan??"
__ADS_1
"Saya mau menerima dan melayani apapun yang menjadi keinginan Pak Brian asal Bapak membelikan saya satu Appartement atau sebuah Rumah tapi atas nama saya pribadi, jadi jika suatu saat perjanjian kita selesai.. saya sudah punya tempat tinggal pak.."
" Gampang? Gue masih punya satu Appartemen tapi belum jadih sih?? biar besok di renovasi dan Gue akan ngurusin surat surat kepemilikan nya biar jadi nama Lo!"
"Baik..Saya akan melayani kebutuhan batin Bapak asal Surat surat kepemilikan apartemen sudah menjadi milik saya..."
"Oke! bakalan Gue toleransi permintaan Lo! Gue pastiin secepat nya Appartement akan selesai di renovasi, Semua surat dan Renovasi bakalan selesai" tersenyum menyeringai.
"Saya keberatan dengan point ke Lima Pak??" Ruby mulai menggigit bibir nya yang bawah, merasa canggung.
"Nggak bisa di tawar!! Lihat ponit pertama!"
"Pak..saya kan belum pernah melakukan hubungan Sekxxkss" Ruby tertunduk "Dan saya juga tidak berpengalaman..saya takut pak.."
"Takut?? tiap bulan Gue selalu priksa ke Dokter! dan Gue pakai pengaman kalau berhubungan sekxks dengan orang baru?? jadi Lo nggak perlu khawatir! Nanti nya Lo juga bakalan periksa..Gue nggak mau kena penyakit!"
Wajah Ruby menjadi pucat "Saya takut sakit Pak.."
"Hahahahah awal nya memang sakit..nanti lama kelamaan jadi enak dan nagih" ledek Brian tak tahu malu.
"Saya belum siap Pak?"
"Jadi Lo nolak???"
"Bukan begitu pak..saya tidak siap kalau harus melakukan hubungan seekxxkss 6 kali dalam seminggu.."
"Lalu?????"
" satu kali saja ya Pak?"
"Hahaha percuma dong Gue nyari simpenan kalau seminggu cuma sekali! Nggak bisa!!"
" Dua kali??"
"Tidak bisa!!!"
"Ya sudah tiga kali ya Pak???"
"Saya jelas menolak Ruby!! atau kita batalkan saja penawaran ini!!!"
"ya sudah empat kali! tolong Pak Brian..kasihani saya??? ini baru kali pertama nya saya melakukan hubungan Sekxks"
"Tidak Bisa!! Kapan pun Gue mau! Lo harus siap dan mau melayani Gue!!" tandaa nya dengan tegas
__ADS_1
Ruby sudah tidak bisa lagi menawar apa yang menjadi keinginan brian
kemudian ruby dan Bryan menandatangani kesepakatan yang tertulis di kertas tersebut