
Rubi mulai berangsur dari tempat tidur nya, duduk tegak di pinggir Ranjang dengan kaki nya menjuntai keBawah. Meregang kan otot otot nya, Lalu menggulung rambut nya dengan asal. Tak sengaja mata nya melihat Baju kemeja yang semalam di pakai oleh Pria nya itu,tergantung di belakang pintu kamar nya.
Setelah merasa sudah lebih segar, Ruby segera pergi ke Dapur untuk minum air Putih seperti Biasa nya, Semalam Gadis ini hanya memakai celana kulot panjang dan tangtop saja.
Ia tak menyangka, ternyata Brian sedang minum air Putih disana, Pria itu seperti nya baru saja Joging. Karena masih mengenakan celana training Panjang dan Kaos nya tergeletak begitu saja di atas meja , terlihat basah karena keringat.
Dada tegap nya terlihat sempurna.
"Kenapa nggak bilang..kalau semalam pulang?" Ruby memeluk nya dari belakang, menyenderkan kepala nya di punggung cowok itu. Menikmari arima maskulin bercampur keringat.
Brian tersenyum menyeringai sambil mengelus tangan yang melingkari perut nya.
" Gue nggak tega!Tidur Lo nyenyak banget.." Brian membalikan badan lalu memeluk gadis kecil itu.
Rubi menengadah kan wajah teduh nya dengan tatapan tajam "Aku masakin dulu buat Kak Brian." Rubi mendorong pelan Dada Pria itu.
"Nggak usah!" Brian menahan pinggang nya.
"Emang nya nggak lapar??"
"Nggak lapar, Gue cuma mau makan Lo!"
Rubi memukul dada Brian "Mesum!"
"Tapi Lo seneng kan?"
"Apa nya??"
"Berhungan Seksx sama Gue lah!"
"Kalau ngomong suka nya nggak di Filter!"
__ADS_1
"Tapi bener omongan Gue kan.."
Rubi mendelik kesal.
"Kita makan di Luar aja! Cepetan mandi?"
"Kemana?"
"Ntar lo juga bakalan ngerti.."
Rubi merendam tubuh kecil nya dengan air hangan di dalam Bathup ,penuh dengan busa beraroma Mawar.
Asik membaluri tubuh nya dengan busa..merasakan aroma yang menyeruak di dalam hidung nya.
"Jangan lama lama! bentar lagi jalanan macet!" peringat Brian duduk dipinggir Bathup
"Kak Brian! kenapa nggak ngetuk pintu dulu!"
"emang nya kenapa?"
"Lo malu?? Gue udah ngeliat semua lekuk tubuh Lo! ngapain Lo malu!" bangun lalu melepas training nya,
Rubi merasakan gelenyer aneh ,saat Brian ikut masuk kedalam Bathup memeluk nya dari belakang. Membuat nya meremang.
Dengan perlahan dan lembut,Brian mulai membalur punggung nya dengan busa sambil menggosok nya.
perlahan mulai turun ke bawah dan tangan nya mulai berpindah kedepan, Brian mengikis jarak.
Nafas Rubi mulai tersengal, saat tangan Brian mulai meraba dada nya ,menggosok gosok dnya dengan lembut.
Wajah nya berubah bersemu merah, Begitupun Brian, mulai menciumi tengkuk hingga pungung nya.
__ADS_1
Mereka sama sama merasakan Hasrat dan sama sama butuh sebuah pelepasan.. Baru Saja Brian membalikan tubuh mungil gadis ini dan menfangkat dagu nya, Lagi lagi harus di kacaukan dengan Suara ponsel milik nya.
Ponsel nya terus berdering, Brian segera beranjak keluar dari Bathup dan menyambar Handuk. Sedang kan Rubi meraup wajah nya dengan kasar. Merutuki Rasa yang baru saja ia rasakan dari Pria itu.
Wajah Brian berubah menjadi kecut setelah mengangkan panggilan di ponsel nya tadi.
"Kita nggak jadi pergi! cepetan mandi..ntar gantian Gue!" Brian kembali keluar.
Sebenar nya Rubi kecewa karena tidak jadi Pergi, tapi mau gimana lagi. Melihat wajah Brian yang kecut,membuat nya tidak berani protes. Sesuai dengan point Pertama
Rubi keluar dari kamar mandi menggunakan Bathrobe berwarna putih, dengan handuk kecil menutupi kepala nya.
Brian juga sedang bersiap, tengah memakai kaos oblong dan celana pendek tak lupa jam tangan hitam melingkar di pergelangan tangan nya. Meski hanya bernampilan sesederhana itu..Brian tampil Ganteng Maksimal.
Membuat Rubi tak henti henti nya memandi wajah ganteng nya.
"Ngapain Lo ngeliatin Gu Gitu!? Lo naksir sama Gue?" Kata Brian sambil menyisir rambut nya di depan cermin.
"PeDe!"
Brian tersenyum mengejek "Gue tahu..Lo kesel kan nggal jadi keluar sama Gue?"
"Enggak biasa aja!"
"Nggak usah naif deh Lo?"
"Terserah apa Kata Kak Brian!" Rubi merengut karena di ejek.
"Ntar sore..Gue jemput! jam tiga Lo harus siap!"
"Emang nya kita mau kemana kak?"
__ADS_1
"Nanti Lo juga bakal tahu.."
"Yau udah Gue pergi dulu!" Pamit pria Ganteng itu. Tak Lupa sebelum ia pergi, Ia menyempat kan untuk mengecup bibir Rubi sekilas.