
"Sini Lo!" Brian menyambar tangan Rubi dan tak sekalipun melepas kan nya.
Gadis bertubuh mungil itu kesulitan untuk memgikuti langkah kaki nya. Kepala nya terus berputar putar, sebenar nya Brian mau mengajak nya kemana.
"Masuk!" Brian mengajak nya Masuk.
Rubi mengerjap ngerjap kan mata nya, seolah tak Percaya jika Brian mengajak nya masuk kedalam Toko Perhiasan. Brian terlihat sibuk memilih perhiasan
"Coba Lo pakai cincin ini" perintah Brian setelah menemukan cincin pilihan nya.
Rubi masih terdiam tak percaya, Pria ini benar benar mampu membuat nya melabung tinggi.
"Sini!" Brian menarik Jari Manis Ruby. "Pas..cantik! Lo pakai ini aja!"
"Kak..."
"Gue cuma suka sama model ini!" Brian tak memberi Kesempatan kepada Ruby untuk berbicara apa lagi berpendapat. "Jangan sampe nggak Lo pake! apa lagi hilang!" Brian langsung mengeluar kan kartu ATM dari dalam dompet nya untuk membayar.
"Kak..ini beneran buat Aku???"
"Hmmm"
"Bagus banget! Selera Kak Brian emang tinggi.. terimakasih ya Kak"
"Oya! Inget..pokok nya jangan sampe Mama tahu hubungan kita! Jangan sampe Lo ceroboh! ngerti kan Lo!"
"Iyaa!" Rubi terus memandangi sambil mengelus jari Manis nya yang di lingkari Cincin permata putih.
***
"Hai Ma!" sapa Brian memasuki Rumah.
"Hai! kalian udah dateng!" Mama mulai bangkit mendekati mereka. "Ayo Ruby masuk!" ajak Mama.
Mama terlihat sangat bahagia, Asik ngobrol sambil masak bersama Rubi.
Mama mulai menata makanan di atas meja dan dibantu oleh Gadis bertubuh mungil itu.
__ADS_1
Brian senyum senyum sendiri melihat Kedekatan antara Mama nya dengan Rubi dari kejauhan.
"Tante seneng kalau kamu main kesini By! Tante ngerasa ada temen nya!" kata Mama sambil mengunyah nasi.
Ruby hanya tersenyum menanggapi ucapan Mama.
"Memang nya Mama kesepian?? Kan ada Mbok Tum? ada Paiman , Sri juga ada?" Sahut Papa
"Kan Beda Pa! kalau ada Rubi.. kan serasa kayak anak sendiri!!"
"Itu perasaan Mama aja Kali...Alesan Mama Biar Rubi kesini lagi kan??" Goda Papa.
Brian hanya diam tanpa mengomentari ocehan kedua orang tua nya.
"Andai aja Mama masih punya anak lagi ,pasti Mama akan ngejodohin anak Mama sama Kamu By! "
"Mama..apa'an sih?? jangan membuat Ruby nggak nyaman dong???" sela Papa.
"Beneran Pa! sayang nya anak kita cuma satu! itupun sudah ada pasangan nya..Kalau aja Brian belum ada pasangan nya..pasti Tante jodohin sama kamu By!"
Seketika membuat mata Ruby dan Brian saling bertatap tajam.
Brian segera mengulur kan gelas yang berisi air bekas minum nya, Tanpa berpikir panjang. Ruby segera meminum air pemeberian dari Brian.
"Brian! itu kan air bekas minum kamu ihh!" kata Mama.
Rubi semakin tersudut, sehingga membuat nya menyembur kan air yang berada di dalam mulut nya. Tenggorokan nya seperti tersangkut duri ikan. Membuat nya terus terbatuk.
Brian segera bangkit dari tempat duduk nya untuk menghampiri Rubi. Ia tak tega melihat Rubi tersedak sampe segitu nya.
Tangan nya sigap segera mengelus punggung Rubi dan menepuk nepuk nya Agar reda.
Entah, Seolah tak berhenti,Wajah cantik nya berubah Merah terlihat kesakitan Rubi segera berlari ke dapur menuju Westafel
Rubi memuntah kan semua isi perut nya, sampai hanya ada cairan kuning yang tersisa. Mata indah nya berkaca kaca merasakan sakit di tenggorokam nya.
"Santai aja kali..Cuma Gitu doang! Lo langsung kesedak sampe kayak Gini!" Brian Masih setia memijit mijit tengkuk nya.Sambil menyibak kan rambut Rubi
__ADS_1
Rubi tak menghiraukan celotehan yang keluar dari mulut Brian.
"Kenapa Lo gerogi?? atau emang Lo berharap beneran di jodohin sama Gue???" ejek Brian
"Nggak Lucu!!" Rubi mendelik kesal, bisa bisa nya di saat seperti ini ,bahkan ia hampir mati karena tersedak malah di ejek oleh nya. Justru membuat Brian tersenyum licik
"Terus??? yang Lo maksud lucu tu yang Gimana???" Brian memajukan langkah nya, membuat Rubi memundur kan langkah nya. Tatapan pria ganteng itu mulai nakal,membuat Rubi bergidik ngeri.
"Kak Brian mau ngapain!" Rubi terlihat gugup,takut kalau Mama sampai tahu.
"Mau ngasih Lo sesuatu yang lucu??" Brian tersenyum menyeringai. Ia berhasil mengungkung tubuh Rubi.
"Kak Brian! minggir! Gimana kalau tante Liana tau???" Mata Rubi melotot seperti mau keluar dari tempat nya.
Brian semakin bersemangst menggoda Rubi, dengan Lihai mengangkat Dagu gadi bertubuh mungil itu,kemudian menyatukan Bibir nya. Ruby terus memberontak, tapi Brian semakin menikmati permain nya.
"Rubiiiiiii!!" Panggil Mama mendekati mereka.
"Tante!!" Seperti maling ketahuan.
"Kalian-" Mama tak menerus kan kalimat nya.
"Iya Nih Mah! gimana coba kalau ada apa apa sama Ruby! siapa yang mau menghandle kerjaan Jeha!"
Rubi menunduk dan melirik ke arah Brian, Mambuat Pria itu semakimtersenyum licik.
"Kamu nggak apa apa kan By???" Mama mendekati Rubi, lalu mengelus pundak nya.
"Udah baikan Tant..Ruby pamit ya??"
"Di Luar hujan deras..nginep disini aja Ya By??"
"Tapi Tant-" Rubi mencoba menolak
"Brian nggak mau ngenterin Ruby pulang Mah! resiko diluar ujan deres!" sela Brian merasa di atas angin
"Iya! bener kata Brian! kamu nginep aja disini.."
__ADS_1