Tabu

Tabu
tabu 7


__ADS_3

Dengan tidak tahu malu nya Brian memakai celana di depan Ruby, Jelas Gadis polos itu menutupi mata nya dengan kedua tangan nya.


"Nanti nya Lo bakal terbiasa! bahkan bakalan ngeliat tubuh polos gue!" jelas Brian tak punya rasa malu seperti nya.


Disaat mereka sedang serius mengobrol, lagi lagi Bel appartemen berbunyi ditambah gedoran pintu.


"Pasti itu Sinta!!"


"Sinta??"


"Ya Pacar Gue..! cepetan masuk ke kamar! jangan lupa kunci dari dalem..Gue nggak mau Sinta tau!!" perintah nya.


ruby segera berlari-lari kecil menuju kamarnya, lalu mengunci pintu kamar dari dalam. Gadis polos itu menghempas kan tubuh mungil nya dengan terlentang di atas Ranjang empuk yang sudah ia tempati sejak kemarin sore.


Menatap langit langit kamar, sembari memikir kan kehidupan selanjut nya. sebenarnya ia tidak mau melakukan hal ini semua, tapi ia harus melakukan ini demi untuk bertahan hidup.


"Sayang!! lama banget sih buka pintu nya!" Sinta langsung bergelayut manja, mendorong tubuh Brian ..lalu menciumi nya.


"Sinta..please beri aku Jeda??" Brian mendorong pelan pinggang Aktris cantik itu.


"Lama banget sih buka pintu nya!!"


"Aku tadi baru ganti baju, nih liat rambut ku masih basah??"


"Sayang kapan kita ngeroom??? aku kangen sama rintihan rintihan manja kamu di atas kasur!" pinta Artis itu dengan manja.


"Kamu mau sekarang???"

__ADS_1


"Iya! aku udah nggak sabar ngerasain si Boy yang selalu bikin aku menjerit kepuasan!"


"Oke! ya udah aku ambil dompet dulu!"


"Kok ambil dompet sih?? di kamar kamu aja??"


Wajah Brian terlihat Gugup


"Kenapa?? kamu nyimpen sesuatu dari aku ya??" selidik Sinta.


"Yasinta..kalu di sini kurang Puas.. kan kita udah sering melakukan nya di sini kan??,Gimana kalau kita ngeroom di hotel bintang lima..biar semakin berwarna dan menantang!" rayu Brian.


"Oke! aku setuju kalau gitu.."


"Ya udah. tunggu bentar ya?? aku ambil dompet dan Ganti baju dulu"


"Ini aku Brian! buka pintu nya Bi!!"


Dengan ruby membuka pintu dan kembali pada posisinya tadi.


Brian buru-buru masuk dan segera Mengunci pintu kamarnya agar tidak ketahuan oleh sinta.


Cowok itu sebenar nya tidak tahan melihat pose menantang Ruby.


"Pak Brian!!!" ruby sangat kaget karena Brian sudah mengungkung tubuhnya.


"Sengaja ngegoda Gue Lo???" tak ada jarak lagi di antara mereka.

__ADS_1


"Tiii tiidak Pak!" Brian lalu bangun,di iringi Rubi gini posisinya sudah dulu berada duduk di tepi ranjang dengan kakinya menjuntai ke bawah lantai


"Gue mau pergi sama Sinta..jangan lupa nanti beli makan siang sendiri!"


"Tapi?? aku nggak punya uang pak!"


Bryan mengambil beberapa uang kertas dari dalam dompetnya.


"Nih! buat beli makan siang sama makan malam! kemungkinan Gue pulang malam! jangan lupa..besok periksa ke Dokter dan Pasang kontrasepsi!"


"Baik Pak.."


"Jangn panggil Gue Pak! usia kita hanya beda lima tahun! Risih Gue denger nya! kecuali di kantor! Baru Lo manggil Gue Pak!" kata Brian sambil mengganti baju


"Terus manggil nya apa??""


"Terserah Lo!!"


"Mas Brian?? nggak cocok! Bang Brian? hahah kayak tukang sayur..nggak pantes! Kak Brian?? iya Panggil Kak Brian aja gimana Pak?"


"Terserah Lo!" Brian membalikan badan nya. "Inget jangan sampai ada orang yang tahu tentang hubungan kita! Dan jangan pake Perasaan! Hubungan kita sekedar Simbiosis mutualisme! karena bentar lagi Gue bakal tunangan! Faham kan Lo!"


"Faham??"


"Bagus! Gue Pamit!" Brian langsung menyerang Bibir Ruby sebelum pergi


Ruby benar-benar tidak menyangka jika ciuman pertamanya akan direnggut oleh Bryan si Pri Brengsek.

__ADS_1


__ADS_2