
"Lo kenapa sih Bri?? dari tadi diem mulu!" tanya Pitter,
"Iyah nih! di tawarin cewek cantik dari tadi nggak mau! padahal barang baru..banyak yang bening!" sahur Frans sambil bersiul.
mereka bertiga sahabatan sejak duduk di bangku SMA, malam ini mereka membuat janji di sebuah diskotik dengan ruangan VVIP
"Lagi nggak punya duit Lo?? sini gue pinjemin?? butuh berapa duit Loo??" tawar Pitter..
"Sialan Lo berdua!!" Brian menghisap Rokok nya kembali.
"Terus ngapain Lo diem, kayak orang linglung gitu dongooookkk???" ejek Frans.
"Panteeeeek Lo!" Umpat Brian.
"Terus kanapa Lo woee! biasa nya lo paling semangat sama barang baru...Atau jangan jangan kondhom Lo abis ya hahahaha" ejek Pitter
"Nggak tahu..Gue kepikiran sama Mainan Gue yang baru! yang Gue ceritain tempi Lalu.." jawab Brian
"Anjhing! Lo mulai Care sama dia.. Parah Lo!!" kata Frans.
"Care??? nggak lah! Gue cuma ngerasa bersalah aja....karena gue udah-" Brian sengaja tidak menyelesaikan ucapan nya.
"Udah nidurin dia???" balas Pitter sambil mengaduk minuman nya dengan sedotan, "Hahahaha baru kali ini, PlaiBoy kelas kakap bisa merasa bersalah!"
"Taikh Lo!!" umpat nya Lagi.
Baru saja mereka serius mengobrol, Tiba tiba perempuan pesanan Frans datang menghampiri mereka. "Gue cabut dulu ya gengss! " pamit Frans.
"Jangan lupa pake Kondhom Lo! biar nggak kena spiliss" ejek Brian tak mau kalah.
Frans hanya tertawa terbahak bahak.
"Lo nggak pergi Pitt???"
"Nggak! Lagi nggak mood Gue.. biar si Emon istirahat dulu hahaha" goda nya.
"Nggak tau Gue Pitt! akhir akhir ini Gue nggak ada Gairah ngelihat cewek cewek!"
"Yasinta Gimana??"
"Datar!! Gue juga nggak ada Hasrat! Cuma kalau ngeliat Mainan Gue..Si Boy bawaan nya pengen ngeberontak terus!"
__ADS_1
***
Semenjak peristiwa semalam ,Seperti nya Brian membuat Jarak Rubi. Dengan Lapang dada meski ada perasaan kecewa Rubi berusaha seolah tak pernah terjadi apa apa, dan bersikap sewajar nya.
Rubi nampak lebih modis dan cantik meski masih memakai kacamat, Seperti anak kuliaahan yang masuk kantoran
"Pak Brian..." Sapa Rubi saat memasuki Ruangan. Lagi lagi Rubi harus melihat adu ***** antara Brian dan Sinta.
Membuat Dada nya sesak seketika. menarik nafas dalam dalam dan sejenak memejam kan mata untuk mengatur pernafasan nya.
Brian hanya menatap nya, dan menerus kan kegiatan aksi ***** nya. Dengan Posisi Sinta Duduk di atas meja menghadap Brian.
"Aku nggak ada waktu Sin!" Brian melepas kan pelukan nya saat Rubi sudah pergi. Ia sengaja membuat Rubi kesal pada nya.
"Kenapa sih sayang?? kamu jadi aneh gitu ih!!!"
"Aku lagi nggak Mood untuk bercinta Sin!!"
"Kenapa?? aku pengen banget!! udah nggak tahan!!" Sambil menarik tangan Brian dan meletak kan di dada nya.
"Sinta Stop!! aku lagi nggak Mood bercinta!! kamu tahu kan kerjaan ku masih banyak!" tolak nya dengan sedikit menggunakan nada tinggi
"Terserah!" kata Brian dengan Cuek.
Rubi adalah sosok gadis sederhana ,Memang sih dia tidak mudah bergaul. Dikantor ini saja, ia hanya berteman dengan Jeha, itu pun hanya di kantor. Dan salah seorang OB yabg bernama Mukhlis.
"Mukhlis!i???" tanya Rubi mendekati Mukhlis dan teman teman nya.
Pertemuan mereka di awali saat pertama kali ia menginjakan kaki di perusahan ini, karena ia tidak tahu..Maka Mukhlis lah yang membantu mengantar kan diri nya ke ruangan Jeha dan Brian.
"Rubi!! seharus nya aku yang tanya, ngapain kamu disini??"
"Oh..bingung mau makan dimana??"
"Lah! ya dikantin lah?? ngapain disini?? disini tu tempat nya Para jongos kayak kita kita ini..."
"Hahahah kamu bisa aja sih Klis!! Sukuri apa pun pekerjaan kamu! setidak nya pekerjaan kamu ini tidak membuat mu kelaparan!!"
"Iya juga sih! tapi kamu nggak pantes gabung sama kita???"
"Emang nggak boleh ya?? gabung sama kalian.. di kantin Rame banget! aku nggak suka keramaian. "
__ADS_1
"Kalau Lo nggak malu.. boleh aja!"
Akhir nya Rubi duduk makan bersama Mukhlis dan teman teman nya. Mereka terlihat sangat Akrab.
Tanpa Rubi ketahui, dari tadi Brian melihat dan mengawasi mereka, sehingga membuat cowok itu kesal .
Setelah selesai makan siang, Rubi ke toilet terlebih dahulu sebelum masuk untuk magang lagi.
Namun tiba tiba tangan nya ditarik oleh Brian dan mengajak nya masuk ke dalam toilet Pria sambil membekap mulut nya
"Rubi menepuk nepuk telapat tangan yang hambir membuat nya kehabisan oksigen.
"Pak Brian!!"
"Kenapa?? Gue kan sudah bilang! jangan dekat dekat sama cowok lain!!!"
"Kenapa?? Mukhlis hanya teman kak!"
Tanpa berbasa basi, Brian langsung membalikan tubuh Rubi sehingga dirinya menghadap tembok. Lalu Brian menyibakan Rok yang dipakai nya,.
"Kak! mau ngapain! ini Lingkungan kantor!" Rubi menolak
Namun Brian tak perduli, Tangan nya mulai menelusup ,meremhat dan mengusap puthieng Rubi.. Lagi lagi membuat Rubi kewalahan. Menciumi tengkuk dan pundak Rubi tanpa henti. "Jangan di tahan baby!"
"Ahhhhhh tapi Kak? Masih perih..masih terasa sisa kemarin malam" Rubi menggelinjang, semakin membuat Brian bersemangat
"Nanti nggak bakal perih lagi! Diem aja! terus rasain!"
Lalu Brian memasukan siBoy ke sarang nya
"Ah! ah! ah!" Brian meracau tak karuan, sambil terus meremat. Rubi pun juga menikmati..Hingga Lahar milik Brian Benar benar tumpah.
nafas mereka sama-sama tersengal, Brian masih menempel kan tubuh nya . Sedang Tubuh Rubi di penuhi dengan keringat.
"Lo Selalu bikin Gue puass!" sambil mencium telinga Rubi "Dan Gue nggak suka! Lo berteman dengan lelaki manapun!!" Ngerti kan Lo!!"
Rubi memilih diam , Hati nya benar benar kesal. bisa-bisanya dia memaksa ruby untuk melakukan hubungan badan di toilet, dan begitu saja meninggal kan nya.
Bayangkan saja jika dia harus membersihkan cairan yang tumpah kemana mana. termasuk mengenai Cd nya. ..padahal Rubi pulang nya msih nanti sore. "Manusia nggak punya perasaan! suka maksa!!" gerutu nya.
Untung saja nggak ada orang.
__ADS_1