Tabu

Tabu
Tabu 24


__ADS_3

Brian menepati janji, sore ini mengantarkan ruby untuk berbelanja keperluan di apartemennya.


"Coba Lo periksa lagi, biar nggak ada yang ketinggaln!" perintah Brian mendorong troli, sambil memilih milih keperluan


"Shampoo nya belum kak!"


"Ayo Ambil shampoo nya!" Dengan telaten Brian mengikuti langkah kaki Rubi sambil mendorong Troli.


"Kak Brian ambi apa itu??"


"Kondhom! buat jaga jaga!"


Rubi mendesis kesal, Karena Pria ini nggak ada rasa malu nya sama sekali.


Seperti pasangan saja, Brian Rela mengantri hanya untuk Rubi. "Lo tunggu aja di depan! Biar Gue yang bayar ke kasir.."


"Emang nggak apa apa Kak?"


"Iya!"


ruby duduk di bangku taman, yang berada di depan pintu keluar Supermarket tersebut


"Ayo pulang!" Brian mengulur kan tangan nya.


"Belanjaan nya mana Kak??"Rubi menyambut tangan dan menggenggam nya


"Udah Gue taro di Bagasi!"


***


"Kak Rubi Nervous.." terlihat gadis ini dengan menggigit bawah bibir nya "Coba pegang telapak tangan aku.." Rubi memberikan tangan nya.


"Lo nggak perlu Nervous! ada Gue.." Brian mengelus telapak tangan nya sambil menyetir agar lebih hangat. "Peranin aja Peran Lo dengan sebaik mungkin! jangan sampe curiga apalagi sampai tahu! Lo tahu kan maksud Gue??"


"Iya! tetep aja Aku nerveous!"


"Udah santai aja!"


"Ma!! Mama!!" teriak Brian saat memasuki Rumah.


Ruby hanya diam menunduk dan tidak banyak bicara


"Eh Udah datang! Pa..Brian datang nihh!" Panggil Mama, "Ada Rubi juga!! makasih sayang udah mau dateng, buat menuhin undangan tante.." Merangkul pundak Rubi


Brian sedikit heran melihat mamanya yang antusias seperti itu menyembut Rubi.


"Ayo masuk ke dalam!" kata Papa.


" ini dia Apa yang tempo lalu Mama ceritain ke Papa sama Brian! Untung aja Ruby yang nemuin dompet Mama Pa..."


Brian hanya sesekali tersenyum,


"Ayo ikut tante ke Belakang.."Ajak Mama di ikuti oleh Rubi


" Ruby Kamu duduk diem aja biar dikerjain sama Mbaknya ya!" Mama melarang ruby saat hendak membantu Maid di rumah itu untuk memotong sayuran.

__ADS_1


" nggak apa-apa Tante ruby Udah terbiasa kok.."


"No! di sini kamu tamu sayang?? masa ikut ngerjain kerjaan di dapur.."


"Beneran nggak apa-apa Tante.. biar Rubi ngebantuin Mbak nya, Menyiapkan makan malam.."


dengan lincah dan cekatan tangan ruby mulai memotong sayuran dan menata makanan, Mama semakin jatuh hati nya.


zaman sekarang Mana ada sih perempuan yang rajin mau membantu di dapur, pikir Mama


" tante nggak nyangka lo bi.. bakalan ketemu kamu di kantor anak tante sendiri. "


"Iya ya Tant..." kata Rubi sambil menata hidangan di atas piring.


" Memangnya kamu kuliah di mana Bi??"


"Internasional University Tant..."


"Waow! kamu hebat banget.. hanya orang-orang tertentu saja Lho Bi yang bisa masuk di kampus itu"


" tepatnya orang-orang yang banyak uang Tant.. kalau ruby mah lewatnya jalur beasiswa jadi cuma bayar separuh aja?"


" Wow hebat dong! pasti Mama sama kamu papa kamu Bangga.."


"Iya tante..Seandai nya Papa sama Mama masih ada "


" memangnya papa sama kamu di mana??" tanya Mama dengan canggung


" ruby udah nggak punya orang tua lagi tante semenjak ruby duduk di bangku kelas 2 SMP" Rubi tersenyum Getir.


"Nggak apa apa tante.."


"Ma! ayo kedepan keluarga Sinta sudah datang!" sela Papa, di tengah tengah obrolan mereka.


"Ayo Bi! kita kedepan.."Ajak Mama, perasaan ruby semakin tak karuan apalagi akan berhadapan dengan Sang artis yang sangat terkenal.


sepanjang obrolan dan jamuan makan malam ruby hanya diam tertunduk dan sesekali hanya tersenyum.


ruby memilih duduk di kursi yang paling ujung agar tidak berdekatan langsung dengan Brian. Pria yang menjadi teman nya di Ranjang.


" Sayang kenapa anak magang Itu Di Sini???" tanya Sinta berbisik di telingan Brian.


"Mama yang ngundang.."


"Kenal sama Tante Liana??"


" kayaknya sih Gitu.."


"Hai Rubi!" sapa Sinta


"Hai kak.." jawab Rubi dengan senyum Ramah.


"Kalian udah kenal??" sela Mama.


"Iya Tante! Dia kan Mahasiswi yang Magang di perusahana Brian..Iya kan sayang!"

__ADS_1


Brian hanya mengangguk, sedari tadi mencuri curi pandang ke Arah Rubi.


Membuat Rubi menjadi salah tingkah.


kemudian Mama menceritakan semua nya tentang ruby kepada semua orang yang ada di meja makan.


"Lhoo putra nya mana Jeng kok nggak di ajak" tanya Mama ke pada Tante Hera.


" Maaf Jeng biasalah anak muda susah kalau mau diajak pergi sama orang tua.." kata tante Hera.


Sedari tadi, Rubi hanya diam mendengar kan mereka berbincang dan ngobrol. Berbicara sekedar saja itupun kalau Rubi di tanya.


Tatapan Licik kembali mengintai nya.


"Ayo Jeng di makan.." Acara makan malam di mulai, satu persatu mulai mengambil makanan.


"Kamu nggak Makan Bri??" tanya Mama.


"Iya sayang.. kamu mau makan apa?? Biar aku ambilin.." Sinta ikut manimpali


"Makasih Sin..Brian mau Kerang Mah!"


membuat mata ruby melotot seketika mendengar Keinginan Brian kebetulan menu kerang berada tepat di depan Rubi


"Tolong berikan kerang nya buat Brian Bi.." pinta Mama.


Bisa Bisa nya Brian meremat tangan Rubi saat Gadis itu mengulur kan Mangkuk berisi Kerang. Sontak membuat Rubi kelabakan, takut ketahuan.


"Om Tante..Rubi pamit ke Toilet Ya.." Rubi meninggal kan Meja.


Tak Lama Brian juga meminta ijin


"Permisi semua..Brian ke Kamar dulu ya..mau ngecek Email sebentar.."


baru saja ruby membuka pintu kamar mandi, lagi lagi ia harus dikagetkan dengan kegilaan Brian.


"Kak lepas!" ruby memukul-mukul tangan Brian.


"ikut Gue!" Brian terus menggelandang tangan Rubi,membawa nya ke Lorong belakang.


"Kak Brian apa apaan Sih! Nanti ketahuan!!" Rubi sangat cemas


Justru Brian semakin merapat kan tubih nya


"Kak!" pekik gadis itu.


"Lo lebih cantik dari Sinta malam ini!" sambil membelai nakal Pipi Rubi


"Kak..nanti ketahuan.."


Semua terjadi dengan cepat, Brian mengangkat Dagu Rubi membawa nya untuk menyatukan bibir mereka, Cowok itu menyesap perlahan merasakan bibir Lembut nya, Rubi mulai mengikuti irama dan membalas ciuman dari Brian


"Masukin Lidah Lo ke dalam mulut Gue!" Brian kembali menerus kan ciuman nya setelah memberi perintah, Kini berubah menjadi Ciuman panas. Mereka mulai terbawa suasana, Tangan Brian mulai bergeril nya..


"Sayang! kamu dimana!!"Terian Sinta membuat Brian menghentikan aktivitas nya.

__ADS_1


__ADS_2