Tabu

Tabu
tabu 28


__ADS_3

"Kemana aja sih! di tefon susah banget!" Sinta berdiri dari kursi nya untuk menyambut Brian


Seperti tak bersalah, Brian langsung menggeser Kursi lalu duduk. Dan memanggil premusaji dengan mengangkat tangan kanan nya.,


Lalu Pramu saji datang ,dan memberi Buku menu kepada Brian. Ia lalu menyebut kan makanan yang akan ia pesan.


Brian menatap Sinta setelah pramusaji itu pergi.


"Brian!! kamu ngedengrin aku nggah sih!" Sinta sangat kesal mencebikan bibir nya.


"Beli tinggal beli aja, nGapain chat sampai panjang lebar segala.."


"Kamu gimana sih! ya kamu kan harud tahu! kamu mau nya yang kayak apa.."


"Sin..aku ini cowok, masalah Cincin nya mau gimana..terserah kamu aja lah..Aku ngikut aja.."


"Ya Nggak bisa gitu dong Bri??? kamu mau nya yang model nya gimana..aku kan nggak tahu selera kamu!" Sinta semakin kesal dibuat nya.


"Terserah bagus nya gimana lah!" Dengan santai nya Brian menyerutup kopi


Bryan memilih untuk diam menikmati kopi dan membiar kan Sinta ngomel ngomel.


Sinta memilih untuk mengalah ,menarik nafasnya dalam-dalam dan mengaturnya agar tidak bertengkar dengan Brian kali ini.


"Oke! kalau mau nya gitu.. aku nggak mau berantem sama kamu..."


"Bagus...aku juga nggak mau berantem sama kamu.."


"Bri! kenapa sih..akhir akhir ini kamu tu cuek banget sama aku! contoh nya tadi pagi! aku telfon berkali kali nggak kamu angkat! chat aku sengaja nggak kamu buka! sebentar lagi kita bakal tunangan! masak semakin kesini...kamu malah semakin cuke!"


"Tadi pagi aku joging! nggak tau kalau kamu nelfon aku.. kalau aku tahu kan juga aku angkat?" jawab nya dengan santai.


"Paling enggak kamu telfon balik aku dong??"


"Iya!"


"Percuma aku ngomel sama kamu..! Bisa nganterin aku ke Bandara kan Bri???"


"Bisa... Sekarang?????"


"Satu jam lagi!" jawab nya kesal.


"Gimana kerjaan kamu?"


"Lancar..tapi ya gitu deh Bri.. belum ada waktu longgar. "

__ADS_1


Bandara


"Sayang! aku berangkat dulu ya??" pamit Sinta memeluk Brian..


"Hati hati.. Seeeyou!!" pesan Brian dengan Cool


"Mana Kiss nya???" Sinta langsung mencium Bibir Brian tanpa permisi. Setelah itu melepas pelukan nya..Mereka berpisah saat Sinta Mulai memasuki pintu krberangkatan.


****


"Kenapa belum siap!" Saat Brian masuk ke dalam Appartemen ,ia melihat Rubi masih Rebahan di atas sofa.


"Nunggu kak Brian Lama banget.. "


"Gue nganterin Sinta dulu ke Bandara ..,cepetan!"


Dengan sekejap mata, Rubi terlihat cantik dengan balutan busana yang super elegan


Benar benar terlihat cantik.


mereka berdua sangat cocok dan serasi. mahasiswi akhir semester ini tidak menyangka jika pria akan mengajaknya ke dealer mobil.


"Kak?? ini kan bukan tempat Makan???" ruby terlihat sangat bingung.


" Emang bukan! lo bisa bacakan tulisannya" kata Brian sambil menunjuk Maskot tempat tersebut.


"Nggak??"


"Mau ngebeliin Kak Sinta ya??"


"Enggak juga!"


"Kak Brian mau ganti mobil lagi kan?"


"Nggak!"


"Terus??? ngapain kita kesini??"


" Beli mobil buat Lo!" Kemudian Brian segera membuka pintu mobil nya


Sedangkan Rubi masih berperang dengan fikiran nya. Masak Brian membelikan mobil untuk diri nya.


"Cepntan turun!" Brian membuka kan pintu untuj Gadis cantik ini. "Pilih aja sesuai kemauan Lo!" Brian mengajak nya masuk.


"Hay Bro!! Kirain Lo nggak jadi dateng!" sapa Petter

__ADS_1


"Sorry Gue agak telat! Kebandara Dulu Gue! nganterin Sinta!" Jelas Brian.


Rubi hanya diam mengikuti dan berdiri di belakang Brian.


"Terus Lo beli mobil buat Siapa kalau Sinta pergi????" tanya Pitter.


"Buat Rubi!" Brian menyambar pergelang tangan rubi, agar berjejer di samping nya.


"Rubi!?!" Pitter seketika menutup mulut nya, takjub melihat kecantikan alami Rubi.


"Kenapa Lo! pesenan Gue udah kan???"


"Ada!" Kemudian Pitter memanggil salah satu pegawai salea nya, untuk mengantar Rubi, melihat Mobil yang di pesan oleh Brian untuk diri nya.


"Gila! Itu yang Lo maksud mainan Baru Lo Bri??" tanya Pitter hampir tidak percaya


"Iya!"


"Pantesan aja Lo berani ngasih Appartemen sama Mobil baru..ternyata Rubi emang beneran cantik! lebih cantik dari sinta!"


"Lo kan tau selera Gue men!!"


"Kalau Lo udah bosen.. lo langsung telpon Gue aja! Gue siap nerusin perjuangan Lo..buat ngejadiin dia pacar gelap!" Goda Pitter


"Najis! nggak bakalan!" Brian memukul pundak Piter.


"Sakit Njing! tapi emang cantik banget! ngomong ngomong gimana kalau Sinta tau??"


"Jangan sampe Sinta tau lah Njing???" Brian Mulai menyulut rokok nya.


"Bentar lagi kan Lo mau tunangang!" bisik nya, Takut terdengar oleh Rubi, karena gadis cantik itu berjalan mendekati mereka.


"Yang penting si Boy puas tiap malem nya!" canda Brian sambil menyembur kan asap Rokik nya ke atas.


"Kalau Lo cinta beneran sama rubi Gimana Njing?? Gimana nasib hubungan Lo??"


"Nggak bakalan! Kita sama sama butuh! Lagian Ruby juga tahu..kalau bentar lagi mau tunangan..jadi aman aman aja!"


"Emang Lo tu seratus persen Bangshat! Penjahat Kelhamien Lo!" umpat Pitter.


Mereka memang sering berbicara nyeleneh begitu saat berasama. sudah menjadi hal yang biasa tapi mereka tetap kompak dan saling mengisi serta mengasihi.


"Lo mau warna yang mana Bi???" tanya Brian masih bersama dengaN Pitter.


"Terserah kak Brian aja.."

__ADS_1


"Ya udah..ambil merah satu Pitt! kirim nomer Rekening Lo!" kata Brian kepada Peter lalu mengambil ponsel dari saku kemejanya.


selamat membaca para riders jangan lupa berikan dukungan dengan cara hot like dan comment. Terima kasih semuanya Semoga cerita ini menghibur


__ADS_2