
"Aaaaaaaa!!" teriak Rubi saat menyalakan Lampu. Bagai mana ia tidak kaget, Jika Brian sudah duduk diatas sofa. "Kak Brian!! ngapain disini!!"
"Jadi gini kelakuan Lo???" Brian mendekati Rubi yang terlihat menjaga jarak. Rubi terus memundur kan langkah kaki nya sampai mentok ke tembok.
"Kakak mau apa!!" Fikiran Rubi mulai kacau, takut Brian akan melakukan sesuatu pada diri nya.
"Kluyuran!!"
"Aku nggak kluyuran!! aku nyari buku! jelas lah aku baru sampai rumah! aku naik kendaraan umum!!" jelas Ruby,tidak terima di katai oleh Brian.
"Alasan!!" Brian menghimpit tubuh mungul nya.
"Minggir!!! hubungan kita sudah selesai!"
"Gue kesini cuma mau gasih tahu! nyokap ngundang Lo.. buat datang ke acara pertunangan Gue!" Brian menatap Nanar mata tajam gadis ini.
Perasaan Ruby sesak seketika, tubuh nya terasa lemas.Memalingkan wajah nya
"Kenapa Lo diem?"
"Aku capek!! Kakak cepetan Pulang!!"
"Oke!! jangan lupa dateng!" bisik Brian sebelum pergi.
Ruby meraup wajah nya dengan kasar setelah cowok ganteng itu pergi.
Ruby bingung dengan perasaan yang dirasakannya saat ini.
hari ini Rubi memutuskan untuk mendatangi kantor milik Nugi
Ia datang dengan membawa beberapa tumpuk kertas yang berisi lamaran pekerjaan. Lucky menyambutnya dengan senang dia sendiri tidak menyangka jika gadis yang ditemuinya di taman tempo lalu benar-benar mendatangi nya.
"Kebetulan Sekertaris ku sedang cuti melahir kan?? Bagaimana Ruby??"
"Siap Pak! saya akan bekerja dengan sungguh sungguh dan Giat..saya berjanji!" jawab Ruby dengan semangat.
" Nanti kalau sekretarisku sudah kembali bekerja.. nanti kamu akan masuk ke divisi sesuai dengan jurusan kamu.. di Managemen Pemasaran dan menangani Kerjasama dengan Klien " kata Nugi.
"Baik Pak! terimakasih atas kepercayaan nya" Rubi membungkuk sebagai tanda penghormatan.
"Hahaaa jangan memanggil ku Pak!! aku tidak terlalu tua Ruby!"
Ruby tersenyum renyah.
"Di luar jam kantor jangan memanggi ku dengan sebutan Pak.."
"Baik Pak! kalau begitu saya permisi dulu.."
" tunggu!! kamu ke sini Naik apa??"
"Kendaraan umum Pak.."
" Biar aku antar.. sekalian makan siang".
Nugi mengajak Rubi untuk makan siang terlebih dahulu sebelum mengantar nya pulang. Nugi cowok yang supel, Mereka membahas masalah pekerjaan dan Skripsi yang sedang di kerjakan oleh Ruby. Bahkan Nugi tak segan membagi cerita tentang kisah cinta nya.
"Jadi Kak Nugi sedang patah hati???" tanya Ruby dengan serius.
"Entah! besok dia akan bertunangan dengan Pria pilihan nya.." kata Nugi dengan senyum nya yang Getir.
Rubi juga menarik nafas nya dengan dalam, seolah mengingat kan nya dengan Brian.
"Semangat ya Kak! Dunia ini emang nggak bisa ditebak!!" Ruby menyemangati Nugi.
__ADS_1
Pria itu justru tertawa terbahak bahak,
Ruby sendiri heran di buat nya.
membuat Beberapa orang menoleh ke arah nya.Mereka menjadi pusat perhatian.
Disini bersama Ruby, Nugi seperti orang bodoh dan konyol. Bisa bisa nya tertawa sekeras itu di tempat seperti ini. Gadis pendiam ini, mampu memberi Warna tersendiri untuk Nugi.
"Kak Nugi!! malu ih!!" peringat Rubi
Disisi lain,tanpa Sengaja Brian juga sedang makan siang disana bersama Pitter.
"Keterlaluan!!" umpat Brian dengan sengit.
"Bukan nya itu Ruby ya? tambah cantik aja tuh bocah" celetuk Piter.
"Diem Lo Pit!!" wajah ganteng nya berubah menjadi kesal.
"Nggak maen maen.. putus dari Lo..deket nya langsung sama Bos NMC Men..."
"Lo bisa diem nggak!!!"
"Kenape Lo?? cemburu????" goda nya lagi
Hati Brian semakin panas saat melihat Nugi semakin akrab bercengkerama dengan Ruby. Kenapa harus Nugi lagi batin Brian.
"Lo mau kemana Men!" tanya Pitter sambil memegangi pergelangan Tangan Brian saat beranjak.
"Nyamperin mereka!"
"Ngapain!! jangan buat keributan disini!"
Brian kembali duduk di kursi nya. "Brengsek!! kenapa Harus Nugi!! gue tau tu anak pasti cuma di buat mainan doang sama dia!!"
"Gue kasihan sama Rubi Pit!! dia nggak taju apa apa.. !" jelas Brian sambil melihat ke arah mereka.
"Lo nggal kasihan!! tapi Lo cemburu!! karena tanpa Lo sadari Lo udah cinta sama tu bocah!!"
"Gila Lo!"
"Udah deh!! lo nggak perlu ngebohongin diri Lo sendiri!! inget Men! besok Lo tunangan??"
"Anjing!! umpat Brian terlihat sangat kacau.
Cowok ganteng itu terus memantau Ruby, entah lah..perasaan nya semakin tidak bisa dikendalikan.
Jauh dengan Ruby membuat nya semakin tersiksa
##
"Dari Mana Lo!!" Tanya Brian sudah bersender di depan pintu Appartemen.
Membuat Ruby menelan saliva nya dengan kasar. "Kak Brian!!"
"Lo pikir Gue setan!! sampe segitu nya Lo ngeliatin Gue!!"
"Habis pulang dari nyari kerja!!"
"Kencan maksud Lo??"
"Kerja!! aku nyari kerjaan di NMC! Puas!!!" Ruby membuka pintu dengan sebal, sedang kan Brian berjalan di belakang nya dengan berjuta pertanyaan.
"Nggak ada tempat lain apa??"
__ADS_1
"Apa urusan nya Kak Brian!! ngapain Ngepoin kehidupan aku!! mau kerja dimana itu terserah aku!! aku butuh pekerjaan untuk bertahan hidup!!" Emosi Ruby meledak.
"Gue tahu!! tapi nggak perlu lah sampai di ajakin makan! terus di aterin pulang! kerja apaan tu!"
"Terserah!! terserah Kak Brian mau ngomong apa!!!"
"Dia ikut masuk kesini nggak??"
"Nggakk!! aku nggak bilang kalau aku tinggal disini Puas!!!"
"Bagus!! kalau Dia sampai tahu! apalagi masuk di apartemen ini!! Gue patahin Kaki Lo!!"
"Apa sih maksud nya! hubungan kita udah selesai!! Appartement ini Milik Aku!!"
"Karena Gue nggak bisa jauh dari tubuh Lo!!"
"Apa!!"
"Mulai sekarang! Perjanjian kita mulai lagi!"
"Apa!!! Kakak Gila ya!! aku nggak Mau!!"
"Gue nggak perduli!! Lo harus ngikutin kata kata Gue!!" Brian mulai menyerang pertahanan Ruby, dengan melumhat bibir nya.
"Kak!!" Ruby kewalahan karena tidak ada persiapan. tapi Brian tak menghiraukan Ruby,
"Aku bisa mati kehabisan oksigen!!" Ruby mendorong dada Brian.
"Gue mau sama Lo malam ini.." pinta Brian terus menyesap bibir nya.
Ruby berhasil menghindar. "Nggak Mau!! enak aja!" Rubi pergi ke dapur.
"Emang Lo nggak kangen sama Gue?"
"Kangen?? emang kita siapa??"
"Kita?? Mulai hari ini kita menjalani kehidupan Simbiosis mutualisme lagi..
"Nggak bisa!! aku belum menyetujui nya!!" kata Ruby sambil menuang air ke dalam gelas.
"Gue nggak perduli!" kata Brian menyeringai
"Kak!! apa maksud nya! kemarin mutusin hubungan gitu aja! ngediemin aku! menyudahi masa obsevasiku dengan sepihak!"
"Lo cemburu???"
"Nggak!!"
"Iya! bukti nya waktu itu Lo mau nangis..ngelit Gue sama sinta!"
"Nggak!!" wajah Ruby mulai memerah.
"Jujur aja By??" Brian mendekati dan memeluk pinggang Rubi.
"Apa tujuan Kak Brian kesini untuk memeluai lagi hubungan kita??"
"Gue nggak bisa hidup tanpa tubuh Lo!".
"Karena Tubuh????" Ruby memicing kan matanya. "Nggak! aku nggak mau!"
"Oke!! Gue Nggak suka ngeliat Lo deket sama cowok lain?"
"Maksud nya??
__ADS_1
"Gue mulai cinta sama Lo!!"