Tabu

Tabu
Episode 32


__ADS_3

"Sakit! Feb!" Rintih Rubi memegengi pergelang tangan nya saat di gelandang oleh sepupu nya nya itu.


"Biar tau rasa Lo!" umpat Febby, menghempas kan tangan nya dengan kasar.


Ruby tak mau berurusan dan mencari masalah dengan Feby. Ia memutus kan untuk pergi, namun lagi lagi di halau oleh Feby.


"Mau kemana Lo !!"Feby beruasaha menghalang halangi Rubi


"Feb! aku nggak mau berdebat sama Kamu.."


"Munafik!!" sambil menyambar pergelangan tangan nya lagi. "Lo bilang apa sama Bokap!"


"Cukup Feb! aku cuma buma bilang kalau aku mau hidup mandiri.. udah gitu aja.." jelas Rubi.


"Bagus kalau gitu...!Oh ya.. Gue liat sekarang tampilan Lo lebih modis.." Febi terus mengamati Rubi dari ujung kaki sampai ujung kepala nya.


"Aku biasa aja.."


"Oh iya..Mobil Lo baru kan?? keren banget ya? ke kampus pake nyetir mobil sendiri lagi?? Lo mau pamer???" Febi terus memancing emosi Rubi.


"Sebenar nya kamu mau apa Feby..membawaku kesini.."


"Gue cuma heran aja sama Lo..yang tadi nya Miskin ,numpang hidup Di Rumah Gue?? Tiba tiba sekarang Lo udah bisa bawa mobil sendiri..apa Lo udah sukses menjual diri??"


kata kata Febi tepat menghunus ulu hati Rubi.


" Plakkk!!" Kesabaran Ruby sudah habis. Dengan sepontanitas, tangan lembut nya menampar Pipi Feby. "Feb...." ucap Rubi penuh sesal setelah menampar nya.


Feby meringis kesakitan sambil memegangi pipi nya. Sorot mata nya berubah menjadi tajam, memancarkan api kebencian.


Bukan Feby nama nya jika tidak membalas.


"Cukupp!!" suara baritin tiba tiba datang, berhasil mencegah dan menjagal tangan Febi saat akan membalas untuk menampar Rubi.

__ADS_1


Rubi memicingkan mata nya, ia tak menyangka jika akan ada seorang Pria yang akan menolong nya.


"Lepas!" Feby memberontak.


"Gue nggak nyangka! ternyata Lo se anarkis ini!" Pria itu ternyata Krisna,Lalu menghempas kan tangan Feby.


"Dia yang duluan nampar Gue!!" bantah Feby untuk membela diri.


"Sorry dari tadi Gue ngikutin Lo berddua..jadi Gue denger semua!"


"Kris! dengerin Gue dulu!" Febi mencoba menjelas kan semua nya.


Krisna tidak menghirukan penjelasan dari Febi, ia langsung membawa Rubi pergi dari tempat itu.


"Makasih!" Rubi melepas kan tangan nya dari genggaman Krisna.


"Sorry..Gue tadi-"


"Nggak apa apa..anggep aja ini semua nggak pernah terjadi..Terimakasih udah mau nolongin aku.." Rubi buru buru meninggal kan Krisna.


"Krisna! mau apa lagi sih ngikutin aku??" tanya Rubi dengan nada sedikit kesal


"Kenapa sih Bi..kayak nya kamu ngehindar banget sama aku.."


"Aku nggak menghindar! aku buru buru!" Rubi memegang panel pintu mobil nya.


"Rubi! aku cuma pengen kenal aja sama kamu.."


Rubi membuang nafas nya dengan kasar. "Terimakasih! tapi aku sibuk banget.." Rubi langsung masuk dan menyalakan mobil nya.


Krisna masih terdiam disana, Tersenyum penuh makna,semakin penasaran dengan Rubi.


###

__ADS_1


"Mama apa apa'an sih!" tolak Brian


"Kenapa?? nggak ada salah nya kan..kalau Mama mau mengadopsi Rubi?"


"Mama pikir Ruby itu Bayi!"


"Brian! maksud Mama itu Mama mau menjadikan ruby sebagai anak angkat! iya kan Pa.."


"Ma.. nggak semudah itu Ma.. Ruby masih punya keluarga?? belum tentu juga..Ruby mau mama jadikan sebagai anak angkat?" jelas Papa menengai.


"Jadi Papa nggak setuju? Mama sudah terlanjur sayang sama Rubi Pa! serasa kayak anak sendiri.. Maka nya ity, kita datengin keluarga nya..kita omongin baik baik!" Mama masih kekeh.


"Mama..Fikir kan dulu keputusan Yang akan Mama ambil. " jelas Papa lagi.


"Kalian berdua emang nggak ada yang mau mendukung Mama!" Mama langsung pergi ke kamar nya.


"Nggak jelas!" umpat Brian.


"Brian!" peringat Papa.


sudah 3 hari ini Mama mogok makan dan mogok bicara karena keinginannya untuk menjadikan rupiah sebagai anak angkat tidak disetujui oleh papa dan Bryan.


"Migren Ibu kumat Pak!" beritahu Mbak Sri saat Papa dan Bryan sedang berkumpul di ruang keluarga nonton tv.


dengan panik Bapak dan Brian segera pergi ke kamar mama untuk memeriksa keadaan Mama. Dengan khawatir Brian segera menghubungi dokter keluarga.


Mama tetap tidak mau bicara, tidak mau makan dan Minum obat.


Dengan terpaksa, Brian meminta Agar Rubi datang ke Rumah nya untuk membujuk Mama.


usahanya tidak sia-sia setelah kedatangan Ruby Mama baru mau makan, bicara dan minum obat.


Bryan menyaksikannya sendiri ,betapa telaten nya Ruby merawat Mama. Bahkan gadis itu tidak jijik saat membersih kan Muntahan muntahan yang keluar dari Mulut Mama.

__ADS_1


Entah mengapa hati nya terasa damai.


__ADS_2