Tabu

Tabu
Tabu5


__ADS_3

selamat membaca para rider semoga senang dan terhibur jangan lupa untuk memberikan like comment dan pencet tombol favorit agar author semakin semangat๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜


Kebetulan Brian juga sedang melintas,Dari balik jendela mobil..tanpa sengaja mata nya melihat gadis polos berkacamata yang baru saja magang di Perusahaan nya , sedang duduk melamun di depan Ruko dengan membawa tas ransel.


"Bukan nya itu Rubi??" Gumam nya, Cowok itu tidak mau ambil pusing, kembali melajukan mobilnya. namun Baru saja menginjak Gas, Iya berubah pikiran dan memutar arah lalu menepi kan mobilnya tepat di depan ruko.


"Ngapain malam malam Lo disini??? masak sih anak polos keluar tengah malem gini??" Ejek Brian,


Rubi mengangkat wajah nya, matanya terlihat bengkak akibat menangis, membuat Brian merasa bersalah karena telah meledek nya.


"Sorry! bukan maksud Gue untuk ngerendahin Lo! Lo kabur???"


Rubi hanya menggeleng.


"Terus ngapain Lo malem malem disini???"


"Di Usir..." jawab nya Parau khas orang habis menangis.


Bryan adalah lelaki yang tidak cukup dengan kepuasan satu wanita saja, pikirannya mulai merancang rencana-rencana licik setelah melihat ruby. karena ternyata ruby lebih cantik jika memakai pakaian biasa, meski pakaian yang di kenakan hanya pakaian sederhana.


"Terus Lo mau kemana??"


rubi hanya menggeleng tak bersemangat.


"Lo tau nggak! disini rawan tindak kejahatan!"


Rubi hanya menunduk.

__ADS_1


" Gimana kalau gua anterin pulang aja???"


Ruby hanya menggeleng.


"Terus Lo nggak punya arah dan tujuan????"


Rubi hanya mengangguk, terlihat kesedihan diwajah nya. meski begitu Bryan bukanlah tipe pria yang tega melihat orang susah di sekitarnya.


" Ya udah gini aja! gimana kalau lo numpang dulu di apartemen gue???"


"Tapi????"


"Mau nggak??? dari pada Lo disini..di rampok! terus Lo diPerkosaa! lalu di mutilasi! mau Lo???"


raut wajah ruby berubah Seketika, ia terlihat cemas dan ketakutan.


"Tapi saya nggak punya uang Pak.." jawab nya melemah.


"Penawaran apa Pak???"


" udah masuk aja dulu ke dalam mobil gue!! tenang aja gua nggak bakal ngapa-ngapain lo!!"


kali ini Ruby pasrah Ia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Bagaimana tidak Tante Risma sudah membuat nya kehilangan pekerjaan.


"Ini apartemen Gue..jadi aman Lo disini!"


"apa Pak Bryan tinggal sendiri di sini??" tanya ruby sambil mengamati setiap sudut ruangan. Ruangan yang tertata sangat rapi dan berjejer barang barang mewah disana, membuat Rubi takjub.

__ADS_1


"Iya lah! tepat nya tempat untuk menikmati cinta!"


membuat Ruby semakin bergidik ngeri.


"Lo istirahat aja dulu di kamar Gue!"


wajah Rubi berubah seketika


"Lo jangan takut! tidur aja disana..kamar nya cuma ada satu, Lagian malem ini Gue mau Clubing menikmati malam sama perempuan perempuan cantik! Jadi Lo nggak perlu khawatir!! Gue pulang nanti pagi!"


hati Rubi sangat lega mendengar Penjelasan dari Brian.


" jangan lupa tutup dan kunci pintu! Ruby ingat ya!?? di sini nggak ada yang gratis!! masalah penawaran kita bahas nanti pagi saja.."


"Baik pak..".


"Ya sudah saya pergi!"


"Pak Brian!! terimaksih.."


" jangan berterima kasih sama gue, ada hitungannya nanti!"


ruby tersenyum ramah pada cowok itu.


Baru kali ini Bryan melihat ruby tersenyum.


Banyak pertanyaan yang berputar-putar di kepala ruby. penawaran apa yang akan diberikan Pak Brian kepadanya.

__ADS_1


Bodo amat lah Yang penting dia bisa keluar dari rumah yang selama ini membuatnya tertekan. Ruby berjanji pada dirinya sendiri untuk giat belajar agar cepat lulus kuliah dan bisa mencari kerja secepatnya.


Walaupun harus ada penawaran, yang penting malam ini Rubi tidak menjadi gelandangan di jalanan.


__ADS_2