Tabu

Tabu
Tabu 10


__ADS_3

Brian buru-buru turun dari mobil, Sesampainya di apartemen Bryan langsung menuju toilet.


"Kak.. Kakak nggak kenapa-kenapa kan??" tanya ruby dari balik pintu perasaan nya sangat cemas merasa bersalah, karena sudah memaksa nya Makan Bakmie kesukaan nya


" Gue sakit Perut!!Gara gara Lo nih!!" teriak Brian dari dalam kamar mandi.


" Iya aku minta maaf!!! Aku nggak bermaksud membuat Kak Brian sakit perut" gadis polos berkacamata ini merasa sangat bersalah pada Brian.


dari tadi Brian bolak-balik keluar masuk kamar mandi.


"Kak Brian!!!"


"Apa sih!" jawab BRyan dengan sebal dengan muka yang ditekuk akibat sakit Perut!


"Itu!!!" tunjuk Ruby malu-malu.


"Apa sih Bi!!" belum selesai meneruskan kalimatnya Bryan harus masuk lagi ke dalam kamar mandi.


beberapa saat kemudian Brian keluar dari kamar mandi dengan memegangi perutnya.


"Besok besok jangan ngajakin Gue makan ditempat sembarangan!!!" dengan nafas nya masih ngos ngosan.


"iya! aku minta maaf Kak!!! tapi itu ih.... kak Brian jorok banget sih!!"


"Jorok apa nya???"


" Itu!! itunya kelihatan!!" Ruby menunjuk bagian bawah milik Brian. Si Boy terlihat dengan jelas karena Brian hanya mengenakan celana Boxer berbahan katun tipis.

__ADS_1


" Emang gue sengaja nggak pakai CD!! biar gampang kalau ke toilet!! Lo kan tahu, Gue lagi dlsakit perut!"


" Nggak gitu juga kali Kak??" protes ruby karena merasa risih-


" Kenapa???? lu penasaran sama si boy?? mau ngelihat Lo????" cowok itu mulai menyeringai.


" Jadi?? Si Boy yang Kakak maksud?????"


"Ya ini?!! Gimana?? Lo mau nyobain Si Boy sekarang???"


"Dasar mesum!! udah ayo tidur! " jawab nya bersungut sungut.


"Gimana kalau megang aja?? Lo pegang dan Lo Elus si Boy???"


"Nggak mau!!!!! Lagian Kak Briann kan lagi sakit perut!!! Ayo cepetan tidur!!"


"Kak Brian!! jangan macam macam! ingat perjanjian kita!! Nggak ada Sekxzs sebelum appartemen nya selesai direnovasi dan berbalik nama atas namaku sendiri!!" ruby mulai kelabakan karena Si Boy menyentuh benda sensitif miliknya.


"Oh ya??? Gimana kalau malam ini Gue mau ngelakuin sesuatu ke Lo! disini!" Lalu mengabsen setiap inci yang ditunjuk dan di sebut oleh Brian.


"Kak.. jangan, aku belum siap. " rengek Rubi.


"Lo jangan takut..Appartemen itu udah atas nama Lo! Gue udah ngurus semua nya kemarin!!! tinggal nunggu renovasi doang!!!" Melanjut kan mengabsen setiap inci tubu Ruby.


Gadis polos berkacamata itu merasa risih dan tidak nyaman karena ini baru kali pertamanya disentuh oleh lelaki apalagi oleh lelaki yang tidak yang kenal sama sekali sebelum nya.


percuma Ruby merengek dan memohon untuk tidak melakukan nya di malam ini, karena sepertinya Bryan sudah terbakar gairah.

__ADS_1


" Lo nggak perlu malu.. nanti lo akan terbiasa!!" Brian mulai menurunkan celana yang dikenakan Rubi.


Baru sedikit saja menurunkan celana , tiba-tiba perutnya merasa sakit lagi dan harus ke kamar mandi..


kesempatan bagi ruby untuk menaikkan celananya kembali. dan segera mengambil posisi untuk tidur ,


setelah menuntaskan segala permasalahan dengan perutnya di Toilet.


Brian kembali mendekati ruby dan berencana untuk meneruskan apa yang menjadi tujuan nya tadi.


pupus sudah semangatnya, sehingga membuat Boy tertidur lemas, melihat ruby sudah tertidur meringkuk seperti bayi. ia tidak tega untuk membangunkannya.


dan pada akhirnya ia harus mengurungkan niatnya dan dengan terpaksa hanya bisa tidur di sebelah ruby.


ruby bangun lebih awal, karena terbiasa bangun pagi dengan menyelesaikan segala urusan rumah tangga. pagi ini ia sengaja membeli bubur, karena teringat semalam Brian sedang sakit perut.


" pagi Kak Brian..." sapanya saat Bryan membuka pintu kamar,


" Hmmmnn " jawab nya, matanya masih mengantuk.


" Ayo kak Sarapan dulu aku udah beli bubur buat kakak..."


" taruh aja di situ... ntar kalau udah lapar Pasti gue makan.."


" Tadi aku juga beli obat buat sakit perut, habis sarapan diminum obatnya ya Kak??"


"Hmmmm taruh aja di situ!"

__ADS_1


__ADS_2