Tabu

Tabu
Tabu 2


__ADS_3

"Mah! Rubi itu keponakaan ku.."


"Walaupun!! dia tetap menjadi Beban di rumah ini!"


"Tolong lah Ma..kasihani Rubi, dia anak Yatim piatu.. siapa lagi kalu bukan kita??"


"Kurang baik apa coba Mama Pah! makan ikut kita, sekolah juga kita yang nyekolahin! tinggal juga ikut kita..Biarin dong dia bayar kuliah nya sendiri!! Febby anak kita juga butuh uang itu Pa!!"


Setiap hari Rubi harus mendengar perdebatan antara Om dan Tante nya.


"Om..Tante Rubi berangkat kerja dulu"


Tante Risma hanya merengut tanpa merespon.


"Kerja yang Rajin..cari duit yang banyak!! biar nggak jadi benalu di Rumah ini!" jawab Febby duduk bersila sambil menonton Tv.


Rubi tidak mau menjawab meski sebenar nya sakit hati dengan kata kata Febi.


Seperti Biasa Rubi melakukan pekerjaan nya dengan Baik mengantar makanan dan minuman.


"Rubi! nanti antar makanan ini ke Meja nomer 18 ya!"


"Baik Pak.."


Kebetulan Restoran di tempat rubi bekerja, Meja nya berada di dalam ruangan privat.


Lagi Lagi Rubi harus disajikan dengan pemandangan yang tidak senonoh. Melihat perempuan yang sedang duduk diatas paha Pria sambil bercumbu mesra.


"Permisi.."Kata Rubi menunduk dan meletak kan pesanan.


Bryan Menghentikan adegan panas itu.


"Tunggu!" cegah Pria itu ,saat Rubi Hendak pergi tanpa mengubah posisi

__ADS_1


"Ada yang bisa saya bantu Pak.." kata Rubi tapi tidak membalikan badan nya, ia merasa sangat Risih.


"Tolong bawakan Rokok kesini.." perintah nya.


"Baik Pak..."


Tak Butuh waktu lama ruby datang dengan membawa sebungkus rokok, namun pria itu sudah mengubah posisinya tidak seronok seperti tadi.


seperti biasa gadis ini lebih banyak diam dan menunduk.


Brian mengamati dengan seksama sepertinya ia tidak asing dengan perempuan yang sedang ada di depannya ini.


"Rubi????" gumam nya, melihat nametag yang melekat di seragam yang ia kenakan.


Rubi hanya mengangguk kemudian kembali lagi untuk bekerja.


Rubi hanya memiliki segelintir teman saja dikampus. Mereka mengangaap Rubi Gadis Culun, Miskin dan kampungan.


Bahkan Feby malu mengakui kalau Rubi adalah sepupu nya.


"Heh! pokok nya jangan sampai anak di kampus ini tahu..kalau kita sepupuan apa lagi tinggal satu Rumah! Gue malu punya sepupu kayak Lo!" peringat Febi dengan angkuh.


"Baik Feb. "


"Mulai besok! awas kalau Lo numpang di Mobil Papa Gue! Gue malu kalau temen teman tahu! Cari alesan sama Papa! bilang aja Lo nggak mau naik mobil! Paham kan Lo!"


"Iya Feb!"


"Dasar benalu!!" umpat Febi langsung pergi.


"Rubi!" Reni menghampiri nya..


"Hay Ren.."

__ADS_1


"Kamu kenal sama Febi??"


Rubi hanya menggelengken kepala.


"Terus..ngapain dia kesini??".


"Oh..tadi aku nggak sengaja nabrak dia.."


"Oh Gitu! Kirain kamu kenal??? Gimana tempat Magang nya.."


"Belum tahu persis si Ren..Kemarin baru pengenalan aja.." Jawab Rubi


"Hai Rubi????" sapa Seorang Mahasiswa


"Ya..." Rubi menaut kan alis nya, karena ia tidak merasa kenal dengan Mahasiwa tersebut.


"Kenalin Aku Krisna" mengulur tangan nya


"Rubi" Rubi tidak mau menerima uluran tangan krisna, Justru Buru buru pergi.


"Rubi!" Reni menyambar tangan Rubi ,


"Apa Ren?"


"Kenapa kamu nyuekin Krisna??"


"Nggak penting!"


"Dia itu Idola cewek cewek di kampus ini..bisa diBilang kalau Krisna itucowok populer di Kampus ini.."


"Aduh Ren..nggak penting! yang ada di otak Ku?? hanya Gimana cara nya Biar Aku cepet Lulus dan nyari kerja!"


"Hidup Lo datar amat sih Bi! Lo tau nggak.. cewek cewek disini tu ,berlomba lomba mencari perhatian Krisna.. eh malah Lo tolak!"

__ADS_1


"Nggak penting Reni??? ayo masuk kelas!" Rubi sama sekali tidak tertarik dengan Krisna.Seperti mahasiswi lain nya.


__ADS_2