
Hai Riders jangan lupa berikan like comment dan pencet tombol favorit sebagai bentuk dukungan kalian kepada penulisππππ
"Pa.. Brian belum siap??"
"Nunggu apa lagi Bri??? bukan nya kalian sudah pacaran??"
"Iya Pa..Cuma Brian belum siap untuk tunangan???"
"Apa alasan mu untuk kurang siap?? Papa nya Sinta itu Rekan Bisnis nya Papa Bry?? lagian kalian juga sudah saling mengenal satu sama lain kan..??" kekeh Papa.
"Pa???"
"Kamu sudah berumur! saat nya memikir kan masa depan yang serius! Papa nggak mau tahu! secepat nya Papa dan keluragA Sinta akan mengatur pertunangan kalian.."
Brian tidak bisa mengelak atau pun menolak rencana Papa.
Seperti Biasa, Rubi sudah sibuk dengan Laptop butut milik nya.
"Nanti masalah perusahaan, bisa kamu rangkum dengan jelas saat Meeting Keperusahaan.. Disini akan membahas mengenai Perusahaan , dan membangun semangat keperusahaan.." Jelas Jeha.
"Keperusahaan??? berarti Ceo nya juga datang dong kak ?"
"Iyaa setiap sebulan sekali, Nanti Pak Marsel sendiri yang akan memimpin.Beliau Ceo di Perusahaan ini,lebih tepat nya Bapak nya Pak Brian??"
"Ooo Gitu?? jadi kakak udah lama ya kerja disini??"
"Lumayan lah..Aku sendiri kerja sama Pak Marsel sekitar Lima tahun, kalau Jadi wakil Pak Brian baru tiga tahunan ini.."
"Enakan mana kak?? Kerja sama Pak Marsel atau Pak Brian??" tanya Rubi dengan polos.
"Hahah kamu ini ada ada aja kalau bertanya! semua da plus minus nya, Pak Marsel disiplin banget ..kalau Pak Brian tahu sendiri lah?? Setap hari harus kebal Mata ,ngeliat cewek cewek nya pada datang kemari??"
"Emang nya boleh ya Kak??"
"Ya nggak boleh! Pak Marsel bisa marah besar, tapi apa daya orang kecil kayak kita Bi?? yang penting kan kerja.."
Rubi menelaah setiap penjelasan dari Jeha.
Ponsel Rubi kembali bergetar, mendapat pesan chat dari Brian.
"Temuin Gue Sekarang! Gue tunggu!"
"Kenapa Bi???" tanya Jeha.
__ADS_1
"Bentar kak..aku mau konsul sama Pak Brian mengenai rangkuman yang aku buat.."
"Oh.. ya udah sana.."
"Tok!toki!tok!"
Brian sudah tahu, pasti Rubi lah yang mengetuk pintu.
Tanpa berbasa basi, setelah membuka pintu Brian langsung menarik tangan Rubi, membawa nya masuk Dan langsung meneyrang bibir nya.
Mendudukan Tubuh mungil itu di atas Meja, sehingga membuat nya kewalahan.
Rubi terpaksa mendorong Brian karena hampir kehabisan nafas. " aku nggak bisa nafas kak.."
"Udah dua hari Gue nggak ketemu sama Lo! Gue kangen sama tubuh Lo!" Brian Pindah menciumi Leher gadis cantik itu.
"Tapi Kak?? Gimana kalau ada yang tahu..."
"Pintu nya udah Gue kunci!!kaca udah tertutup korden! jadi Lo nggak perlu khawatir!" Brian Berpindah membuka kemeja Rubi.
"Kak..jangan, ini kantor.." kata Rubi cemas sekaligus menikmati sentuhan dari tangan Brian.
"Tenang aja..Nggak bakal ada yang tahu!" Brian kemudian menciumi dan menyesap di area selangka, meninggal kan jejak kebiruan dan kemerahan disanan.
"Siboy minta di elus.. Gue udah nggak tahan Bi" bisik nya ditelinga Rubi. Sambil meremat Dada Rubi.
"Tapi Kak? ini kantor??"
Brian terus membelai dan mencium Bibir Rubi dengan penuh Gairhah.
"Please..Boy butuh penyelesaian Bi??" Pinta nya dengan Mesra,sesekali menggigit kecil telinga Rubi.
Dengan buru buru Brian mulai membuka ikat pinggang nya, baru saja Membuka Resleting
Mereka dikejut kan dengan suara ketukan pintu
"Damn it!!" umpat Brian ,karena otomatis Hasrat nya tidak terselesaikan, pasti membuat kepala nya pusing.
Rubi juga buru buru beranjak dari Meja dan merapikan pakain nya.
"Lo masuk ke kamar! kunci dari dalam!" perintah Brian.
Di ruangan Brian terdapat Ruangan yang dibuat kusus untuk di jadikan kamar nya,
__ADS_1
"Sorry Pa! tadi Brian di toilet..maka nya agak Lama.." Bohong Brian saat membuka pintu,
"its oke!" Papa masuk dan duduk di sofa
"Tumben Papa kesini??"
"Papa Mampir sekalian mau ngasih tahu, besok kamu yang ketemu Klien dari Brunei mewakili Papa..karena ternyata Besok jadwal nya benturan sama Papa.."
"Oke Pa.."
Kurang lebih nya hampir satu jam Papa ngobrol mengenai pekerjaan bersama Brian.
"KeluaR..Papa udah pulang!" pesan chat Brian untuk Ruby.
"Siapa tadi Kak?? Lama banget" tanya Rubi
"Papa!"
"Aku keluar dulu Kak..takut di cari sama Kak Jeha!"
"Tunggu!" Brian meraih pergelangan tangan Gadis itu. "Mulai ntar malem..Lo pulang ke aja Appartemen Lo yang baru.."
"Nanti malem?? emang udah jadi??"
"Udah?? Gue nggak mau Hubungan kita diketahui orang orang, Mama Gue udah mulai curiga..pasti bakalan sering mampir! Apalagi sebentar Lagi Gue bakal Tunangan.. Lo tau kan maksud Gue??"
"Iya.. Gimana dengan Apartemen ku??".
"Lo tenang aja! nggak perlu khawatir.. itu Gue dapet dari uang Gue sendiri.. Bokap dan nyokap nggak bakalan tahu, karena Gue beli tanpa sepengetahuan mereka.."
"Tapi baju ku dan yang lain gimana Kak??"
"Tadi Gue udah nyuumruh orang buat nganterin semua nya..ntar tinggal Lho cek aja!"
"Oke!"
"Tapi Gue pulang ke Appartemen Lo besok Malam! "
"Baik.." Ruby meninggal kan ruangan.
Setelah keoergian Rubi, Brian membayang kan Hal hal konyol yang telah di lakukan nya bersama Rubi, Cowok itu sendiri merasa heran , kenapa diri nya sangat tertarik dengan tubuh gadis polos itu.
"Gila! Padahal tu bocah nggak ada seksi seksi nya!" Gumam Brian sambil cengar cengir.
__ADS_1