Tabu

Tabu
Tabu11


__ADS_3

" Kak Jeha!! itu bukan nya Artis Yang sering nongol di tv???? Yasinta Sudirdja kan??" tanya Ruby antusias, takjub melihat kecantikan nya.


" Iya Bi???" Jeha menanggapi nya dengan biasa biasa saja, Tanpa memaling kan pandangan nya dari layar Komputer


" Ngapain kesini ya Kak??"


" Mau kemana??" Jeha menarik tangan Rubi yang hendak mengikuti Sinta.


"Mau minta Foto.." jawab nya dengan polos


"Memang nya kamu belum tahu siapa Yasinta?? terus Kenapa bisa sampai datang kesini???"


ruby hanya menggeleng tidak mengerti


"Yasinta Sudirja itu Pacar Pak Bryan.. Sebentar lagi mereka akan bertunangan.."


Rubi meringsut kembali duduk, "Oooooh gitu.."


"Nggak usah minta foto segala, Nanti kamu bakalan sering ngeliat dia disini kok!".


***


"Saaayaaang" sapa Sinta bergelayut manja.


"Hmm.."Brian sibuk dengan Laptop nya..


"Kok gitu sih, Sambut kek!" Sinta merajuk, mencebikan bibir nya.


"Ya bentar! ini kerjaan ku belum selesai..."


"Nanti terlambat Lho sayang! kirain kamu udah siap.. tega banget sih! ngebiarin aku nunggu..."


"Iya...sorry bentar doang, Nih hampir selesai. Nunggu laporan terkirim aja!"


mereka akan pergi menghadiri perayaan ulang tahun salah satu artis teman Sinta.


tiba-tiba ponsel milik Brian berbunyi, cowok ganteng itu langsung memeriksa notifikasi yang ada di ponselnya ternyata Ia mendapat pesan chat dari Ruby.


"Kak..Aku minta uang, buat belanja stok makanan"


"Lo masuk aja keruangan Gue, Ntar Lo bilang mau ngambil berkas..ntar uang nya Gue selipin..!"


10 menit kemudian, ruby memberanikan diri untuk mengetuk dan masuk ke dalam ruangan Brian.


benar apa yang sudah di duga, Disana Rubi meihat Sinta memeluk Brian dari arah belakang, padahal Cowok ganteng itu sedang memakai Kemeja..Dada Bidang nya terlihat dengan Jelas..


"Permisi.." sapa nya dengan menunduk

__ADS_1


lalu Sinta melepaskan pelukannya,merasa tidak enak pada Gadis berkacamata itu.


"Sayang! ada tamu!" kata Sinta.


"Ohhh berkas nya sudah saya siap kan.." kata Brian berjalan mendekati meja untuk mengambil map tersebut sambil mengancing kan kemeja nya.


"Terimakasih Pak..!" Gadis itu mengangguk kemudian menunduk dan meninggal kan ruangan.


"Anak Baru ya??" tanya Sinta


"Anak Magang..."jawab Brian sambil menata kerah nya


"Oh! Pantesan kayak nya aku nggak pernah ngeliat dia disini.


*****


Ruby masih asik memilih dan memilah isi perdapuran, serta beberapa stock makanan mentah. karena selama ini ia terbiasa dengan masakan rumahan. gadis polos itu Berencana untuk memasak sendiri di rumah karena kalau beli di luar, Rasa nya tidak sesuai dengan selera lidah nya.


"Cukup lah kalau buat seminggu! palingan aku sendiri yang makan.." ucap Gadis itu, dan segera menuju kasir.


di saat ia antri, tanpa disengaja matanya melihat ibu-ibu yang tanpa sengaja menjatuh kan dompet nya, Ibu itu sebenar nya ingin memasukkan dompet tersebut ke dalam tas , bukan nya masuk tapi malah jatuh


ruby dengan cepat mendorong trolinya tepat di depan kasir "Mbak tolong hitung dulu! nanti saya kesini lagi!"


dengan buru-buru ruby langsung mengambil dompet tersebut dan mengejar si Ibu pemilik dompet.


"Aduh! terus gimana dong ini dompet nya" kata ruby dengan panik.


lalu ia kembali lagi,untuk membayar belanjaan nya. dengan perasaan takut ruby memberanikan diri untuk membuka dompet tersebut.


benar sekali di sana berjejer dan bertumpuk uang ratusan ribu dan beberapa kartu penting. Untung saja di dalam dompet ada KTP si Ibu, jadi Rubi berencana untuk mengembalikan dompet tersebut.


Setelah turun dari Taxi, mata nya langsung takjub melihat Rumah yang tertera pada KTP tersebut.


Rubi langsung bertanya pada Pak Satpam


"Permisi Pak..saya mau tanya, apa benar ini Rumah ibu Liana Atmaja" tanya Rubi dengan menunjukan KTP


"Benar! Mbak ini siapa ya Kok bisa punya KTP Ibu Liana??"


" Ibu Liana nya ada nggak Pak?? gini tadi saya menemukan Dompet beliau yang terjatuh di depan kasir.. "


" Ya sudah begini saja.. Tunggu saja sebentar di sini ..biar saya panggilkan Ibu, kebetulan Ibu juga baru pulang".


Tak Butuh waktu lama, Pak Satpam datang dengan perempuan paruh baya yang terlihat sangat modis dan cantik datang menemui dirinya.


ruby masih duduk dan menunduk

__ADS_1


"Selamat Sore..Apa benar Mbak telah menemukan dompet saya?? Siapa ibu Liana dengan ramah dan sopan.


Kemudian Rubi mengangkat wajah nya. "Benar Bu.. Sebelumnya saya minta maaf Sudah berani dan lancang membuka dompet ibu .. tapi saya berani sumpah saya nggak ngambil apapun dari dompet ibu?" jelas nya, membuat Liana tersenyum.


" Saya hanya membuka dompet untuk mencari KTP, supaya saya bisa mengantarkan dompet ini kepada pemiliknya..." Jelas nya lagi.


" Iya tidak apa-apa justru saya bersyukur dan berterima kasih karena kamu telah mau mengembalikan Dompet saya.."


" ini Bu dompetnya" Rubi mengulur kan dompet tersebut " Ibu bisa mengeceknya terlebih dahulu.."


" Ayo masuk dulu kita ngobrol dan minum teh.."


" Terima kasih Bu saya langsung pulang saja"


" Ayo masuk sebentar..anggap saja sebagai bentuk rasa terimakasih saya.. pasti nya saya akan sedih kalau kamu menolak. "


"Tapi????"


"Ayo masul dulu.." paksa tante Liana serambi merangkul pundak Rubi.


rumah Ibu Liana benar-benar ba istana di dunia nyata.


" Oh iya dari tadi kita belum sempat berkenalan ya.. siapa nama kamu gadis cantik"


"Nama saya Rubi bu.."


"Jangan panggil saya ibu, panggil saja Tante Liana.. saya sangat berterima kasih sekali kepada kamu ruby... sudah mau repot mengantar kan dompet saya yang terjatuh! Tante nggak tahu lagi, kalau dompet ini sampe jtuh ke tangan orang jahat! karena semua Kartu penting dan surat-surat ada di dalam dompet ini"


ruby hanya mengangguk dan tersenyum


"Ayo Diminum dulu..."


setelah sedikit berbincang-bincang dan minum teh Rudi berpamitan kepada tante Liana untuk pulang.


"Kok Buru buru sih Bi?? Lain kali main kesini ya ke Rumah tante.."


Rubi hanya tersenyum,


"Apa ini tantte????" ruby tak percaya jika tante Liana akan memberinya Lembaran uang yang cukup banyak kepada nya.


"Tidak tante. saya ikhlas nolongin tante," tolak Rubi dengan halus.


"Nggak apa apa..ayo di terima saja buat ongkos..dan tante mengucap kan banyak terimakasih.."


"Tante maafin ruby.. bukannya ruby nggak mau menerima, ruby ikhlas kok menolong tante.. lebih baik uang ini disimpan atau diberikan kepada orang yang membutuhkan saja ya Tan????"


tante Liana takjub akan perilaku gadis pendiam yang ada di depannya, dan tak segan-segan tante Liana langsung memeluk Rubi

__ADS_1


"Kapan kapan kita ketemu lagi ya Bi?? pokok nya jangan sungkan kalau mau main ke rumah tante"


__ADS_2