Takdir ?!

Takdir ?!
Inikah Takdir


__ADS_3

inikah takdir?!


takdir yang seakan mempermainkan, membolak - balikkan hati dan mengkoyak nya tanpa ampun, menerbangkan hati serta perasaan ke langit dan kemudian dengan mudahnya hati ini dijatuhkan hingga ke dasar bumi.


Author POV


mendung...


yahh langit terlihat mendung dengan sesekali meneteskan butiran airnya ke permukaan bumi, terlihat damai dan sejuk namun terasa dingin dan gelap.


seakan mewakili hati dua insan yang sedang terbaring tak sadarkan diri didalam ruang operasi.


seorang pria yang tampan, berpostur tinggi dengan warna kulit yang putih serta memiliki bentuk tubuh yang six pack.


hidungnya mancung, bola matanya hitam dengan senyum yang menawan panggil saja dia Hari Dermawan. Dengan hati gembira serta senyum yang mengembang menjalani operasi transplantasi sumsum tulang belakang, karena dalam benaknya dia yakin akan sembuh setelah melakukan prosedur tersebut.


tanpa dia tahu disisi lain ada seorang wanita dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu pendek, dengan bentuk tubuh yang sintal, retina mata hitam dan senyum manis dibibir dengan belahan dibagian bibir bawahnya sebut saja Astri Nugroho yang entah dia tidak tahu harus bahagia atau bersedih dalam waktu yang bersamaan, di satu sisi dia merasa bahagia bisa bertemu kembali dan menolong seseorang dari masa lalu yang begitu sangat dia rindukan, yang menempati relung terdalam dan terkecil dalam hatinya tetapi di sisi lain dia sangat sedih dan terluka melihat prianya menderita sakit.


Hari POV

__ADS_1


Aku sangat bahagia karena hari ini aku mendapatkan pendonor yang cocok untuk ku, aku sangat bersyukur dan berterima kasih padanya karena telah mau dan bersedia menjadi pendonor ku, meskipun aku tidak tahu dia laki-laki atau perempuan karena sang pendonor meminta agar identitasnya dirahasiakan kepada keluarga pasien, tapi aku tetap berterimakasih dan berharap suatu saat aku akan bisa bertemu dengannya dan mengucapkan terimakasih secara langsung.


Saat aku memasuki ruang operasi entah kenapa jantungku berdegup sangat kencang, degup jantung yang sudah lama tidak pernah aku rasakan, degup jantung yang sudah lama aku coba lupakan. Hatiku terasa sesak dan nafasku terasa berat seakan aku akan bertemu dengan seseorang yang sudah lama tidak kulihat, seseorang yang tetap bersemayam jauh di lubuk hati ku yang paling dalam, seseorang yang memiliki separuh nafas dan nyawaku, seseorang yang tidak sedetikpun aku lupakan.


Tapi nihil, aku tidak bisa menemukannya diruang tersebut, aku hanya melihat Dokter dan beberapa petugas medis. Perasaan apa ini, apakah ini halusinasi ku saja atau hanya perasaan rinduku saja yang teramat dalam sehingga membuat jantungku seakan maraton seperti ini.


Ya mungkin benar dan semoga benar ini hanya perasaan rinduku saja.


Astri POV


Tuhan, aku sangat merindukannya ingin sekali aku berlari memeluknya dan mengatakan bahwa aku masih tetap merindukannya, tapi itu tidak mungkin diantara kami selalu ada tembok semu yang membatasi kami untuk bahagia bersama.


Author POV


Setelah beberapa jam operasi pun selesai, semua berjalan lancar dan berhasil, ada senyum kebahagian terpancar dari orang-orang yang menunggu diluar ruang operasi, mereka sangat bersyukur atas keberhasilan ini.


Hari dipindahkan ke kamar rawat inap VVIP disalah satu rumah sakit terkemuka di Inggris, disampingnya ada istri yang setia menunggu, dia adalah Sherly Dermawan serta kedua anaknya Kevin dan Keyla Dermawan.


Mereka bisa bernafas lega karena papa mereka telah siuman dan masa kritisnya telah terlewati, mereka sedang sedikit berbincang mengenai perasaan papa mereka setelah menjalani transplantasi tadi, namun ada semburat tegang dan khawatir yang terpancar dari mimik wajah mama mereka meskipun tidak ada yang sadar akan hal itu.

__ADS_1


Sedangkan Astri dibawa keruang inap yang letaknya jauh dari ruang inap Hari agar mereka tidak sengaja saling bertemu.


Dimas dan Dias tersenyum bahagia karena Astri telah sadar dan baik-baik saja.


Author POV


satu Minggu sebelum operasi


"Astri, aku mohon padamu tolonglah suamiku. Dia membutuhkan mu, aku sudah melakukan segala hal termasuk mengecek semua anggota keluarga tapi tidak ada satupun yang cocok, kamu adalah harapan terakhirku" seru Sherly sambil berlinang air mata.


Astri hanya diam membisu dengan butiran air mata yang jatuh tanpa ijin sudah membasahi pipinya, dia tidak tahu harus berkata apa, hatinya ingin melakukannya tapi logika tertahan oleh pandangan dua orang tercintanya seakan mempertanyakan gerangan apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat dua orang wanita yang saling bersimpuh berurai air mata.


"bolehkah aku berbicara dahulu kepada keluargaku?!" seru Astri.


Dia tidak bisa memutuskan semua ini sendiri karena dia bukan lagi wanita lajang yang bisa seenaknya mengambil keputusan.


Sherly mengangguk sebagai tanda ia setuju.


Tinggallah 3 orang anak manusia yang saling duduk berhadapan didalam kamarnya Astri Nugroho, Dimas Nugroho suaminya, dan Dias Nigroho putrinya.

__ADS_1


Mereka terlah siap mendengarkan segala cerita dari Astri untuk menjawab semua kebingungan dan rasa penasaran mereka dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Astri dan wanita tadi yang bersimpuh memohon pertolongan tadi.


__ADS_2