
Author POV
Plakk
Plakk
"Aww, sakit Papa ampun" jerit Sherly.
"dasar, anak kurang ajar, kamu bodoh atau gimana" bentak Papanya Sherly.
"Ampun pa" rengek Sherly.
"udah bagus Papa carikan calon suami yang bagus dan bisa menjamin masa depan kamu, dasar tidak tahu diuntung" bentak Papanya Sherly.
"Sherly minta ma'af Pa, Sherly khilaf" ucap Sherly.
"khilaf kata kamu?!, jika khilaf kenapa bisa sebanyak itu dan kamu lakukan hal itu rentan 3 bulan setelah kamu tunangan?!. Kamu mikir nggak sih Sherly, kamu bisa saja kehilangan aset masa depan kamu jika tuan Dermawan nggak ngasih dispensasi ke kita hah?!. Untung Papa kamu ini berteman sejak kecil jadi dia masih bermurah hati sama kamu dan mau mema'afkan kebodohan kamu itu" terang Papanya Sherly.
"ampuni Sherly Pa, Sherly janji nggak akan ngulangin hal itu lagi" rengek Sherly.
"jangan pernah coba kamu ulangi hal itu jika kamu masih ingin hidup enak" titah Papanya Sherly.
"baik Papa" jawab Sherly.
"kompres pipi kamu biar nggak bengkak" kata Papanya Sherly.
"iya Papa, Sherly ijin ke kamar dulu" jawab Sherly.
Author POV
Setelah pamit kepada Papanya, Sherly berlalu menuju kamar tidurnya untuk mengobati pipinya yang berdarah dan sedikit bengkak karena tamparan keras yang diterimanya.
Dia mengumpati Hari karena kesal atas respon Hari yang tega mengirim segala bukti Sherly berpacaran dengan orang lain setelah dia menyandang status sebagai tunangan dari Hari Dermawan pewaris penerus Perusahaan keluarga Dermawan.
Sherly POV
Kurang ajar kamu Hari, kamu beneran kirim foto-foto dan rekaman video itu ke Papi kamu.
__ADS_1
Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang.
Author POV
Hari dan Astri memutuskan untuk bolos sekolah karena sudah terlanjur telat untuk berangkat ke sekolah.
"kita mau jalan-jalan ke mana?" tanya Astri sambil membonceng motor Hari.
"kerumah aku dulu, aku mau ganti baju dan ngembaliin tas sekolah dulu" terang Hari sambil berkonsentrasi mengendarai motornya.
"hhmm gitu" gumam Astri.
Setelah sampai rumah Hari, dia langsung mengganti bajunya dan juga kendaraannya.
"Ayuk sayang" ajak Hari.
"nggak naik motor?" tanya Astri.
"nggak, kita naik mobil saja. Aku nggak mau ketahuan bolos kalau kita motor-motoran dijalan dan ada salah seorang guru yang lihat lagi kebetulan lewat" jelas Hari.
"hhmm gitu" jawab Astri.
Hari mengendarai mobil menuju sebuah pantai. Sepanjang perjalanan mereka hanya sedikit mengobrol karena Astri yang lebih sering melihat keluar jendela untuk menikmati pemandangan perjalanan menuju pantai.
Setelah sekian lama akhirnya mereka berdua tiba disebuah pantai yang masih asri dan berpasir putih yang bersih, terlihat sekali bahwa belum ada sampah yang bertebaran disana, entah karena baru dibersihkan oleh pengelola atau memang kebersihan lingkungannya yang dijaga.
Mereka berdua berjalan dipinggir pantai sambil bergandengan tangan dan menikmati hembusan angin pantai yang cukup sejuk karena terhitung masih pagi untuk ke pantai.
"sampai kapan kita masih bisa bergandengan tangan seperti ini" tanya Astri tiba-tiba.
"sampai yang kamu mau" jawab Hari.
"kalau aku maunya sampai kita lulus SMA gimana?" ucap Astri.
Hari seketika menghentikan langkahnya.
Astri menarik nafas dan menghadap ke arah laut untuk menjernihkan pikiran.
__ADS_1
"aku tahu kalau kamu akan menikahi Sherly setelah kamu lulus sekolah nanti, aku juga tahu kamu nggak bisa berbuat lebih lagi untuk hubungan kita ini. Kita masih cukup muda untuk membuat keputusan yang sangat ekstrim seperti meninggalkan keluarga kita untuk bisa bersama mempertahankan hubungan ini karena rasa tanggung jawab kita belum cukup besar untuk itu. Aku yakin kamu juga tahu itu" terang Astri.
"bukankah kita sudah membahas ini tadi pagi sayang, dan kamu juga sudah tahu jawaban ku kan?" terang Hari.
"iya aku tahu. Aku hanya ingin bilang, bagaimana kalau kita nikmati sisa waktu kita bisa bersama ini dengan kenangan yang indah, kenangan yang tidak bisa kita lupakan, kenangan yang akan membuat kita tersenyum dan menangis secara bersamaan, kenangan yang akan kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak bahwa dulu kita pernah punya cinta yang kita jaga dan perjuangkan bersama meski itu hanya sebentar" ucap Astri.
Hari memeluk Astri erat sambil menangisi takdirnya yang begitu rumit.
"ma'afkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk kamu, bahkan untuk tetap menggandeng tangan kamu pun aku nggak mampu" ucap Hari yang mengeratkan pelukannya.
"nggak apa-apa, aku bahagia kok bisa mengenal kamu dan pernah menjadi yang terindah dihati kamu" jawab Astri.
"nggak, kamu bukan pernah tapi akan menjadi selalu dan selamanya" ucap Hari.
"semoga" ucap Astri.
"aku sangat mencintai kamu Astri" ucap Hari.
"aku lebih sangat mencintai kamu Hari" ucap Astri.
Mereka menikmati hari mereka bermain air dan pasir dipantai yang sepi karena memang bukan weekend dan masih pagi.
Dari kejauhan ada sepasang mata yang terus mengawasi mereka berdua. Ya dia adalah Johan yang kurang lebih sudah 6 bulan menjaga Astri dari kejauhan.
Johan POV
Pantas saja aku ditugaskan menjaga nona Astri yang notabene gadis biasa, ternyata tuan Hari adalah anak dari konglomerat yang sangat perpengaruh di Inggris dan Indonesia.
Aku kira mereka hanya sepasang kekasih yang saling mencintai dengan sederhana ternyata hubungan mereka sangat rumit.
Entah sampai kapan aku akan bertugas untuk menjadi body guard tak terlihatnya nona Astri, karena jika dilihat-lihat tuan Hari sangat mencintai nona Astri. Apa mungkin sampai nanti sampai waktu yang belum bisa aku bayangkan karena sifat tuan Hari yang begitu mencintai nona Astri bahkan dia rela bertukar nyawa untuknya. Entahlah.
Astri POV
Cinta ku sangat sederhana namun juga sangat dalam.
Meskipun aku tahu cinta ini sulit untuk bersatu namun aku berjanji untuk tetap menyimpannya dalam hati ku tanpa ada seorang pun yang tahu.
__ADS_1
Hari POV
Takdirku dan takdirnya mungkin tak sejalan tapi aku yakin cinta ini satu kata, satu rasa, dan satu jiwa.