Takdir ?!

Takdir ?!
Sherly


__ADS_3

Sherly POV


Hai kenalin aku Sherly, aku cewe' blesteran Inggris yang kesangkut di Indonesia gara-gara Hari, iya Hari Cowok super dingin tapi ganteng itu yang saat ini berpacaran dengan Astri.


Sebenarnya kita tuh berteman sejak kecil waktu di Inggris karena kedua ora tua kami bersahabat dan bekerjasama dalam bisnis tapi tetap saja walaupun kita sering ketemu dia tuh nggak pernah senyum tulus ke aku. Aku sendiri nggak tahu alasannya kenapa.


Tapi Hari itu untuk pertama kalinya sejak aku kenal Hari aku baru pertama kali lihat dia senyum tulus kepada orang selain Dio lohh y. Dia gadis yang menurut aku tidak lebih cantik dari aku, gadis biasa saja menurut aku dan gadis dari latar belakang yang sangat berbeda dari Hari. Dia mampu membuat Hari tersenyum, benar-benar tersenyum dari hati yang aku sendiri belum pernah mendapatkannya yang bahkan aku sudah menyandang status sebagai tunangan dari Hari Dermawan.


Entah kenapa sejak hari itu hatiku terasa sakit, aku tidak tahu jelas alasannya hanya saja seperti mulai ada kata cemburu dalam hati ku. Dulu bahkan aku tidak tertarik dengan Hari karena bagiku dia itu cowok yang nggak romantis sedangkan type ku adalah cowok romantis jadi aku nggak pernah berfikir akan jatuh cinta kepadanya dan pada dasarnya hubungan kami adalah hubungan bisnis jadi aku tidak berharap lebih.


Namun sejak saat gadis itu muncul hati ku jadi tidak karuan, selalu ingin marah saat melihat mereka bahagia bersama, saat mereka saling melempar tatapan penuh cinta ingin rasanya aku berteriak bahwa cowok itu adalah milikku dia adalah tunangan ku tapi apa daya akulah yang terlebih dahulu mengkhianati hubungan ini sejak awal karena pada dasarnya aku tidak menerima pertunangan ini.


Rasa cemburu ini tidak bisa aku kontrol, sisi jahat dalam diriku memaksaku untuk melakukan apa saja agar mereka berpisah. Mungkin terdengar jahat tapi apa aku salah jika aku ingin mempertahankan apa yang telah menjadi milik ku walaupun belum dimulai?!.


Cinta bodoh, kenapa kamu datangnya telat, coba saja kamu datang lebih awal mungkin nggak akan serumit ini kan jadi y dan aku nggak bakal sejahat ini.


Author POV


Hari berganti hari, waktu terus berjalan tanpa bisa dihentikan begitupun dengan takdir dua insan yang saling mencintai itu.


Setiap hari mereka lewati dengan penuh cinta meski mereka tahu bahwa sangat sulit untuk tetap bersama selamanya.


Mereka melewati hari dengan membangun kenangan yang akan terus mereka simpan dalam ingatan mereka bahwa mereka pernah berjuang bersama atas nama cinta, mereka pernah berjuang bersama untuk cinta dan mereka pernah berjuang bersama untuk mengubah sebuah takdir cinta.


Seperti saat ini mereka berdua duduk ditepi pantai dengan menikmati indahnya sunset disebuah pantai yang selalu mereka kunjungi setiap sore hari. mereka saling menggenggam tangan satu sama lain untuk menguatkan agar mereka tetap tegar dan tetap bisa berdiri tegak dengan apapun yang akan terjadi nanti.


"sayang, mau kah kamu berjanji padaku?" tanya Hari.


"apa?" jawab Astri.


"janji dulu" kata Hari.


"lah gimana mau janji jika aku nggak tahu janji apa itu?" kata Astri.

__ADS_1


"ihh dasar y kamu tuh" kata Hari sambil mengusap Surai milik Astri.


"setelah kita benar-benar terpisah dan suatu hari nanti kita dipertemukan lagi oleh takdir bukan aku yang cari kamu atau kamu yang cari aku atau bahkan orang lain yang mempertemukan kita, kamu janji y sama aku apapun yang terjadi kamu harus dengerin kata hati kamu dengan apapun permintaan aku ataupun permohonan aku, kamu nggak boleh menghindar atau pura-pura nggak kenal sama aku. Karena aku janji sama kamu sampai kapanpun aku akan tetap menjaga cinta kita dan kapanpun hari itu akan datang aku akan tetap meminta kamu untuk tetap tinggal disisiku. Tapi kamu jangan khawatir aku akan menerima keputusan dari kamu apapun itu nantinya asal kamu jujur dengan hati kamu dan selama cinta ini masih ada dalam hati kamu" ucap Hari.


"apa mungkin kita bisa bertemu lagi?, apa mungkin kamu akan tetap mencintai aku seperti saat ini di masa depan nanti?, apa mungkin kamu masih tetap mengingat cinta ini suatu hari nanti?" ucap Astri.


"aku yakin akan tetap menjaga cinta kita ini, meskipun untuk saat ini aku belum bisa membuat cinta ini mempersatukan kita" kata Hari.


"benarkah?" kata Astri.


"berjanjilah" kata Hari sambil memandang lekat mata Astri.


"aku janji" ucap Astri akhirnya setelah melihat kejujuran dan ketulusan dari mata Hari.


Disisi lain Dio sedang duduk didalam sebuah resto yang tidak jauh dari Hari dan Astri duduk ditepi pantai, entah kenapa akhir-akhir ini Dio selalu merasa was-was akan hal yang dia tidak ketahui tapi dia selalu merasa ada hal buruk yang akan terjadi dengan Astri atau sahabatnya Hari.


Oleh sebab itu Dio lebih sering ikut Johan memantau Astri. Seperti saat ini mereka berdua dengan fokus dan serius mengamati sekitar dan memastikan bahwa semuanya aman.


Bagi Dio Hari sudah seperti adiknya sendiri oleh karena itu dia juga menganggap Astri sebagai adik iparnya yang harus dia jaga karena Hari sangat mencintai Astri.


"Han menurut mu ada yang aneh tidak" tanya Dio.


"aku hanya merasa bos tapi belum bisa menemukan apa itu" jawab Johan.


Plakkk


"kau ini ditanya jawabannya nggak jelas gitu" kata Dio sambil memukul lengan Johan.


"ma'af bos" ucap Johan.


"sudahlah lupakan" kata Dio.


"bos, apa Bagas termasuk orang yang anda tugaskan untuk mengawasi nona Astri?" tanya Johan.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Dio.


"aku sering melihat Bagas berusaha melindungi nona Astri dari belakang, jadi sebelum saya bertindak jika ada orang-orang yang gangguin nona Astri dijalan pasti Bagas sudah mendahului saya, tapi saya berterimakasih juga kepada Bagas karena sampai detik ini nona Astri belum pernah melihat saya jadinya" terang Johan.


"apa setiap saat?" tanya Dio.


"tidak bos, sepertinya saat Bagas ada waktu saja" terang Johan.


"tetap awasi Bagas juga jangan sampai lengah" titah Dio.


"baik bos" jawab Johan.


Merasa hari makin gelap Hari dan Astri memutuskan untuk pulang, tapi sebelum itu mereka mampir makan kesebuah resto terlebih dahulu yang berada disekitar jalan menuju komplek perumahan tempat tinggal Astri.


Mereka memesan makanan yang mereka ingin makan, sambil menunggu pesanan datang mereka mengobrol hal-hal ringan.


"sayang, ceritain tentang keluarga kamu dong" ucap Astri.


"kenapa hmm?" kata Hari.


"ya pengen tahu saja" kata Astri.


"keluarga aku tuh bisa dibilang keluarga bahagia juga bisa dibilang tidak bahagia juga, kami hidup dengan sangat berkecukupan Papi berhasil mengembangkan perusahan warisan dari kakek dengan baik dan penuh tanggungjawab tapi karena itu juga kami sebagai anaknya hidup dalam penuh tekanan meskipun sebuah kebutuhan kami dan keinginan kami dapat dengan mudah dipenuhi oleh kedua orang tua kami. Teman, pergaulan, baju, sekolah dan bahkan pasangan hidup kami semua telah diatur dan ditentukan oleh orang tua kami dan bisa kami tolak. dulu waktu kecil aku sangat senang karena aku adalah anak laki-laki satu-satunya dalam keluarga Dermawan dan itu membuat aku lebih diutamakan dari pada kedua saudariku. Tapi setelah aku besar dan semakin tahu makna dari kata pewaris membuat aku menyesal menjadi anak laki-laki satu-satunya di keluarga Dermawan. Aku kira hanya aku yang akan dijodohkan karena aku adalah pewaris tapi ternyata aku salah, iya karena kakak perempuan ku Harleen juga dijodohkan dengan pilihan Papi aku meskipun Papi tidak terlalu besar mendapatkan keuntungan dari perjodohan itu karena Papi aku adalah pihak perempuan jadi Kentungan terbesar ada di pihak laki-laki. aku juga mempunyai seorang adik perempuan dia Harmonie dia sangat manis tapi juga pendiam suatu hari nanti aku pasti akan mengenalkan kamu dengan adikku itu" ucap Hari.


"hidup kamu pusing juga y?" kata Astri.


"yah begitulah" kata Hari.


"tapi apa mungkin aku bisa kenalan sama saudari kamu y?" kata Astri.


"pasti bisa sayang" kata Hari.


"hhmm" gumam Astri

__ADS_1


Akhirnya setelah menunggu makanan mereka pun datang, mereka makan dalam hikmat dan tenang menikmati setiap suapan makanan yang mereka pesan.


__ADS_2