
Author POV
Setelah pernyataan cinta Hari ke Astri diterima, sekarang mereka sedang duduk di pasir pantai dengan menghadap kelaut.
Mereka duduk bersebelahan dengan tangan yang saling menggenggam erat dan perasaan berdebar mereka yang seakan saling bersautan.
"Hubungan seperti apa antara kamu dan Sherly?" tanya Astri.
"hubungan diantara kami adalah hubungan bisnis, kami bertunangan untuk keperluan bisnis kedua orang tua kami" jawab Hari.
"apa kamu mencintainya?" tanya Astri.
"tidak, tapi aku menyayanginya sebagai seorang kakak yang menyayangi adiknya. Kami tumbuh bersama jadi rasa sayang itu pasti ada tapi hanya sekedar kakak beradik. Orang yang aku cintai adalah kamu Astri" jawab Hari.
"Kenapa kamu begitu khawatir saat Sherly menemui ku?" tanya Astri.
"aku kenal betul siapa Sherly, dia adalah orang yang sangat ambisius, selalu ingin nomor satu, tidak mau dikalahkan dan nekat. Aku khawatir kalau dia akan menyakiti kamu karena dia telah kalah dari kamu" terang Hari.
"Dia anak tunggal jadi dia terbiasa mendapatkan apa yang dia mau, dan jika dia gagal maka orang lain tidak boleh berhasil" jelas Hari.
"hhmm kenapa kamu mencintai aku?" tanya Astri malu-malu.
"karena itu kamu, aku mencintai kamu tanpa alasan" jawab Hari.
"iisshhh jawaban apa itu?" kata Astri.
"bagi ku mencintai kamu adalah kewajiban jadi aku nggak perlu sebuah alasan untuk mencintai kamu" kata Hari.
"gombalan kamu pakkk" kata Astri.
"ihhh aku nggak gombal tahu" kata Hari.
"iya iya, aku percaya" kata Astri.
"menurut kamu seberapa lama kita bisa bertahan?" tanya Astri.
"aku tidak tahu, tapi yang jelas aku akan tetap memperjuangkan kamu sampai nafas terakhirku" jawab Hari.
"semoga" jawab Astri.
Tidak terasa hari mulai petang, pernyataan cinta mereka ditutup dengan sunset yang indah hari ini.
Mereka sudah meninggalkan pantai, sekarang mereka sedang berada disebuah penjual nasi goreng kaki lima. Meskipun kaki lima tapi warung makan itu sangat ramai bahkan mereka harus mengantri hanya untuk makan nasi goreng.
"baby kita pindah tempat saja gimana?, disini terlalu ramai lagian udah 30 menit kita ngantri lho ini" kata Hari.
"aku bukan bayi, dan aku mau makan di sini, nasi goreng disini terkenal enak soalnya, tunggu bentar lagi y y y" rengek Astri.
"haduhhh baiklah sayangku, 15 menit lagi kita tunggu kalau lebih kita pindah y" tawar Hari.
"siap 86, terimakasih sayang" kata Astri.
"cieee cieee sudah berani panggil sayang" goda Hari.
"apaan sihh, nggak boleh?!" Rajuk Astri.
__ADS_1
"ihh ngambek, boleh dong sayang apa sih yang nggak buat kamu" kata Hari.
Setelah lama mereka menunggu, akhir mereka mendapat giliran untuk pesan makanan. Tidak butuh waktu lama untuk mereka menunggu pesanan datang.
Mereka memakan nasi goreng pesanan mereka dengan lahap, entah karena enak atau karena mereka terlalu lapar karena lama menunggu.
Disela kegiatan makan, mereka isi dengan obrolan.
"apa yang membuat Sherly kalah dari aku, sedangkan aku tidak merasa pernah bersaing darinya?" tanya Astri penasaran.
"kamu hanya perlu sepuluh detik untuk mendapatkan hati dan cintaku, sedangkan dia sampai detik ini tidak pernah mendapatkan itu. Mungkin awal kami bertunangan karena bisnis, tapi lama kelamaan aku tahu Sherly menyimpan rasa untuk aku" terang Hari
"rasa" tanya Astri.
"iya, Sherly diam-diam mulai mencintai aku, mungkin karena terbiasa bersama jadi dia mulai memiliki rasa itu. aku tahu setelah aku tidak sengaja bertemu dengan salah satu mantannya, dia mengatakan kalau alasan Sherly bergonta-ganti pacar adalah pelampiasan karena aku tidak pernah menyadari perasaannya, sebenarnya bukan aku tidak menyadari tapi aku memang tidak peduli dengan rasanya" kata Hari.
"jahat, kenapa kamu nggak peduli" kata Astri.
"bukan jahat sayang, aku hanya tidak ingin memberi harapan palsu kepadanya, lebih baik dia tahu yang sebenarnya dari pada aku pura-pura perhatian kepadanya karena itu malah akan semakin dalam menyakiti perasaannya" terang Hari.
"ohh gitu, tapi ngomong-ngomong kamu jatuh cinta sama aku sepuluh detik?! kapan itu?" tanya Astri.
"saat kamu menghapus air mata kamu dan diganti dengan senyuman manis kamu dihari pertama kita bertemu" jawab Hari.
"benarkah?" tanya Astri.
"benar sayang ku, sejak saat itu jantungku selalu berdebar sangat kencang saat aku akan bertemu dengan kamu" jawab Hari sambil meletakkan tangan Astri didadanya.
"10 langkah?!" kata Astri.
"iya, awalnya aku tidak mengerti tapi setelah aku perhatikan debaran itu hanya muncul saat 10 langkah sebelum aku berhadapan dengan kamu dan debaran itu akan semakin kencang saat aku beratap muka dengan kamu" terang Astri.
Mereka saling berpandangan dengan penuh cinta.
"aku sangat mencintai kamu Astri" ucap Hari.
"aku juga" Kata Astri.
"juga apa?" goda Hari.
"y juga sama kayak kamu" kata Astri gelagapan.
"sama apanya sayang" goda Hari yang membuat si empunya makin merah bak kepiting rebus.
"aku juga sangat mencintai kamu" terang Astri malu-malu.
"terimakasih" kata Hari.
"untuk?" tanya Astri.
"telah mencintai aku" terang Hari.
Blushing...
Astri merasa malu sekarang, bahkan mungkin merah di pipinya telah sampai kebelakang telinganya.
__ADS_1
Hari mengantar Astri pulang karena malam telah larut. Saat mereka sampai didepan rumah Astri ternyata mereka berpapasan dengan ibunya Astri.
"lhoo sayang kamu dari mana?" tanya Ibunya Astri yang juga baru sampai didepan rumah.
"malam Tante, ma'af saya ngantar Astrinya kemalaman. Kami habis sedikit jalan-jalan dan makan malam Tante" terang Hari tanpa dikomando.
"malam nak Hari, ohh gitu. Yasudah terimakasih sudah mengantar anak Tante dengan selamat. tapi sebaiknya sekarang kamu pulang karena ini sudah cukup malam sayang" titah Ibunya Astri.
"baik Tante, kalau gitu saya pamit pulang dulu dan terimakasih Tante" pamit Hari sambil cium tangan.
"iya kamu hati-hati dijalan" kata ibunya Astri.
"aku pulang dulu y sayang" pamit Hari kepada Astri sambil mengelus pucuk kepala Astri.
"i--iya" jawab Astri gelagapan pasalnya Hari memanggilnya sayang didepan ibunya.
Akhirnya Hari melajukan motornya meninggalkan rumah Astri.
Astri menatap kepergian Hari sampai tidak terlihat lagi.
"ekhem, sudah pakai sayang nihh kayaknya" goda ibunya Astri.
"apaan sihh Bu" jawab Astri malu-malu.
"siapa dia sayang" tanya ibu Astri sambil mengajak Astri masuk rumah.
"dia Hari ibu" jawab Astri.
"kalau itu mah ibu tahu, orang dia sudah memperkenalkan diri. Maksudnya dia siapa kamu, pacar? tanya ibunya Astri.
"i--iya" jawab Astri sambil tertunduk malu.
"anak ibu sudah besar rupanya, yasudah kamu masuk kamar istirahat ibu juga mau istirahat" titah ibunya Astri.
"baik Bu" jawab Astri.
"selamat malam sayang" kata Ibunya Astri.
"malam ibu" jawab Astri.
Astri POV
Hari ini, kisah cinta kami dimulai.
kisah cinta yang kami harapkan berakhir bahagia.
kisah cinta yang ingin kami perjuangkan bersama.
kisah cinta anak SMA yang kami semogakan akan selalu bahagia.
Semoga, iya Semoga.
Hari POV
Bagiku kamu bukan hanya cinta pertama tapi juga cinta terakhir ku.
__ADS_1
Terlalu lebay memang tapi itu yang selalu aku semogakan untuk mu.