Takdir ?!

Takdir ?!
Belajar Bertahan


__ADS_3

Author POV


Hari menemani Astri dirumahnya sampai petang, Setelah itu Hari pamit untuk pulang dan berjanji akan menjemput Astri kembali untuk berangkat sekolah bersama.


"aku pulang dulu y sayang" kata Hari.


"iya, hati-hati dijalan" kata Astri.


Hari mengangguk sebagai tanda iya, kemudian Hari mengecup kening Astri sekilas sebelum dia menaiki motor maticnya.


Cup


Blushing


Pipi Astri memerah bahkan mungkin sudah sampai telinganya. Hari yang melihat ekspresi kekasihnya merasa gemas dan kemudian dia mengelus pucuk kepala Astri.


Setelah 15 menit akhirnya Hari sampai didepan rumahnya, Hari menghentikan motornya karena melihat Sherly menunggunya didepan gerbang rumahnya.


Hari mematikan mesin motornya dan membuka kaca helmnya.


"ada apa?" tanya Hari kepada Sherly tanpa turun dari motornya.


"kamu dari mana, kok baru pulang?" tanya Sherly tanpa menjawab pertanyaan Hari terlebih dahulu.


"dari rumah Astri, kenapa?" ucap Hari.


"ohh, kamu sudah pacaran dengannya?" tanya Sherly.


"sudah" jawab Hari.


"kamu nggak pengen buka pintu terus ngajak aku masuk gitu" kata Sherly.


"nggak minat, sana gih pulang" usir Hari.


"gadis itu sepertinya cukup berani, aku sudah mengatakan semua resikonya tapi dia tetap berani pacaran sama kamu" ucap Sherly.


Hari segera turun dari motornya dan mencengkeram pundak Sherly.


"apa yang kamu katakan kepadanya?" bentak Hari.


"ishhh ishhh ishhh santai sayang, lepasin dulu!" kata Sherly.


Hari terpaksa melepaskan cengkeramannya dipundak Sherly.


"ayok anterin aku jalan-jalan dulu nanti aku baru bilang" kata Sherly.


"tidak mau, dan aku akan cari tahu sendiri apa itu" ucap Hari.


"lagian sepertinya kamu sudah bisa keluar rumah sendiri sekarang tanpa aku jemput" kata Hari.


"ti--tidak, aku kan bi--bilangnya mau ke ru-rumah kamu, jadi aku bisa ke--keluar ru-rumah sendiri" jawab Sherly tergagap.


"terserah kamu, tapi buktinya kamu bisa sampai disini sendiri tanpa aku jemput dan ijin dengan orang tua kamu berarti kamu sudah bebas pergi sendiri tanpa aku harus menemani dong" terang Hari dan dia berlalu meninggalkan Sherly didepan pintu gerbang rumahnya.


"Hari ihhh kamu jahat sekarang" kesal Sherly karena gagal ngajak Hari pergi.


Esok paginya Hari menjemput Astri untuk berangkat sekolah bersama. tidak lupa sebelum mereka berangkat Hari selalu mengusak rambut Astri dengan gemas.


Tidak butuh waktu lama mereka akhirnya sampai disekolah. Mereka berjalan bersama melewati lorong sekolah untuk menuju kelas mereka, ditengah jalan mereka bertemu dengan Elli yang juga akan menuju kelas yang sama, akhirnya mereka berjalan bersama-sama dengan Elli yang setia menggandeng lengan Astri dan itu membuat Hari cemburu, karena dia tidak bisa melakukan itu saat sedang memakai seragam sekolah dan berada dilingkungan sekolah.


"apa?! iri y blleeekk" kata Elli sambil menjulurkan lidahnya ke arah Hari.


"sayang temen kamu nyebelin tuhh, pengen aku jitak kepalanya" rengek Hari kepada Astri.


"sudah-sudah kalian itu kaya kucing sama tikus saja" kata Astri.


Tidak terasa mereka sudah sampai kelas, Astri duduk dengan Hari dan Elli duduk tepat didepan mejanya. Hari masih berdiri karena kaget melihat Dio juga ada dikelasnya padahal hari pertama masuk dia tidak melihat Dio satu kelas dengannya.


Hari meletakkan tas di kursinya untuk menghampiri Dio.


"sayang aku ke Dio bentar y" kata Hari.


"iya" jawab Astri.


Hari langsung duduk di kursi depan Dio yang kosong karena penghuninya belum masuk kelas.


"Dio" sapa Hari.


"hmm" jawab Dio singkat.


"kamu dikelas ini?" tanya Hari.


"iya" jawab Dio singkat lagi.


"kok aku nggak tahu?" heran Hari.


"y mana tahu sihh orang kamunya sibuk pacaran" jawab Dio.


Bugh


"aduh sakit tahu Har" keluh Dio yang kena getok kepalanya oleh Hari.


"orang ditanya bener-bener, kamu jawabnya gitu" kata Hari.

__ADS_1


"iya iya, aku kemarin emang nggak berangkat soalnya baru pulang liburan capek, jadi bolos dulu lah" terang Dio.


"ohhh gitu pantesan kemarin nggak kelihatan" kata Hari.


"kamu nyariin aku?!" kata Dio.


"nggak" jawab Hari.


Plakk


"aduh" Pekik Hari karena dipukul oleh Dio.


Bugh


"aww sakit Hari" teriak Dio karena pukulannya dibalas oleh Hari.


Setelah adu pukul mereka berdua tertawa bersama karena telah bertingkah konyol.


"jadi?" kata Dio.


"apanya?" jawab Hari.


"udah resmi apa masih kayak kemarin-kemarin yang gaje?" tanya Dio.


"ohh, udah resmi dong" jawab Hari sumringah.


"terus?" tanya Dio lagi.


"terus apanya hayati, kalau ngomong yang jelas Napa?" kata Hari.


Plakk


"aduhh" teriak Hari yang kena pukul Dio lagi.


"Dio bukan Hayati, Ujang!" keluh Dio.


"Terus gimana Sherly dan orang tuamu?" tanya Dio.


Dio adalah satu-satunya sahabat Hari yang tahu latar belakang hubungannya dia dengan Sherly dan bagaimana latar belakang orang tua Hari.


"Sherly masih aku bisa tangani, kalau mereka kurasa mereka belum tahu, karena sampai saat ini Astri masih aman" jawab Hari dengan urat wajah yang serius dan dingin.


"jika mereka tahu bagaimana?" tanya Dio.


"aku akan melindungi Astri bagaimanapun caranya" jawab Hari tulus.


"hhmm baiklah, aku hanya bisa mendo'akan yang terbaik untuk kamu dan kalau butuh bantuan jangan segan untuk bilang padaku" ucap Dio sambil menepuk pundak Hari.


"thanks my brother" ucap Hari.


Hari duduk di kursinya karena bel masuk kelas pun telah menggema di seluruh penjuru sekolah.


Mereka mengikuti pelajaran dengan seksama sampai jam istirahat pun berbunyi.


"ke kantin yuk" ajak Elli.


"boleh" jawab Astri dan di angguki oleh Hari.


"gabung boleh" tanya Dio.


"boleh" jawab Hari.


"Dia siapa?" tanya Elli ke Hari.


"dia Dio, sekelas dengan ku di kelas XI" terang Hari.


"ohh gitu, hai Dio" sapa Elli.


"hello" jawab Dio singkat.


Mereka berjalan bersama menuju kantin, dan merekapun menjadi pusat perhatian karena memang paras mereka berempat diatas rata-rata, jadi tidak heran jika mereka berjalan bersama terlihat seperti sebuah geng yang anggotanya ganteng-ganteng dan cantik-cantik.


Mereka memilih tempat duduk dipojok dengan alasan agar saat makan tidak ada banyak orang yang berlalu-lalang menuju dan meninggalkan area kantin.


Hari menyuruh Astri untuk duduk dan dia yang akan memesankan makanan untuknya. Sedangkan Dio dan Elli memesan makanan mereka sendiri-sendiri.


Setelah lima menit mereka semua membawa pesanan mereka masing-masing dan duduk dimeja yang ditempati Astri dari tadi.


Pesanan mereka sama yaitu bakso, hanya saja minuman mereka yang berbeda-beda. Astri dengan ice coklatnya, hari dengan es jeruknya, Dio dengan air mineralnya dan Elli dengan es tehnya.


Mereka berempat menikmati makanan mereka dengan sesekali mengobrol.


Dari kejauhan ada Bagas dan teman-temannya yang duduk berhadapan dengan mereka tapi dengan jarak yang lumayan jauh.


"itu bukannya pacar kamu Gas?" tanya Rudi teman sekelas Bagas.


"bukan" jawab Bagas.


"lhahh bukannya kalian pacaran y?" heran Beni yang juga teman Bagas.


"kami sudah putus" jawab Bagas singkat.


"ohh" jawab Rudi dan Beni serempak.

__ADS_1


Dimeja lain Hari, Astri, Dio dan Elli sedang menikmati makanannya dengan tenang.


Drrt Drrt Drrt


Telpon Hari bergetar, menandakan ada telpon yang masuk.


Hari membaca nama kontak yang menelponnya dan kemudian dia permisi kepada Astri untuk mengangkat telponnya.


"halo Tante" sapa Hari.


"hai sayang, gimana kabarnya?" tanya seorang perempuan paruh baya diseberang telpon.


"baik Tante, ada apa y telpon Hari" tanya Hari sopan.


"Tante mau ngundang kamu nanti malam untuk makan malam bersama, bisa y?" tanya Tante Diana yang adalah mamanya Sherly.


"hhmm gimana y Tante, Hari dudah ada janji kebetulan Tante" jawab Hari.


"ayolah Hari, kan tidak sering-sering Tante ada waktu buat makan malam bersama, lagian mumpung papanya Sherly baru balik dari Inggris" terang Tante Diana.


"hhmm baiklah Tante nanti Hari datang" jawab Hati lesu karena tidak bisa menolaknya.


"makasih sayang, bye-bye" ucap Tante Diana.


Hari kembali ke meja kantinnya dengan lesu.


"ada apa?" tanya Astri.


"nanti aku ceritain y, kalau udah nggak ada nyamuk" jawab Hari.


Sedangkan yang merasa menjadi nyamuk melotot dan siap-siap akan memukul Hari jika saja bel masuk kelas tidak menghentikan aksi mereka.


Mereka berempat kembali ke kelas mereka untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.


Tidak terasa mereka sudah memasuki jam terakhir pelajaran.


Dan yang ditunggu-tunggu oleh semua murid akhirnya datang juga, y bel pulang sekolah yang Mereka selalu rindukan setelah penat seharian otak mereka dimasuki oleh berbagai macam mata pelajaran.


Hari dan Astri segera menuju parkiran untuk pulang, dan sesampainya diparkiran mereka menaiki motor Hari untuk menuju rumah Astri.


Sesampainya dirumah Astri mereka turun dari motor.


"mau mampir" tanya Astri.


"nggak sayang, kamu saja y yang main ke rumah ku" kata Hari.


"hhmm iya" jawab Astri.


"yasudah kamu ganti baju dan aku akan tunggu kamu disini saja" terang Hari.


Astri bergegas masuk rumah dan mengganti pakaiannya, dia memakai celana jeans dan kaos lengan pendek warna putih serta tidak lupa memakai jaket jeans yang senada, rambutnya ia gerai dan sedikit memoles wajahnya agar terlihat segar.


Kemudian Astri bergegas keluar rumah untuk menghampiri Hari.


"cantik" kata Hari.


"terimakasih" ucap Astri malu-malu.


"ayok sayang" ajak Hari.


Mereka berdua menuju rumah Hari. tidak butuh waktu lama untuk sampai dirumah Hari.


Karena Astri telah paham dengan situasi rumah Hari, maka dia langsung mengikuti Hari menuju kamarnya.


Hari mempersilahkan Astri duduk dan kemudian Hari berlalu ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.


Hari keluar kamar mandi dan kemudian mengambil duo botol jus dingin dari lemari es yang berada didalam kamarnya.


Hari membukakan minuman tersebut dan diberikan kepada Astri.


Astri menerimanya dan segera meminumnya karena memang sesungguhnya dia haus dikarenakan tadi dirumah dia belum sempat minum dan langsung pergi kerumah Hari.


"yang tadi telpon adalah Tante Diana, dia mamanya Sherly" kata Hari.


"ohh" jawab Astri sambil menunduk memainkan botol jus miliknya yang terasa lebih menarik.


"beliau mengundangku makan malam, karena papa Sherly baru pulang dari Inggris" jelas Hari sambil menatap Astri yang masih asyik dengan botol jus miliknya.


"iya" jawab Astri.


Hari meraih dagu Astri dan kemudian mengangkatnya dengan lembut.


"jangan cemburu, aku hanya datang sebagai rasa hormat dan sopan santun ku. Aku bukan datang karena aku calon menantu mereka" ucap hari sambil menatap mata Astri.


"aku tidak apa-apa, bukankan itu memang sudah resiko dari hubungan ini?!" jawab Astri menahan suaranya agar bulir air matanya tidak jatuh.


Hari mengecup sayang kening Astri dan kemudian menarik Astri dalam pelukannya untuk menenangkan hati Astri.


Hari POV


dalam hati Hari sambil memeluk Astri.


Aku tahu isi hati kamu sayang, aku tahu kamu terluka.

__ADS_1


Ma'af, tapi bertahanlah karena ini masih awal, didepan sana masih ada hal yang lebih berat dari ini.


Aku sangat mencintai kamu Astri.


__ADS_2