Takdir ?!

Takdir ?!
Lari pagi


__ADS_3

Author POV


Pagi harinya atau lebih tepatnya dihari kedua mereka jadian, Hari sudah siap-siap menuju Rumah Astri. Ditengah jalan Hari menelpon Astri.


Drrtt drrtt drrt


"hallo" jawab Astri.


"pagi sayang ku my baby girl, 10 menit lagi aku jemput y" kata Hari.


"apa?" kata Astri masih dalam mode bingung karena Astri yang belum sepenuhnya bangun dari tidurnya.


"aku jemput sekarang sayang, siap-siap gih. Bye sayang" terang Hari.


Astri yang mendengar kata sekarang langsung bangun dari tempat tidurnya dan dia Lari menuju kamar mandi.


Setelah mandi Astri langsung siap-siap dan sedikit berdandan natural agar terlihat segar, tidak lupa dia menggunakan mini dress agar terlihat manis di depan Hari.


Karena sibuk mempercantik diri agar Hari terkesan tanpa Astri ketahui ternyata Hari sudah sampai sejak 5 menit yang lalu dan dia sempat bertemu dengan Ibu Astri sebelum dia berangkat bekerja.


Hari menunggu Astri sambil duduk manis di ruang tamu dengan segelas teh manis hangat yang dibuatkan ibunya Astri untuknya tadi.


Astri yang tidak menyadarinya berjalan terburu-buru berniat akan menunggu Hari di depan gerbang rumahnya. Berhubung rumah Astri hanya satu lantai dan kamar Astri langsung menghadap ruang tamu alhasil Astri kaget saat dia membuka pintu kamar dia langsung bertatap muka dengan Hari.


Upss...


Astri kembali menutup pintu kamarnya untuk menetralkan degup jantungnya yang masih syok melihat Hari yang tiba-tiba sudah duduk manis di ruang tamu.


Hari yang melihat itu berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar Astri.


tok tok tok


"Buka baby, aku sudah lihat kamu" kata Hari.


"sebentar" kata Astri.


"gugup y?!" goda Hari.


"iisshh apaan?! nggak gitu tahu, cuma sedikit kaget saja" terang Astri.


Setelah 2 menit Astri kembali membuka pintu kamarnya dengan Hari yang masih setia berdiri didepan pintu kamar Astri.


"cantik banget kamu babe, tapi kayaknya salah kostum dehh?!" kata Hari.


"maksudnya?" tanya Astri.


"ini masih jam 05.30 pagi baby jadi aku mau ngajak kamu joging bukan pergi ke mall" terang Hari sambil sedikit menggodanya.


Astri yang merasa malu hanya bisa menunduk dan langsung menutup pintu kamarnya lagi untuk mengganti bajunya dengan baju santai khas olah raga joging.


Astri keluar kamar dengan malu-malu ditambah Hari ternyata masih setia menunggunya didepan pintu, semakin membuat wajah Astri mirip kepiting rebus.


Hari yang melihat kekasihnya malu, dia mengelus pucuk kepala Astri dengan sayang.


"jangan pernah malu sama aku, jangan pernah takut sama aku dan jangan pernah enggan sama aku" ucap Hari lembut kepada Astri.


Astri hanya mengangguk sebagai tanda ia mengerti maksud kata-kata Hari.

__ADS_1


"ayok baby nanti kita kesiangan joging nya" ajak Hari.


"aku bukan bayi sayang" kata Astri.


"iya sayang ku cintaku yang manis" goda Hari.


"haduhh diabetes aku kalau di manis-manisin terus" kata Astri.


"kebalik kali sayang, aku yang diabetes karena lihat kamu terus" kata Hari.


"hhmm, ayok akhh katanya mau joging" ajak Astri.


"ayook" kata Hari.


Hari menggandeng tangan Astri untuk keluar rumah. saat keluar dari rumah Astri celingak-celinguk mencari motor Hari.


"motor kamu mana?, jangan bilang kalau kita akan lari dari depan rumah?!" tanya Astri.


"di rumah, kita naik mobil sayang tapi kalau kamu mau lari dari depan rumah juga boleh" jawab Hari.


"hehehehe nggak mau lah, keburu pingsan aku" kata Astri.


Hari hanya tersenyum gemas karena melihat tingkah Astri, ingin sekali dia membungkus Astri terus bawa pulang.


Hari dan Astri menuju ke stadion GBK untuk lari pagi. Sesampainya di sana Hari memarkir mobilnya dan mereka ikut berjalan santai dengan pengunjung yang lain untuk mencari spot jogging yang nyaman.


Setelah berjalan beberapa menit akhirnya mereka menemukan area joging yang dirasa pas.


Mereka joging selama satu jam-an, saat dirasa nafas mulai sesak dan peluh sudah bercucuran mereka memutuskan untuk istirahat dan mencari sarapan.


Mereka memutuskan untuk sarapan nasi uduk karena Astri yang tidak suka bubur. Bagi Astri bubur itu membuatnya eneg dan tidak suka karena terlalu lembek.


"hhm iya, tapi kita mau kemana?" tanya Astri.


"hhmm belum tahu, tapi terserah kamu saja pengennya kemana" terang Hari.


"hhmm iya" jawab Astri.


Setelah mereka selesai sarapan Hari mengantar Astri pulang.


Hari kembali duduk diruang tamu untuk menunggu Astri mandi dan ganti baju.


Setelah Astri selesai, akhirnya mereka berdua menuju rumah Hari. karena Hari juga ingin mandi dan ganti baju.


Setelah 45 menitan mereka berkendara akhirnya mereka sampai dirumah Hari.


"ayok turun sayang" ucap Hari sambil membukakan pintu mobil untuk Astri.


"ini rumah kamu? besar banget" kata Astri.


"bukan, ini rumah mendiang nenek aku" jawab Hari sambil menggandeng tangan Astri untuk masuk ke rumahnya.


"ohh gitu" kata Astri.


"mau tunggu disini apa diatas?, kamar aku dilantai dua tapi kalau kamu mau tunggu disini juga nggak apa-apa tapi sendirian karena aku tinggal sendiri disini" terang Hari.


"keluarga kamu dimana? tanya Astri.

__ADS_1


"semua anggota keluarga aku di Inggris, tadinya aku disini sama nenek, tapi sejak nenek meninggal aku tinggal sendirian, tapi 3 kali dalam seminggu ada Asisten rumah tangga yang kesini buat bersihin rumah. Untuk hari ini dia ART aku libur" jelas Hari.


"aku mau tunggu dibawah tapi aku takut, rumah ini terlalu besar" kata Astri.


Hari tersenyum dan menggandeng tangan Astri untuk menunggunya di kamarnya saja.


Astri semakin deg-degan karena ini kali pertama Astri masuk kamar cowok jadi dia canggung tapi penasaran dengan isi kamar Hari.


"kamu duduk disini, aku mau mandi dulu" kata Hari sambil menunjuk sebuah sofa kecil di depan tempat tidurnya.


"iya" jawab Astri.


Hari kembali mengusak rambut Astri sebelum berlalu ke kamar mandi.


Saat Hari sampai didepan pintu kamar mandi dia kembali menoleh ke Astri.


"kalau haus ambil minuman sendiri di lemari es samping kiri kamu y sayang" tunjuk Hari ke arah lemari es yang dimaksud.


Astri hanya mengangguk tanda mengerti.


Astri tidak sanggup berdiri walaupun hanya sekedar mengambil minuman di lemari es, dia masih merasa canggung dan deg-degan saat ini.


Dia berada dikamar cowok yang notabene pacarnya yaitu Hari, kenyataan itu membuatnya semakin panas dingin dan semakin membuatnya diam terpaku ditempat duduk yang Hari tunjuk tadi.


Setelah beberapa menit Hari telah selesai mandi. Jangan dibayangkan Hari keluar kamar mandi dengan telanjang dada karena Hari telah membawa baju ganti sebelum masuk kamar mandi sehingga dia keluar kamar mandi sudah berpakaian lengkap.


Astri menengok kearah pintu kamar mandi ketika dia mendengar suara pintu terbuka.


Astri terpesona saat Hari keluar dengan rambut yang masih setengah basah meskipun Hari telah berpakaian lengkap entah mengapa bagi Astri Hari terlihat sangat sexy.


"tutup mulutnya sayang nanti ngeces lho" goda Hari.


Astri sangat malu karena sangking terpesonanya dia tidak sadar sampai membuka mulutnya dan seketika dia mengalihkan pandangannya agar rona merah diwajahnya tidak terlihat oleh Hari.


Hari berjalan mendekati Astri dan kemudian dia duduk disebelah Astri.


Hari mendekat dan memeluk Astri dari belakang.


"hari yang aku lewati sama kamu adalah hari terindah dalam hidupku sayang" kata Hari sambil mengecup tengkuk Astri.


Astri merinding dengan kecupan Hari di tengkuknya, Astri hanya diam karena dia bingung untuk merespon nya.


Sejak kematian nenek, aku merasa kebahagian ku ikut pergi bersama nenek, aku merasa bahwa aku tidak akan bahagia lagi ditambah satu Minggu setelah nenek meninggal aku dipaksa kembali ke Inggris untuk bertunangan dengan Sherly. Aku merasa Tuhan tidak adil padaku karena DIA telah merenggut kebahagiaan yang aku miliki" jelas Hari.


Astri masih diam mencerna setiap kata yang Hari ucapkan.


"tetapi setelah aku bertemu dengan kamu, aku merasa bahwa Tuhan sangat baik padaku dia mengirim kamu untuk aku sebagai kebahagian aku yang terdalam" kata Hari sambil kembali mengecup tengkuk Astri.


"terimakasih telah bersedia berjuang bersama aku, dan terimakasih telah menjadi kebahagiaan untuk aku" ucap Hari.


Astri membalikan tubuhnya dan kemudian dia memeluk Hari erat seakan menyalurkan segenap cintanya.


Hari mengecup pucuk kepala Astri dengan sayang.


"aku sangat mencintai kamu Astri" ungkap Hari.


"aku sangat sangat sangat mencintai kamu Hari" ucap Astri.

__ADS_1


"aku sangat lebih banyak dan besar mencintai kamu Astri" kata Hari tidak mau kalah dengan Astri.


Mereka tertawa bahagia bersama dan saling berpelukan erat.


__ADS_2