Takdir ?!

Takdir ?!
Awal perpisahan


__ADS_3

Author POV


Flasback off


Dimas dan Dias mencoba mencerna setiap kata yang mereka dengar dari Astri.


Mereka bertiga masih dalam posisi yang sama dengan pikiran mereka yang entah telah berkelana kemana.


"Jadi bagaimana cara kalian berpisah?" tanya Dimas.


"kami berpisah dengan baik-baik" jawab Astri.


"bagaimana ibu bisa tahu tentang Johan jika ibu tidak pernah melihat dan mengetahuinya bahwa dia ada disekitar ibu?" tanya Dias.


"Ibu mengetahui tentang keberadaan Johan setelah tragedi hari itu, hari dimana ibu mengerti kenapa Hari begitu mengkhawatirkan ibu jika ibu sendirian" terang Astri.


"lanjutkanlah ceritanya agar kami paham dan kami bisa memberi ijin kamu untuk menolongnya" kata Dimas.


"aku tidak ingin memaksa kalian untuk mengijinkan aku untuk menolongnya karena aku sendiri tidak yakin bahwa aku akan menemuinya kembali. Aku takut akan jawaban apa yang akan aku beri saat bertemu kembali dengannya" jelas Astri.


"maksudnya?" tanya Dias.


"apakah ada suatu janji diantara kalian berdua?" tanya Dimas.


Astri menatap sayu kepada dua orang yang sangat ia sayangi saat ini, dia bingung bagaimana cara menjelaskan tentang semua cerita masa lalunya yang masih tersimpan rapi dalam lubuk hatinya.


Flasback On


Saat itu hari sangat indah karena cuacanya sangat mendukung dibilang panas tidak tapi dibilang mendung juga tidak.


Author POV


Astri sedang berjalan santai dipinggir jalan untuk menuju sebuah cafe tempat dimana dia akan bertemu dengan Hari.


Hari sudah bilang bahwa dia akan menjemput Astri dirumah saja namun entah kenapa Astri bersikeras ingin bertemu di cafe saja.


Alhasil saat ini Astri berjalan dengan santai menuju cafe setelah dia turun dari angkot diperempatan tadi.


Disisi lain Hari bergegas untuk segera sampai di cafa tempat dimana Astri akan menunggunya. Jujur saja ada perasaan aneh dihatinya saat ini seakan ada sesuatu hal yang akan terjadi.


Hari menyuruh Johan untuk lebih mendekat lagi ke Astri agar jarak mereka tidak terlalu jauh sampai Hari datang nanti.


Dan karena Dio akhir-akhir ini sering ikut Johan mengawasi Astri jadinya sekarang dia juga ikut Johan mengikuti Astri menuju cafe.

__ADS_1


"itu Bagas bos" kata Johan.


"ngapain dia disini" jawab Dio.


"dia selalu berada disekitar nona Astri bos" jawab Johan.


"sebenarnya apa tujuan Bagas?" gumam Dio.


Disisi lain Hari sedang terjebak macet, padahal dia sudah menggunakan motor agar lebih cepat sampai.


"sial, ada apa sih didepan kenapa bisa macet gini?!" gusar Hari.


Astri menunggu lampu merah untuk menyeberang jalan, sebenarnya ada jembatan penyebrangan namun tidak tahu kenapa dia ingin menyeberang langsung karena letak cafe yang berada diseberang jalan yang menurutnya lebih cepat sampai ketimbang harus memutar menaiki jembatan penyebrangan.


"Bos ada yang aneh dengan keadaan jalan disini" ucap Johan sambil melihat sekeliling.


"waspadalah" jawab Dio.


Saat Johan menyadari sesuatu dia berlari kencang menuju Astri yang sedang berjalan disetengah jalan untuk menyeberang.


Namun terlambat karena Bagas telah sampai terlebih dahulu untuk mendorong Astri agar tidak tertabrak truk yang entah muncul dari mana dan itu membuat pada akhirnya Bagas yang tertabrak.


Bagas tertabrak truk dengan keras bahkan sampai tubuhnya terpental jauh dengan kepala membentur aspal siang itu.


Astri menjerit sekencangnya dengan posisi dia berdiri di pinggir jalan karena pertolongan Bagas tadi.


Astri mencoba berlari kearah Bagas untuk melihat kondisinya, namun ternyata di setengah jalan menuju Bagas sudah ada mobil minibus yang bersiap untuk menbarak Astri.


Dengan sigap Johan menarik Astri agar terhindar dari tabrakan itu meski mereka harus berguling kepinggir jalan karena menghindari minibus itu dengan cepat. Tapi naas kaki Johan terlindas oleh ban mobil minibus itu. Johan mengerang kesakitan sedangkan Astri merintih karena luka-luka yang ada disekujur tubuhnya yang hanya memakai mini dress tersebut.


Dio dan orang-orang yang berada disekitar tempat kejadian terpaku melihat apa yang terjadi dihadapan mereka, satu laki-laki terluka parah berada diseberang jalan. dan satu laki-laki berada didepan mereka mengerang kesakitan sambil memegangi kakinya. Dan satu orang perempuan tengah syok dengan apa yang barusan menimpa dirinya.


Dengan kesadaran yang masih ada, Johan berteriak kepada Dio untuk menyelamatkan Astri.


"amankan Nona bos" teriak Johan.


Dio tersentak kaget dan kembali kedalam alam sadarnya setalah syok melihat apa yang terjadi.


Dio berusaha memapah Astri kepinggir jalan untuk membawanya pergi dari tempat itu. Sedangkan orang-orang sekitar tengah sibuk membantu Bagas dan Johan.


Dalam keramaian tersebut tanpa Dio sadari ada seseorang yang tengah bersiap dengan belati ditangannya.


Dio terus memapah Astri untuk keluar dari kerumunan orang-orang yang berlalu-lalang membatu Bagas dan Johan, saat fokus Dio sedang ke Astri tiba-tiba ada laki-laki bertubuh tambun dan berotot serta dengan tampang yang agak seram menusuk bagian perut Astri dengan cepat dan kemudian menghilang tanpa jejak dalam kerumunan.

__ADS_1


Dio tersentak saat sadar darah telah mengucur deras karena belati yang dibuat untuk menusuk Astri langsung dicabut oleh pelaku tadi sehingga membuat darah dengan bebasnya keluar dan merubah warna mini dress Astri dari putih menjadi merah darah.


Dio panik dan segera membawa Astri ke Rumah sakit begitupun dengan Johan dan Bagas mereka bertiga masuk ke rumah sakit yang sama.


Disisi lain Hari tengah berkutat mencari jalan lain agar terhindar dari kemacetan saat tiba-tiba handphone nya berdering.


Drrt Drrt Drrt


"ntar aku telepon lagi" ucap Hari.


"tunggu" jawab Dio.


"aku ribet masih dijalan" bentak Hari.


"Astri di Rumah sakit" ucap Dio singkat namun langsung membuat Hari terpaku ditempat.


Hari memutar arah dan menuju rumah sakit yang telah diberi tahu oleh Dio.


Sesampai dirumah sakit Hari berlari ke UGD untuk melihat keadaan Astri.


Hari melihat Dio mondar-mandir didepan UGD dan dia berlari menghampiri Dio dengan nafas yang sangat kacau.


"apa yang terjadi?, dimana Astri? dia kenapa?" tanya Hari beruntun.


"sepertinya ada yang nyerang Astri" jawab Dio.


"sepertinya?!!!" bentak Hari.


"a--ku tidak tahu, kejadiannya begitu cepat" gagap Dio karena sungguh dia benar-benar ketakutan setelah melihat kejadian itu.


"dimana Johan?!!" teriak Hari.


"dia didalam ruang operasi juga dannnn ada Bagas juga" terang Dio ragu.


"jelaskan semuanya" titah Hari.


Dengan gagap dan terbata-bata Dio menceritakan kejadian yang menimpa Astri, Johan dan Bagas.


Hari mendengarkan dengan seksama dan mencoba mencerna apa yang sebenarnya terjadi.


"bagaimana dengan polisi?!" kata Hari.


"itu anehnya, hanya ambulance yang datang tapi tidak dengan polisi" jelas Dio.

__ADS_1


"selidiki semuanya, aku mau hasilnya malam ini juga" titah Hari.


"aku mengerti" jawab Dio.


__ADS_2