
Author POV
Drrt drrt drrtt
Sebuah pesan masuk ke handphone Hari.
sayang besok pulang sekolah temenin ke toko buku, Rendy lagi nggak bisa nemenin, jemput disekolah saja.
Sherly
iya.
Hari
Balas Hari singkat. Mungkin status mereka adalah tunangan, tapi Hari hanya menganggap Sherly tidak lebih dari sekedar seorang adik yang dia sayang, karena mereka tumbuh bersama jadi rasa sayang itu pasti ada hanya saja kadarnya adalah saudara bukan kekasih.
Pagi harinya di sekolah SMA Harapan bangsa, Bagas sedang duduk dikantin bersama Astri. Memang masih pagi, tetapi Bagas bilang belum sarapan jadi dia minta ditemani Astri untuk sarapan maka di kantinlah mereka sekarang.
"pulang sekolah ada acara?" tanya Bagas disela kegiatan sarapannya.
"ada, aku mau ke toko buku, mau beli beberapa novel" jawab Astri.
"sama siapa kesananya" tanya Bagas.
"sendiri, Elli ada acara sama bundanya jadi nggak bisa nemenin" jawab Astri.
"aku temenin saja y, mumpung nanti aku nggak ada latihan band" tawar Bagas.
"boleh, kalau nggak ngerepotin kamu" jawab Astri.
"nggak kok, mana mungkin ngerepotin lagian buat pacar sendiri apa sih yang nggak" terang Bagas.
"makasih" jawab Astri disertai senyuman.
Bel pulang sekolah pun berbunyi. Bagas sudah berada didepan kelas Astri untuk menjemputnya.
"hai sayang hai Elli" sapa Bagas.
"hello" jawab Astri dan Elli kompak.
"berangkat sekarang?" tanya Bagas.
"iya" jawab Astri.
"kamu jadi ke toko buku?" tanya Elli sebelum Astri dan Bagas pergi.
"iya, aku jadinya ditemenin Bagas" jawab Astri.
"ohh oke kalau gitu, hati - hati di jalan dan Bagas jagain pacar kamu biar nggak hilang" kata Elli dengan nada sedikit menyindir.
"pasti dong" jawab Bagas.
Sedangkan Astri hanya melotot ke Elli.
Di bagian sekolah tetangga Sherly nungguin Hari didepan gerbang sekolahnya.
setelah beberapa menit Sherly nunggu akhirnya Hari datang.
"kamu lama banget sih Har, aku nungguin kamu dari tadi sampai lumutan tahu" keluh Sherly.
"ma'af" kata Hari singkat.
"kamu tuhh y, orang sekolahan kita Deket kok bisa lama banget sihh, dasar" kata Sherly merajuk.
"ayok, jadi nggak ke toko bukunya?" kata Hari.
"jadi dong, ayok" jawab Sherly antusias.
Bagas dan Astri telah sampai di toko buku. Astri menuju rak buku novel sedangkan Bagas menuju rak buku tentang musik.
Mereka sedang asyik sendiri - sendiri memilah judul buku apa yang ingin mereka beli. Datanglah Sherly dan Hari di toko buku yang sama dengan yang dikunjungi Astri dan Bagas.
Sherly yang sudah nggak sabar berjalan terlebih dahulu kedalam toko buku sedangkan Hari menyusul dibelakangnya.
Saat Hari melangkahkan satu kakinya masuk kedalam toko buku jantungnya kembali berdetak sangat kencang, debaran yang hanya dia rasakan saat dia melihat atau berada disekitar orang yang dia cintai.
Hari melangkahkan kakinya dengan pandangan yang menyisir setiap sudut berharap bahwa dia benar.
Astri POV
__ADS_1
Debaran ini?!
Apakah mungkin?!
Hari POV
Mungkinkah?!
Ataukah?!
Author POV
Hari dan Astri berjalan menuju arah dimana terasa semakin kuat debabaran itu mereka rasakan. Kurang dari sepuluh langkah mereka telah saling menemukan, entah kenapa senyum yang penuh arti otomatis terkembang dibibir mereka. Dan mereka terus berjalan tanpa mengalihkan pandangan mereka satu sama lain. Tepat lima langkah sebelum mereka saling sapa Bagas memanggil Astri, karena Bagas tepat berada ditengah - tengah antara mereka.
"sayang, kamu sudah selesai? kok udah kesini?" tanya Bagas.
"be--belum, ini aku lagi mau cari lagi" jawab Astri terbata karena tadi dia tidak menyadari sosok Bagas didepannya.
"ohh yasudah aku temani y, aku juga sudah mendapat buku yang aku cari soalnya" terang Bagas.
"hu'um" jawab Astri dengan menganggukkan kepalanya.
Tepat dibelakang mereka.
"sayang kamu disini, ayok sana ke rak novel" kata Sherly sambil bergelayut di lengan Hari.
"iya" jawab Hari.
Bagas menoleh dan dia menyapa Hari. Dia ingat betul siapa Hari.
Orang yang sedang digosipkan dengan kekasihnya dan orang yang terang - terangan mendekati kekasihnya.
"hai, kamu Hari kan anak kelas IPA 1?" tanya Bagas.
Hari hanya mengangguk sebagai tanda iya.
"sayang bukannya kata kamu dia teman kamu kan?" tanya Bagas kepada Astri.
"iya, dia teman ku" jawab Astri.
"wahh kebetulan sekali bertemu disini, dia pacar kamu?" kata Bagas kepada Hari.
"ohh kamu sudah punya tunangan, baguslah" kata Bagas sedikit menekan kata tunangan.
"kalian teman sekolah Hari?" tanya Sherly.
"iya kami teman sekolahnya, aku Bagas dan ini pacar aku Astri" terang Bagas kepada Sherly.
"ohh gitu, pas dong bisa double date kita, gimana kalau habis ini kita ke cafe depan buat ngobrol?" ajak Sherly.
"Sherly, jangan ganggu acara mereka" kata Hari.
"nggak kok, nggak ganggu kita bisa kok" jawab Bagas tanpa menunggu persetujuan dari Astri.
"tuh kan sayang mereka juga nggak masalah kok, lagian aku juga pengen kenal sama temen - temen kamu juga" kata Sherly.
Hari hanya bergumam tanpa mengiyakan ataupun menolak keinginan Sherly.
Hari POV
Sepertinya Bagas sengaja melakukan ini, apa dia nggak tahu kalau Astri terlihat jelas nggak nyaman dengan situasi ini.
Astri POV
Apa - apaan ini double date?!
Aiiss menyebalkan, tapi tunggu apa yang membuat ku kesal coba?!.
Bagas yang nggak peka atau lihat Hari sama Sherly atau entahlah.
Author POV
Di dalam toko buku Astri hanya diam tidak bersuara, dia hanya sedikit bicara saat Bagas bertanya atau lebih tepatnya ketika Bagas ingin menunjukkan kemesraan mereka kepada Hari.
Hari yang melihat itu mencoba menahan rasa kesalnya melihat adegan Bagas yang selalu mengandeng tangan Astri mesra.
Sedangkan Sherly yang mengetahui perubahan mood Hari semakin penasaran dengan apa yang terjadi dan apa hubungan Hari antara Astri dan Bagas.
Akhirnya setelah mereka menemukan buku yang mereka cari di toko buku, mereka bergegas menuju cafe yang letaknya di seberang jalan toko buku.
__ADS_1
Hari duduk bersebelahan dengan Sherly sedangkan Bagas didepan Sherly dan Astri didepan Hari. mereka memesan makanan mereka.
Sherly memesan cheesecake dan cappucino, Bagas memesan cappucino dan garlic bread, Hari memesan ice cappucino dan brownies dan yang terakhir Astri memesan tart black forest dan ice Coklat.
Mereka asyik mengobrol lebih tepatnya Sherly dan Bagas yang berusaha menggali informasi satu sama lain.
Sedangkan Hari dan Astri hanya mendengarkan dan terkadang saling tatap dengan pesan tersirat yang hanya mereka saja yang tahu.
"kalian satu kelas sama Hari" tanya Sherly.
"nggak, kami beda kelas" jawab Bagas.
"ohh kok bisa kenal sihh?" tanya Sherly.
"aku sihh nggak kenal cuma tahu saja, kalau Astri mungkin yang kanal. Iya nggak sayang?" kata Bagas.
"hhmm iya" jawab Astri.
"ohh gitu, kalian kenal dimana?" tanya Sherly kepada Astri.
"apaan sihh Sher kamu kaya polisi saja tanya - tanya" kata Hari agar Astri tidak perlu menjawab pertanyaan dari Sherly.
"kalian sudah tunangan sejak kapan?" tanya Bagas.
"kami bertunangan sejak awal kelas X SMA, kebetulan kami teman sejak kecil karena orang tua kami bersahabat jadi sudah akrab dari kecil" terang Sherly.
"asyik dong kalian berarti sama - sama cinta pertama y" tanya Bagas.
"iya dong" jawab Sherly yang padahal dalam hatinya menyangkal itu.
"Hari cinta pertama ku tapi aku bukan cinta pertama Hari" gumam Sherly dalam hati.
Mereka asyik mengobrol tanpa sadar Hari sudah mulai petang, mereka pun saling berpamitan untuk pulang.
Bagas langsung mengantar Astri pulang ke rumah, sesampai di rumah Bagas langsung pamit.
"aku pulang dulu, ma'af nggak bisa mampir udah mau malem soalnya" kata Bagas.
"iya, makasih untuk hari ini, dan hati - hati dijalan" jawab Astri.
"sama - sama sayang" jawab Bagas.
Bagas pun melajukan motornya meninggalkan rumah Astri.
Dilain sisi Sherly dan Hari masih dalam perjalanan menuju rumah Sherly.
"cantik y" kata Sherly.
"apanya?" tanya Hari.
"Astri" jawab Sherly.
Hari hanya diam enggan menjawab.
"aku tahu kamu suka dia, setiap lihat dia kamu selalu tersenyum. Senyuman yang nggak pernah aku dapetin dari kamu" terang Sherly.
"hhmm" kata Hari tanpa menolak atau mengiyakan pernyataan Sherly.
"apa kamu akan pacaran dengannya?" tanya Sherly.
"semoga" kata Hari.
"hhmm" gumam Sherly.
Akhirnya mereka sampai di rumah Sherly.
"makasih y sudah mengantarku ke toko buku, dan lakukanlah yang ingin kamu lakukan sebelum hari pernikahan itu tiba. Bye Hari" kata Sherly.
Hari hanya mengangguk dan pamit pulang kepada Sherly.
Sherly POV
Sepertinya Hari benar - benar mencintai cewek itu beda dengan ku yang hanya ingin menikmati masa remaja ku dengan berpacaran dengan orang yang aku suka sebelum pernikahan bisnis itu terjadi.
Bagas POV
Dia sudah punya tunangan, tapi kenapa aku tetap nggak lega dengarnya y?!
entahlah aku tidak mengerti, seenggaknya untuk saat ini aku tidak perlu untuk mengkonfirmasi langsung kepada Astri.
__ADS_1