Takdir ?!

Takdir ?!
Dentuman takdir dimulai


__ADS_3

flasback


Author POV


Bugh


Aaww


Plung


"Oh tidak, jangan - jangan aku mohon jangan mati" teriak Astri.


Dia berjongkok sambil berusaha mengambil handphonenya agar tidak rusak karena jatuh kedalam kubangan air.


Laki - laki yang barusan bertabrakan dengannya juga ikut berjongkok untuk membantunya, namun apa daya handphone tersebut mati karena air telah keburu masuk kedalam handphone China "nexia Anang syahrini" yang lagi hits pada jamannya tersebut.


Dengan kesal Astri memukul pundak Hari, iya laki - laki itu namanya Hari Dermawan karena telah membuat handphone ala kadarnya jatuh kedalam kubangan air.


"aduhh sakit tahu, mangkanya kalau berdiri jangan didekat kubangan air jadi kan nggak kayak gini" bentak Hari. Bukannya meminta ma'af Hari malah menyalahkan Astri yg tanpa sadar sudah menangis karena telah dibentaknya.


Melihat gadis manis itu menangis membuatnya diam seketika dan rasa emosinya hilang digantikan rasa bersalah karena telah menjatuhkan handphone Astri tersebut. Hari akhirnya meminta ma'af dan berjanji akan memperbaiki handphone Astri.


Astri yang mendengar kata tersebut auto menghapus air matanya diganti dengan senyuman manis yang melebihi gula 1 ton dan berucap terimakasih kepada Hari.


Hari POV


gila nih cewek manis banget senyumnya jadi pengen aku bungkus terus bawa pulang ke rumah, padahal barusan nangis gara - gara aku bentak yang buat aku nggak tega buat lanjut marahin dia, ehhh sekarang malah senyum ala puppy eyes.


Mau nggak mau harus benerin handphonenya, karena memang aku yang salah jalan buru - buru nggak lihat depan, ya jadi nabrak dia.


Tapi kenapa juga tuh anak berdiri disitu, geser Napa dikit biar pas handphonenya jatuh nggak masuk air kan.

__ADS_1


Author POV


"Aku Hari XI IPA 1, kamu?" tanya Hari.


"Aku Astri XI IPA 2" jawab Astri.


Mereka mengobrol menentukan batas waktu kapan handphone itu akan selesai diperbaiki, mereka sepakat bahwa dalam 1 Minggu handphone itu akan selesai dan Hari akan langsung mengantarkannya kepada Astri nanti. Untuk jaga - jaga Astri meminta kartu perpustakaan Hari sebagai jaminan.


"kenapa kartu perpustakaan bukan kartu pelajar saja?" tanya Hari


"karena kartu perpustakaan lebih sering digunakan dari pada kartu pelajar, jadi kamu nggak bakal bisa kabur dari aku sebelum handphone aku balik" jawab Astri.


mereka akhirnya berpisah untuk pulang ke rumah masing - masing karena memang jam pelajaran sudah selesai dan hampir sebagian murid telah meninggalkan area sekolah.


Setelah langkah kesepuluh saat mereka berpisah, entah kenapa mereka kompak balik badan untuk saling menatap sebelum mereka benar - benar berpisah.


Hari POV


Perasaan apa ini?, kenapa jantungku seakan mau copot atau bahkan sudah meledak, serasa ada yang bergejolak di dada.


Author POV


Hari melajukan motor maticnya menuju kesebuah counter handphone.


"Permisi mba' saya ingin memperbaiki sebuah handphone, apakah bisa?" tanya Hari kepada salah satu karyawan counter Handphone di dekat rumahnya. Karyawan counter yang melihat kedatangan Hari menyambutnya dengan ramah, apalagi ditambah wajah Hari yang begitu tampan membuat para karyawan wanita di counter handphone tersebut berebut ingin melayani Hari.


Setelah beberapa menit karyawan counter itu mengecek keadaan handphone yang dibawa Hari, mereka bilang bahwa handphone tersebut sudah mati karena terlalu banyak air yang masuk, tetapi kartu memori.nya masih bisa diselamatkan. Hanya saja SIM card.nya juga ikut rusak.


Hari tertunduk lesu karena merasa bersalah kepada Astri. Hari memutuskan untuk pulang dahulu kerumahnya untuk beristirahat sambil memikirkan opsi untuk mengganti handphonenya Astri.


Di sisi lain Astri pulang ke rumah dengan perasaan takut karena handphone yang dibelikan oleh orang tuanya tersebut telah jatuh dan masuk kedalam air, ia khawatir akan dimarahi oleh ibunya.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Astri langsung masuk kamar dan beristirahat, dia beruntung karena ternyata ibunya belum pulang dari bekerja.


Astri memang hanya tinggal berdua saja dengan ibunya karena ayahnya telah lama meninggal, sejak saat itu ibunya lah yang harus bekerja keras menghidupinya.


Dan jika ibunya belum pulang bekerja Astri telah terbiasa sendirian sampai tengah malam karena terkadang ibunya lembur agar mendapat pendapatan tambahan di pabrik ibunya bekerja.


Hari POV


"Apa aku ganti yang baru saja y handphonenya" gumam Hari.


Dia mengambil laptopnya dan mulai browsing mencari handphone keluaran terbaru.


Drrt drrt drrt...


sebuah pesan masuk ke handphone Hari.


pesan masuk,


Sayang, aku mau jalan - jalan nanti malam anterin y.


pesan keluar,


iya


Hari menghembuskan nafasnya kasar setelah membalas chat dari tunangannya, ya tunangan Hari telah memiliki tunangan meskipun dia masih XI SMA.


Malam harinya Hari menjemput tunangannya untuk mengantarkannya jalan - jalan.


"sayang kamu lama banget sih datengnya, aku nungguin kamu dari tadi lhoo" kata Sherly dengan gaya manjanya. Hari hanya menanggapinya dengan kata "ma'af, jalanan macet ini kan malam Minggu".


Hari melajukan motornya ke sebuah cafe sesuai permintaan Sherly untuk bertemu pacar yang sesungguhnya.

__ADS_1


yahh memang Sherly dan Hari telah bertunangan tapi itu semua hanya perjodohan orang tua mereka. Diantara mereka tidak ada satupun yang jatuh cinta jadi Hari mengijinkan Sherly untuk berpacaran begitupun dengan Sherly dia juga mengijinkan Hari untuk pacaran sama cewek lain. Hanya saja mereka berdua sama sama tahu bahwa pada akhirnya mereka harus memutuskan pacar masing - masing karena mereka tetap akan menikah sesuai perjanjian merger dan akuisisi dalam bisnis orang tua mereka.


Hari telah terbiasa mengantar jemput Sherly untuk bertemu pacarnya, karena memang Sherly dilarang orang tuanya keluar dengan cowok lain, alhasil Hari lah yang akan mengantar jemput Sherly untuk kencan dengan pacarnya.


__ADS_2