
Author POV
Pagi yang indah dihari yang cerahm
Dio bangun dari tidurnya dan mencari keberadaan Hari.
Dia mengecek kamar mandi tidak ada, Dio berlari ke depan tv juga tidak ada, bahkan dapurpun juga tidak ada.
Dio akhirnya memutuskan untuk menelpon Hari.
Drt Drrt Drrt
"halo" sapa Hari.
"hai, kamu dimana? aku cariin muter-muter nggak ada" tanya Dio .
"aku udah pulang, ada apa cari aku?" tanya Hari.
"ada apa gundul mu, semalem datang tiba-tiba dan sekarang pergi tanpa pamit. lhahhh kamu kapan pulang kenapa nggak bilang sama aku, bikin orang jantungan saja?!" ucap Dio
"ma'af, tadi sebelum subuh aku kebangun dan tidak bisa tidur lagi, jadi aku mutusin buat pulang, Pas mau pamit pulang, aku ngecek kamu ternyata lagi tidur jadi y aku belum sempet bilang" jelas Hari panjang lebar agar sahabatnya tidak khawatir lagi.
"hhmm iya, lain kali bilang y" jawab Dio.
"iya, makasih" kata Hari.
"sama-sama" kata Dio.
Dio POV
Dasar nyebelin, bikin orang khawatir saja datang nggak permisi, pulang pun nggak ngabarin.
Baguslah kalau dia baik-baik saja.
Aku harus siap-siap buat ke sekolah biar nggak telat.
Author POV
Drrtt drrtt drrt
*jemput aku y
Sherly
nggak bisa
Hari
ayolah, apa aku harus bilang ke papa biar kamu bisa jemput aku, hhmm?!
Sherly
bilang saja sana, aku tetap nggak bisa jemput kamu
Hari*
Hari mengakhiri chatnya dengan Sherly dan bergegas menuju rumah Astri.
Sherly POV
Baiklah Hari, untuk kali ini aku yang kalah. Tapi lain kali aku pastikan kamu nggak bisa nolak permintaan aku.
Apa sih istimewanya gadis itu?! sampai membuat Hari begitu sangat mencintainya walaupun mereka baru kenal?!
Hhmm sepertinya aku perlu mencari tahu tentangnya.
Author POV
Gumam Sherly sebelum dia memutuskan untuk berangkat sekolah sendiri.
Dilain sisi Astri sedang bersiap untuk berangkat sekolah, dia sedang memakan sarapan yang disiapkan oleh ibunya sebelum berangkat bekerja.
Hari akhirnya tiba dirumahnya Astri. Dia menyetandartkan motornya dan kemudian turun untuk menghampiri Astri.
Ting tong
Hari memencet bel sebelum dia masuk rumah Astri.
Drrt Drrt Drrt
"hallo" sapa Hari saat Astri malah menelponnya bukan membukakan pintu rumahnya.
"masuk saja, tidak dikunci" kata Astri dan tanpa menunggu jawaban dari Hari dia langsung menutup telepon nya.
Hari kemudian membuka pintunya sendiri dan melangkah masuk kedalam rumah Astri.
__ADS_1
Dari kejauhan di melihat Astri yang sedang sarapan.
Hari menghampiri Astri dan mengecup pipi Astri lembut.
"pagi sayang" sapa Hari.
"ihhh pipi orang main cium-cium saja" keluh Astri dengan malu-malu dan wajah yang sudah memerah karena ciuman dari Hari.
"morning kiss sayang, lagian kamu nggemesin sihh pagi-pagi dengan mulut penuh makanan gitu" kata Hari dengan wajah tanpa bersalahnya.
"isshh apaan, pagi-pagi udah gombal. Sarapan?!" kata Astri.
"serius sayang, kamu emang sangat menggemaskan untuk ku. Makasih tapi aku udah sarapan kok" jawab Hari.
"baiklah terserah kamu saja. Ohh gitu kalau gitu aku terusin sarapannya baru setelah itu kita berangkat y sayang" terang Astri.
"ciieee panggil sayang " goda Hari.
"apaan sihh kamu tuh bikin aku tambah malu saja" kata Astri sambil menundukkan kepalanya karena malu.
"nggak perlu malu sayang, aku suka saat kamu panggil aku sayang" kata Hari dengan tatapan sayunya.
Astri hanya tersenyum mendengar perkataan dari Hari dan melanjutkan sarapannya agar mereka tidak telat untuk berangkat ke sekolah.
Hari terus memandang Astri dan tanpa sadar dia mengungkapkan isi pikiran dan hatinya.
"aku akan berjuang untuk mu sayang" gumam Hari
"apa?" tanya Astri yang tidak terlalu dengar perkataan Hari.
"bukan apa-apa sayang lanjutin gih makannya" kata Hari.
"aku udah selesai, ayok berangkat sekolah saja" kata Astri.
"hhmm, ayok sayang" kata Hari.
Akhirnya mereka berangkat sekolah bersama dan setelah beberapa menit mereka sampai di sekolah dengan selamat.
Mereka bertemu dengan Elli di parkiran sekolah, dan mereka kemudian berjalan bersama untuk menuju kelas mereka.
"hari Minggu jalan-jalan yuk ke mall gitu" ajak Elli.
"tidak, Astri ada janji sama aku" jawab Hari.
"isshh aku tanya Astri kenapa kamu malah yang jawab" kesal Elli.
"sudah sayang, tapi emang kita mau kemana hari Minggu" tanya Astri heran yang merasa belum membuat janji dengan Hari untuk pergi bersama.
"rahasia Dong biar jadi kejutan saja" jawab Hari.
"jadi kamu beneran nggak bisa?" tanya Elli.
"sepertinya gitu Ell, ma'af y lain kali kita pergi bareng deh aku janji" kata Astri.
"iya, santai saja jangan merasa bersalah gitu" kata Elli sambil menggandeng tangan Astri.
Tidak terasa mereka sudah sampai kelas mereka. Dio hanya tersenyum melihat kedatangan mereka tanpa ada niatan untuk menyapa mereka.
"pagi Dio" sapa Elli kepada Dio.
"pagi" ucap Dio.
Hari menaruh tasnya dimeja dan kemudian menghampiri Dio.
"aku ke Dio bentar y sayang" kata Hari.
"iya" jawab Astri.
Hari duduk disebelah Dio dengan ekspresi dinginnya.
"semalem aku ketemu keluarganya Sherly untuk makan malam" terang Hari.
"hhmm" jawab Dio.
"aku tidak tahu alasan sebenarnya kenapa tiba-tiba Om Rian pulang, tapi bisakah kamu mencari tahunya untukku. aku tidak bisa mencari tahu sendiri karena aku yakin itu akan langsung ketahuan om Rian" jelas Bagas dengan suara yang bisa dikatakan berbisik.
"apa yang membuat kamu curiga" tanya Dio.
"Dia menjelaskan alasan dia pulang dan kenapa dia bertemu papi tanpa aku tanya ataupun aku singgung, bukankah itu aneh seperti dia sedang memberi isyarat sesuatu padaku tapi aku belum yakin soal apa itu. Bisa kamu mencari tahu itu?! terang Hari.
"hhmm baiklah, akan kulakukan" jawab Dio.
"sepertinya aku harus memperketat keamanan Astri" kata Hari.
"mau aku Carikan seseorang yang baru agar tidak ketahuan oleh papi kamu?" tawar Dio.
__ADS_1
"Boleh, thanks y Dio kamu yang terbaik.
"hhmm" jawab.
Hari pun kembali ke tempat duduk sebelah Astri. Dia tersenyum melihat tanda tanya di wajah Astri yang terlihat sangat jelas di wajah polosnya.
"kamu ngobrolin apa, serius banget sepertinya? tanya Astri.
"hhmm ngobrolin kamu" jawab Hari.
Plakk
Aww
Hari mendapat pukulan sayang di pundaknya.
"dicium Napa sayang ini malah dipukul pagi-pagi"
Plakk
Aduhh
"Kanapa malah dipukul lagi sayang hmm" goda Hari.
"ini sekolah sayang" bisik Astri.
"berarti kalau bukan disekolah boleh?" tanya Hari.
"tergantung" jawab Astri menggoda Hari.
Kegiatan belajar mengajar disekolah berjalan seperti biasanya tidak ada hal spesial yang terjadi hari itu.
Tidak terasa kegiatan belajar pun telah usai dan bel pulang sekolah pun telah menggema seantero penjuru sekolah.
Seperti biasa Hari mengantar Astri pulang kerumah dan untuk Hari ini Hari yang mampir dulu dirumah Astri untuk sekedar mengobrol.
Karena jika Hari langsung pulang mereka sama-sama akan sendirian melewati hari karena memang tidak ada teman mengobrol dirumah mereka.
"sayang" panggil Hari setelah Astri mengganti baju dan mengambilkan minum buat Hari.
"hhmm" jawab Astri.
"maukah kamu berjanji padaku?" tanya Hari.
"soal apa?" tanya Astri.
"berjanjilah padaku apapun yang terjadi, apapun yang kamu alami dan siapapun yang kamu temui ceritakan lah padaku tanpa kamu tutupi sedikitpun" titah Hari.
"kenapa gitu" tanya Astri.
"agar aku lebih mudah untuk melindungi kamu" kata Hari.
"melindungi aku dari apa" tanya Astri.
"dari mereka yang tidak setuju dengan hubungan kita" jawab Hari.
"hhmm, apa seberbahaya itu sampai aku harus melaporkannya padamu?" tanya Astri.
"iya, dan itu bukan melapor sayang, lebih ke belajar terbuka sama aku" jelas Hari.
"sama saja intinya" jawab Astri.
"jadi?" tanya Hari.
"akan ku pikirkan" jawab Astri.
"nggak perlu dipikirkan karena kamu hanya perlu melakukan itu saja" titah Hari.
"baiklah terserah" kesal Astri.
"ma'af sayang aku nggak bermaksud mengekang kamu, aku hanya ingin kamu tetap baik-baik saja" terang Hari sambil memegang kedua pipi Astri.
"iya" jawab Astri sambil melepaskan diri dari tatapan sayu Hari.
"jangan menatapku seperti itu, aku jadi salah tingkah" kata Astri sambil menunduk.
Hari tersenyum mendengar pernyataan Astri dan kemudian dia mengelus lembut pucuk kepala Astri.
Astri POV
Apa yang sebenarnya terjadi, kenapa Hari sebegitunya mengkhawatirkan keselamatan ku.
Bukankah hubungan kami sama saja dengan pasangan lain, kenapa bisa menjadi berbahaya?!
Sebenarnya dia melindungi aku dari siapa?!
__ADS_1
dan seberapa berbahayanya mereka sampai membuat Hari menekankan setiap katanya seperti itu.