Takdir ?!

Takdir ?!
Hujan


__ADS_3

Author POV


Pagi ini rintik hujan turun seakan mengikuti kesediahan yang menyelimuti area salah satu pemakaman di Jakarta.


Iya, tepat subuh tadi akhirnya Bagas menyerah untuk bertahan dia akhirnya pulang kepada sang pencipta setelah berjuang melewati masa kritisnya.


flashback on


Beberapa jam sebelum pemakaman.


"mama papa" ucap Bagas yang telah sadar.


"Bagas" ucap kedua orang tua Bagas bersamaan.


"A--pakah As--tri baik-baik sa---ja?" tanya Bagas dengan terbata.


"dia baik sayang, sekarang dia di ruang rawat inap" jawab mamanya Bagas.


"syukurlah, Bagas ingin ketemu Astri ma" pinta Bagas.


"nanti y sayang, kamu biar sehat dulu baru ketemu sama Astri" jawab papanya Bagas.


"tidak pa, Bagas takut tidak sempat karena waktu Bagas udah nggak lama lagi" ucap Bagas.


"kamu nggak boleh ngomong gitu nak, kamu pasti baik-baik saja sayang" ucap papa Bagas.


"pa ma tolong" pinta Bagas.


"baiklah" ucap mama Bagas.


Diruang rawat inap Astri sedang tidur, karena memang jam masih menunjukan pukul 3 dini hari.


Hari tidak pernah meninggalkan Astri sedikitpun, dia tertidur di samping Astri sedangkan ibunya Astri tidur di ditempat tidur yang memang disediakan untuk yang menunggui.


Tok tok tok


Astri terbangun mendengar ketukan dari pintu kamar inapnya.


Astri menoleh kearah sumber suara dan mendapati mamanya Bagas sedang didepan pintu menunggu ijin untuk masuk.


"Tante?!" ucap Astri.


"iya sayang" ucap Mamanya Bagas.


"masuk Tante" ucap Astri.

__ADS_1


Dengan ragu mamanya Bagas masuk dan berjalan mendekat ke tempat tidur Astri.


"Ma'af Tante, tapi ada apa Tante dini hari ke ruangan Astri?" tanya Astri.


"mmmm Bagas ingin bertemu dengan kamu nak" ucap mama Bagas dengan sendu.


"Bagas sudah sadar Tante?" tanya Astri.


"Alhamdulillah, Astri ikut bahagia dengernya" ucap Astri.


"mari Tante, Astri juga ingin bertemu dengan Bagas" ucap Astri.


"apa tidak sebaiknya kamu bilang ibu mu dulu?" tanya mamanya Bagas.


"tidak usah Tante, mereka pasti kecapekan karena dari siang menunggui Astri, jadi biarkan mereka istirahat.


Dengan menahan sakit diperutnya karena luka tusuk yang Astri alami, dia dipapah mamanya Bagas menaiki kursi roda untuk menuju ruang ICU tempat Bagas berada.


Tidak butuh waktu lama mereka sudah sampai didepan ICU.


"Tante sama Om tunggu sini y, kamu masuk dan bicaralah dengan Bagas" titah Papanya Bagas yang dari tadi gelisah menunggu Astri dan mamanya Bagas di depan ruang ICU.


"baik Om" jawab Astri.


Astri memasuki ruangan itu dengan perlahan, dia disambut senyum hangat milik Bagas yang terasa sudah lama sekali Astri tidak melihatnya.


"hu'umb, aku baik-baik saja" jawab Astri yang entah kenapa air matanya berlinang tanpa menunggu aba-aba.


"jangan nangis, kamu itu jelek kalau nangis" gurau Bagas dengan suara sendu dan sayu.


"mana ada nangis cantik, Dasar" Rajuk Astri.


"hehehe" kekeh Bagas.


"makasih y Bagas, kamu udah nolongin aku" ucap Astri.


"sama-sama, aku terima ucapan terimakasih kamu, tapi jangan jadikan ini sebuah beban. Aku menolong kamu karena bagi aku ini kewajiban aku ke kamu, Apa kamu ingat kata-kata aku bahwa aku akan selalu ada untuk kamu?!. Mungkin aku nggak bisa nepatin janji aku itu ke kamu tapi yakinlah meskipun aku jauh nanti aku kan selalu melindungi kamu. Apapun yang terjadi kamu harus Bahagia dan melanjutkan hidup kamu, kamu nggak boleh lihat kebelakang dan kamu harus jadi diri kamu sendiri jangan dengarkan ucapan orang-orang yang ingin menjatuhkan kamu. Dan ingat ini semua bukan salah kamu ataupun gara-gara kamu. Karena ini semua adalah pilihan yang aku buat sendiri. Mangerti?!" terang Bagas sambil menggenggam erat tangan Astri.


Astri tidak bisa berkata apapun dia hanya menangis tersedu dan semakin mengeratkan genggamannya ke tangan Bagas.


"hapus tuh ingus kamu, udah kemana-mana tambah jelek deh kamu" canda Bagas.


"nggak lucu tahu, aku lagi sedih malah diajak ngelawak" rengek Astri.


"Astri, terimakasih sudah pernah menjadi bagian kenangan yang indah dihidupku" ucap Bagas.

__ADS_1


Tiit tiit tiiitttttt


"Bagas, bangun Bagas, kamu harus bangun Bagas. Bagassss" teriak Astri.


Kedua orang tua Bagas berlari masuk ke ruang ICU saat mendengar teriakan Astri memanggil nama Bagas.


"Bagas, sayang bangun nak" Raung mamanya Bagas.


"jangan tinggalin mama nak, bangun nak" tangis mamanya Bagas.


Papanya Bagas mencoba tabah dan menenangkan istrinya yang terus menangis meraung-raung memanggil nama anaknya.


Sedangkan Elli yang baru kembali dari membeli makanan untuk kedua orang tua Bagas ikut Syok dan menangis sambil memeluk Astri erat.


Di lain sisi Hari terbangun dari tidurnya, dia mengedarkan pandangan keseluruh ruangan untuk mencari keberadaan Astri, Hari langsung panik saat menyadari Astri tidak ada dikamarnya.


Hari berlari kekamar mandi tapi nihil, dia juga tidak menemukan Astri. Kemudian Hari membangunkan ibunya Astri dan bertanya tentang keberadaan Astri, namun sayang ibunya Astri juga tidak tahu Astri ada dimana.


Mereka panik dan bergegas mencari keberadaan Astri, saat tidak sengaja Hari dan ibunya Astri melintas di depan ruang ICU mereka melihat Mama dan Papanya Bagas, Elli dan Astri sedang menangis tersedu didepan ruang ICU.


Hari dan Ibunya Astri berlari menghampiri Astri untuk bertanya sebenarnya apa yang sedang terjadi.


"sayang, ada apa?" tanya Hari.


Astri mendongakkan kepalanya untuk melihat sumber suara berasal.


Astri semakin terisak saat melihat Hari didepannya, dia menghambur dalam pelukan Hari dan menangis tersedu-sedu.


Ibunya Astri menghampiri mamanya Bagas dan mencoba menenangkan mamanya Bagas agar dia bisa bercerita tentang yang sebenarnya terjadi.


"Ba--gass udah nggak ada jeng" ucap mamanya Bagas.


"innalilahi wa innailaihi roojiun" ucap Ibunya Astri dan Hari bersamaan.


flasback off


Astri POV


Terkadang hidup itu lucu


Terkadang hidup itu kejam


Terkadang hidup itu sedih


Tapi bukankah terkadang hidup itu juga Bahagia?!

__ADS_1


Jadi nikmati saja setiap rasa, setiap jalan dan setiap takdir yang terjadi karena pasti ada kebahagiaan yang menanti diujung sana.


__ADS_2