
Author POV
Sejak kejadian kemarin di UKS Astri tidak bisa menghilangkan Hari dari pikirannya.
Meski dia mencoba sekuatnya Hari selalu muncul dalam pikiran dan hatinya, bahkan sekarang dia mulai ragu jikalau Hari tidak akan muncul dalam setiap mimpinya.
Astri POV
Ini salah, aku nggak boleh begini.
Aku sudah punya Bagas dan aku nggak boleh suka sama Hari.
Tapi rasa ini beda, rasa antara Bagas dan Hari berbeda. Aku merasa lebih dalam kepada Hari meskipun Bagas adalah pacar ku.
Tuhan tolong aku.
Author POV
Hari masih tersenyum kala mengingat kejadian kemarin di UKS, entah mengapa dia merasa nyaman dan tenang saat memeluk Astri, seperti saat dia menemukan oasis di tengah Padang pasir.
Hari POV
Hari ini adalah ulang tahun Astri, apa ya yang harus aku sampaikan saat memberikan hp ini?.
Kan nggak mungkin langsung kuberikan tanpa prolog nanti dia bingung lagi.
apa aku tanya Dio saja y?, tidak - tidak kacau malah nanti kalau dia tahu.
Tuhan beri aku petunjuk Mu.
Author POV
Pagi ini Hari dan Astri tanpa mereka ketahui mereka mengawali hari mereka dengan bermunajat kepada TUHAN.
Sejak Astri mengenal Hari entah mengapa Bagas lebih sering antar jemput Astri.
Seakan dia juga merasakan hal yang berbeda antara Astri dan Hari meskipun dia belum memastikannya.
Begitupun juga hari ini Bagas menjemput Astri dan berhubung hari ini hari ulang tahun Astri dia membawa sebuket bunga Lily kesukaan Astri.
Bagas dengan sabar menunggu Astri di depan Gerbang rumahnya.
Saat Bagas sedang asyik menyesap rokok rasa mentolnya Astri berjalan keluar rumah untuk berangkat sekolah.
Ceklek
Suara pintu gerbang terbuka, Bagas langsung membuang rokoknya dan bersiap memberi kejutan untuk Astri.
"Selamat ulang tahun sayang" ucap Bagas.
Astri yang merasa kaget hanya bisa tersenyum melihat tingkah Bagas.
"terimakasih sudah mengingatnya" kata Astri terharu.
"iya dong, masa ulang tahun pacar sendiri lupa" kata Bagas.
"iya dehh kamu yang terbaik" kata Astri memuji.
"ini sayang untuk kamu" sambil nyerahin buket bunga Lily.
"wahhh terimakasih, aku suka banget" terang Astri dengan mata berbinar.
"sama - sama sayang, ayook berangkat nanti keburu telat lagi" kata Bagas.
"Bentar y aku taruh bunganya dulu di vas biar ngga layu" terang Astri.
"oke" kata Bagas.
Setelah beberapa saat mereka telah sampai di sekolah mereka, Bagas mengantar Astri sampai depan kelasnya.
Astri disambut pelukan hangat dari Elli serta ucapan selamat ulang tahun darinya.
"ehh jangan kenceng - kenceng peluknya Astrinya nggak bisa nafas ntar" kata Bagas sambil melepas pelukan Elli.
"ihh syirik yaa karena nggak bisa meluk Astri" sindir Elli.
"emang iya, terus kenapa emang yeee" kesal Bagas kepada Elli.
"ihhh kasian dehh, hush Sono pergi ke kelas kamu gih" usir Elli.
"ihh kenapa?!, terserah aku dong" jawab Bagas.
"Sudah - sudah jangan ribut masih pagi, dan makasih y Bagas sudah ngantar aku sampai kelas" lerai Astri.
"iya sayang, aku balik kelas dulu y, lama - lama lihat Elli darah tinggi aku" terang Bagas.
Dan diangguki oleh Astri sebagai pertanda iya, sedangkan Elli menjulurkan lidah mengejek Bagas.
Dari kejauhan Hari menyaksikan kejadian itu membuat dia berpikir keras bagaimana cara dia memberikan handphonenya.
Setelah Bagas kembali ke kelasnya, Elli kemudian pamit ke Astri untuk pergi ke toilet.
Hari kemudian datang dengan sebuah goodie bag dan sebuah permen lollipop dimulutnya yang merupakan hasil beli dari adik kelas yang kebetulan lewat membawa beberapa permen.
Sampai di depan kelas Astri, dia minta tolong kepada Aldi untuk memanggilkan Astri.
"Astri tuh dicari pangeran kamu" kata Aldi.
"siapa? Bagas?" tanya Astri.
"bukan yang satunya" jawab Bagas.
"satunya?" heran Astri.
"kamu temui saja sana di depan biar tahu" jawab Aldi.
"iya, makasih y" kata Astri.
__ADS_1
Astri berdiri dari kursinya dan mulai melangkah, baru dua langkah dia merasakan debaran di dadanya yang beberapa hari ini selalu dia rasakan saat akan berjumpa dengan Hari.
Astri melanjutkan langkahnya dengan pasti dan benar dia adalah Hari seseorang yang beberapa hari ini mengusik hatinya.
"hai, ada apa?" sapa Astri.
"hello, buka mulut mu" titah Hari.
"untuk apa?" tanya Astri.
"buka saja Aaaaa" titah Hari.
Astri pun membuka mulutnya seperti bayi yang akan disuapi ibunya.
Saat Astri membuka mulutnya Hari memasukkan permen yang dari tadi dikulum olehnya.
"**** saja baby permennya, jangan potong omongan aku cukup dengarkan dan permen itu nggak boleh kamu keluarin sampai aku yang nyuruh oke?!" titah Hari.
"ini hp lama kamu aku kembalikan, pengennya sih aku buang langsung tapi takutnya kamu punya kenangan akan hp ini jadi aku putuskan untuk mengembalikannya ke kamu. Dan ini aku ganti dengan hp yang baru, jangan bilang ini mahal, jangan bilang nggak bisa terima karena aku nggak menerima penolakan.
SIM card kamu juga rusak jadi aku sekalian ganti, aku nggantinya pas kemarin ngajak kamu itukan. Terus memory card kamu juga rusak tapi nggak parah jd masih ada beberapa foto yang bisa aku selametin dan memory cardnya juga baru yang lama udah aku buang.
Dan berhubung nomor kamu juga SIM card nya baru jadi disitu hanya ada nomor kamu dan nomor aku yang tersimpan nanti kamu bisa cek setelah terima hp ini. Dan satu lagi Happy birthday my baby girl" jelas Hari panjang kali lebar dan di akhiri elusan lembut dikepala Astri.
"sekarang buka mulutnya" titah Hari.
"Aaaaa" kata Hari.
dan Astri pun nurut untuk membuka mulutnya. dan kemudian Hari mengulum permen itu lagi.
Berhubung dia tidak bisa menolak dan tidak boleh menolak jadi Astri hanya bisa bilang terima kasih kepada Hari dan menerima handphone baru tersebut.
"makasih handphonenya" kata Astri sungguh - sungguh.
"iya baby" jawab Hari.
Seisi kelas yang melihat adegan tersebut bersorak ibarat mereka sehabis nonton teater gratis.
"aku balik kelas dulu y babe" kata Hari.
"iya" jawab Astri.
Astri berjalan dengan malu - malu karena seisikelas menatapnya dengan berbagai ekspresi dia kembali ketempat duduknya untuk mengecek handphone barunya.
Saat Astri sedang fokus ke hp baru nya Elli kembali dari toilet dan langsung duduk disebelah Astri.
"busyet dah hp baru As?" tanya Elli.
"hu'umb" jawab Astri tanpa menoleh ke arah Elli.
"ibu kamu baru dapat bonus besar y sampai beliin kamu hp mahal kayak gitu?" tanya Elli.
"bukan" jawab Astri yang sedang fokus memeriksa ini hpnya.
"terus?" heran Elli.
"apa?! hp kamu kan hp biasa dan sekarang dia ganti dengan hp yang lebih mahal?!" tanya Elli.
"iya" jawab Astri.
"dan kamu terima gitu saja?! tanya Elli.
"iya Elli sayang" jelas Astri.
"kamu nggak curiga gitu alasan dibalik hp mahal itu?" terang Elli.
"katanya sebagai kado ulang tahun aku dan lagian aku nggak bakal bisa nolak juga sihh" jawab Astri.
"bagas tahu?" tanya Elli.
"tidak, dan aku harap jangan tahu saja karena pasti nanti panjang urusannya" terang Astri.
"kalau nggak mau panjang urusannya y jangan diterima hayati" terang Elli.
"sudah terlanjur aku terima" kata Astri.
Plakk
"aduh sakit tahu Ell" keluh Astri yang kena pukul oleh Elli.
"habis kamu sama gilanya kayak Hari.
"maksudnya?" tanya Astri.
"tahu akhh gelap" jawab Elli.
Saat Astri membuka Galery dia kaget tapi juga senang karena isi galerinya hanya ada foto dia dan foto - foto Hari dalam berbagai ekspresi, sedangkan foto Bagas tidak tersisa satupun.
Setelah jam sekolah usai seluruh siswa segera meninggalkan sekolah, saat Elli akan keluar kelas dia dapat pesan dari Bagas.
Elli tolong bilangin ke Astri y, aku nggak bisa nganter pulang karena ada latihan. thanks
Bagas
Iya Bagas
Elli
"Astri kata Bagas nggak bisa ngantar pulang kamu, kamu mau pulang bareng aku saja?" kata Elli.
"nggak usah makasih, aku naik angkot saja" jawab Astri.
"beneran?" kata Elli.
"iya beneran" jawab Astri.
__ADS_1
setelah Elli pergi Astri mengetik pesan untuk Bagas.
Handphone aku sudah jadi, dan iya nggak apa - apa aku bisa pulang sendiri saja.
Astri
akhirnya bisa telpon kamu lagi, makasih sayang
Bagas.
Saat Astri keluar kelas Hpnya berdering.
Drrt drrtt drrt.
"ada apa?" tanya Astri dalam sambungan telepon.
"pulang bareng yuk, aku tunggu diparkiran" kata Hari.
"nggak usah makasih, aku nggak mau ngerepotin kamu lagi" terang Astri.
"bagi aku, kamu nggak bakal pernah ngerepotin aku baby.
"hhmm iya, aku ke situ sekarang" jawab Astri.
Sambungan telepon pun terputus.
Astri sedikit berlari agar lebih cepat sampai diparkiran sekolah. Dia tengak - tengok cari Hari.
Dan yang dicaripun muncul serta mengagetkan Astri.
"serius amat babe cari akunya" goda Hari ditelinga Astri dari belakang tubuhnya.
Astri yang mendapat serangan itu bergidik geli dan dia merasakan sensasi hangat ditelinganya dan menjulur keseluruh tubuhnya.
"ihhh geli tahu" kata Astri.
"hahahaha, habis kamunya nggemesin sihh" jawab Hari.
"nggak lucu tahu" Rajuk Astri.
"naik, aku antar kamu pulang" titah Hari.
Astri hanya mengangguk dan segera naik ke motor Hari.
Hari melajukan motornya perlahan menuju rumah Astri, saat ditengah jalan tangan hari yang satu meraih tangan Astri agar memeluk pinggangnya.
Astri hanya diam dan nurut saja saat hari meletakkan tangannya di pinggang Hari.
Setelah 30 menit mereka sampai rumah Astri, dia turun dari motor Hari dan kemudian menawarkan Hari untuk mampir.
"mampir yuk" ajak Astri.
"boleh" jawab Hari.
Setelah mereka berdua masuk kedalam rumah Astri mempersilahkan Hari untuk duduk.
"duduk dulu gih, aku mau ganti baju sama buatin minum dulu ya" terang Astri.
"ikut" goda Hari.
"mau aku getok kamu?!" kata Astri
"ampun baby" kata Hari.
Setelah selesai ganti baju Astri bergegas ke dapur untuk membuatkan minum 2 gelas es coklat. Dia memberikan satu untuk Bagas dan yang satu untuk Astri sendiri.
"kamu suka banget y sama cokelat, perasaan tiap kita bareng pasti kamu minum atau makannya yang berbau cokelat" tanya Hari.
"iya, soalnya enak udah gitu bikin rileks lagi" jawab Astri.
"ohh gitu, ngomong - ngomong ibu kamu mana?" mulai Hari untuk mengobrol.
"masih kerja dia pulangnya nanti jam 23.00" jawab Astri.
"sendirian dong kamu sampai malam" tanya Hari.
"iya" jawab Astri.
" kalau ayah kamu gimana?" tanya Hari.
"beliau sudah meninggal saat aku masih SMP" terang Astri.
"ma'af ak nggak bermaksud gitu" sesal Hari.
"nggak apa - apa, aku sudah kuat kok" terang Astri.
Mereka asyik ngobrol dan tidak terasa hari mulai petang dan akhirnya Hari mohon pamit untuk segera pulang.
"aku pulang dulu y baby, udah sore" kata Hari.
"iya hati - hati dijalan" kata Astri.
Astri mengantar Hari sampai depan rumah dan....
Cup
Sebuah kecupan mendarat mulus di kening Astri.
Astri hanya bengong tanpa bisa mengatakan apapun.
__ADS_1
"bye baby" kata Hari sambil melajukan motornya.