Takdir ?!

Takdir ?!
Sekolah


__ADS_3

Author POV


Tidak terasa liburan sekolah telah usai dan saatnya untuk para siswa siswi kembali bersekolah.


Begitupun juga dengan Hari dan Astri, Untuk pertama kalinya Astri akan berangkat sekolah dijemput oleh Hari. Sebenarnya Astri tidak menuntut untuk dijemput tetapi Hari memaksa ingin menjemput dan mengantar sekolah karena sekarang Astri adalah kekasihnya.


Astri tidak bisa menolak keinginan Hari karena Hari adalah orang yang tidak suka akan penolakan.


Pagi ini Hari sudah standby didepan rumah Astri untuk menjemput Astri berangkat sekolah.


"pagi sayang" sapa Hari saat Astri keluar rumah.


"pagi sayang, ayokk berangkat" ajak Astri.


"ayok" kata Hari.


Astri dan Hari berangkat bersama menggunakan motor matic milik Hari.


Hari melajukan motornya secara perlahan dan hati-hati.


Saat mereka berdua sampai diparkiran sekolah, mereka menjadi pusat perhatian karena mereka datang secara bersamaan. Banyak yang bisik-bisik dibelakang mereka.


"mereka beneran pacaran, bukannya yang cewek pacarnya Bagas y, waahh cocok banget, cantik dan ganteng jadi iri". Kurang lebih begitulah bisik-bisik yang terdengar oleh Astri dan Hari.


Astri menundukkan kepalanya karena risih dengan tatapan orang-orang seakan dia melakukan suatu kesalahan. Hari yang melihat itu mencoba menenangkan Astri.


"jangan dihiraukan, anggaplah angin lalu. yang wajib kamu pikirkan adalah aku sangat mencintai kamu" Ucap Hari.


"apaan sihh, kamu tuhh pagi-pagi sudah gombal saja" kata Astri sambil tertawa karena sikap Hari.


"beneran sayang, aku nggak gombalin kamu" kata Hari.


"iya deh terserah kamu saja" kata Astri sambil berlalu menuju papan informasi untuk mencari tahu dia ada dikelas yang mana di kelas XII ini.


"tunggu sayang, barengan Napa" rengek Hari.


Astri hanya melambaikan tangannya dan tetap berjalan duluan. Saat Astri sampai didepan papan informasi dalam hati sebenarnya dia berharap tidak sekelas dengan Hari, karena dia belum siap jika harus deg-degan terus karena terlalu dekat dengan Hari. Tetapi takdir berkata lain Hari dan Astri untuk kelas XII mereka satu kelas.


Hal itu membuat Hari tersenyum bahagia karena sekarang dia berada dikelas yang sama dengan Astri, tapi tidak halnya dengan Astri, dia merutuki dirinya karena sekelas dengan Hari. Bukannya Astri tidak bahagia tapi Astri terlalu malu dan degup jantungnya tidak bisa dikontrol jika terus-menerus berdekatan dengan Hari.


"ayok sayang masuk kelas, kita duduk bareng" ajak Hari.


"i--iya" jawab Astri terbata.


Sesampainya mereka dikelas, Hari memilih tempat duduk yang berada dipojok dengan Astri berada dibagian dalam.


Mereka akhirnya duduk di kursi pilihannya untuk menunggu bel masuk sekolah dan melaksanakan upacara di lapangan.


Sedang asyik ngobrol berdua masuklah Elli celingak-celinguk mencari keberadaan Astri untuk mengajaknya duduk bersama.


Elli mengedarkan pandangannya didalam kelas dan akhirnya menemukan Astri yang sedang duduk dipojokan bersama Hari.


"Astri, kok duduk disini?. Ayok duduk sama aku disana saja" ajak Elli sambil menunjuk bangku yang berada di bagian tengah.


"apaan, dateng-dateng main ngajak orang pindah tempat duduk" kata Hari.


"ihh aku kan biasa duduk sama Astri saat kelas XI, jadi sekarang aku juga mau duduk bareng lagi lah" terang Elli.


"sorry y, sekarang Astri duduk sama aku, kamu cari teman duduk yang lain saja" tolak Hari.


"ihhh apa hak kamu ngelarang-ngelarang Astri buat duduk sama aku. Kamu saja sana yang cari teman buat duduk" kata Elli nggak mau kalah ngegas dari Hari.


"ohh kenalin aku pacar Astri" ucap Hari penuh penekanan.


"apa?!, pukul aku sekarang, kamu bohong kan?" kata Elli.


Bugh


"aduhh, sakit Hari kamu tega ihhh" keluh Elli yang kena pukulan pakai buku di kepalanya.


"lhahh tadi minta dipukul giliran dipukul malah marah-marah.

__ADS_1


Astri hanya tersenyum geli melihat kekasih dan sahabatnya berkelahi merebutkannya.


"Astri bener kata Hari" tanya Elli.


"heheh iya, aku belum sempet cerita sama kamu soalnya takut ganggu kamu liburan" terang Astri.


"Kamu tuh kebiasaan deh suka telat ceritanya" kesal Elli.


Baru Elli mau mukul Astri pakai buku Hari yang tadi buat mukul Elli, tapi tangannya sudah dicekal oleh Hari.


"jangan sakiti kekasihku" ucap Hari dingin.


"i--iya" jawab Elli takut karena aura Hari berubah menyeramkan.


Elli akhirnya memilih duduk dengan ana tepat didepan Astri dan Bagas.


Akhirnya Bel sekolah yang ditunggu dari tadi pun berbunyi. semua murid berhamburan menuju lapangan upacara dengan malas karena tidak mau berpanas-panasan sambil mendengarkan ceramah dari kepala sekolah yang super lama saat berpidato.


Astri berdiri sebelahan dengan Hari yang otomatis membuat Elli makin kesal karena merasa sahabatnya telah direbut oleh Hari.


"pacaran terus, nempel terus saja kayak perangko" sindir Elli.


"biarin dong" kata Hari.


"sudah sayang" kata Astri agar tidak menggoda Elli yang lagi ngambek.


Akhirnya setelah satu jam berpanas-panasan upacara pun telah selesai dan semua murid memasuki ruang kelas masing-masing.


Saat dipertengahan jalan mereka bertiga berpapasan dengan Bagas yang juga akan masuk ke kelasnya.


"hai" sapa Bagas duluan kepada Astri.


"hello" jawab Astri, Hari dan Elli serempak.


"sudah resmi nih kayaknya?" tanya Bagas.


Belum Hari dan Astri menjawab Elli telah terlebih dahulu yang menjawab.


"iya, dan bikin kesel kerjaannya nempel terus kayak perangko seakan takut esok berpisah saja" jawab Elli sambil berlalu meninggalkan mereka.


dalam hati Astri.


benar kamu benar Elli, aku sangat takut akan hari esok, aku takut tiba-tiba aku akan berpisah dengan Hari.


Aku takut tiba-tiba Hari pergi meninggalkanku dan hubungan ini akan berakhir.


Aku takut Hari esok kami harus berpisah karena dari awal kami tidak ditakdirkan untuk bersama.


Author POV


Hari menyadari ekspresi Astri yang berubah, dia tahu bahwa Astri pasti sedang memikirkan kata-kata Elli.


"hahahaha, dia kenapa?" kata Bagas.


"sakit kali" jawab Hari asal.


Plakk


"aduh sakit sayang kenapa aku dipukul" kata Hari.


"jangan godain Elli, dia hanya lagi merajuk karena nggak aku kasih tahu tentang kita lebih awal" terang Astri.


"iya dehh sayang, aku nggak akan godain dia lagi" kata Hari.


Bagas diam-diam tersenyum bahagia melihat mantan terindahnya Bahagia dengan orang pilihannya. Dalam hati Bagas berjanji akan selalu ada untuk membantu Astri jika hari itu datang.


"aku ke kelas dulu y" kata Bagas.


"iya" jawab Astri disertai anggukan oleh Hari.


Astri dan Hari pun kembali berjalan ke kelas mereka yang sempat tertunda. Mereka duduk di bangku mereka dan menunggu kedatangan guru mereka.

__ADS_1


Teett tetttt tettt


Tidak terasa Bel pulang sekolah pun berbunyi dan semua murid bergegas untuk pulang.


"Elli, aku pulang dulu y" kata Astri.


"iya hati-hati, kalau Hari macam-macam jangan lupa bilang sama aku" kata Elli.


"isshhh, aku satu macam kali" kata Hari.


"iya, makasih Elli" jawab Astri.


Astri dan Hari pun pamit pulang dan berjalan menuju ke parkiran kendaraan. Sambil mengobrol santai dan tidak lupa mereka mendapat tatapan yang bermacam-macam dari beberapa murid yang berpapasan dengan mereka.


"biarain saja, ini adalah resiko punya pacar ganteng kayak aku" kata Hari.


"isshh PD sekali pacar aku ini" kata Astri.


"tapi bener kan" kata Hari.


Astri tidak menjawab dan berjalan lebih cepat karena terlalu malu untuk mengatakan iya kepada Hari.


Setelah beberapa menit Mereka sampai dirumah Astri.


"masuk dulu?" tawar Astri.


"boleh" jawab Hari.


Mereka masuk kedalam rumah, Astri mempersilahkan Hari untuk duduk dan dia pamit dulu untuk mengganti seragam sekolahnya dengan baju rumahan.


Setelah mengganti baju Astri bergegas menuju dapur untuk membuatkan minuman dan mengambil sedikit cemilan untuk Hari.


"silahkan diminum" ucap Astri.


"iya sayang makasih" kata Hari.


"kamu selalu sendirian seperti ini" tanya Hari.


"iya, ibu aku kerja dari pagi sampai sore tapi kalau ada lemburan ibu aku lebih memilih lemburan katanya lumayan buat nambahin pendapatan jadi dia pulangnya tengah malam baru pulang" terang Astri.


"hhmm gitu, kamu hati-hati dirumah, kalau ada apa-apa langsung telpon aku" ucap Hari.


"iya, makasih" jawab Astri.


"sayang" ucap Hari.


"iya" jawab Astri.


Hari membenarkan posisi duduknya menghadap Astri, kemudian dia memegang kedua tangan Astri.


"aku tahu kamu takut tentang hari esok, apakah kita masih bisa bersama atau tidak. Tapi aku mohon percayalah sama aku, aku akan sekuat tenaga memperjuangkan kamu, aku akan sekuat tenaga mempertahankan kamu dan aku akan tetap mencintai kamu sampai akhir" terang Hari.


Astri hanya mengangguk karena dia tidak sanggup untuk menjawab pernyataan Hari.


Hari meraih Astri dalam pelukannya.


Pelukan yang mampu membuat keduanya tenang dan nyaman sekaligus membuat jantung mereka berdua maraton.


"kencang banget sayang" kata Astri disela tangisan harunya.


"apanya hhmm?" tanya Hari sambil mempererat pelukannya.


"degup jantung kamu kencang dan terdengar jelas oleh ku, apa kamu deg-degan?" kata Astri.


"jantungku selalu bermaraton saat didekat kamu sayang, bahkan dalam jarak 10 langkah jantungku sudah menyambut kamu terlebih dahulu" terang Hari.


Astri tersenyum malu dalam pelukan Hari, untung mereka berpelukan jadi Hari tidak bisa melihat betapa merahnya wajah Astri karena dia juga deg-degan.


Hari POV


dalam hati Hari saat memeluk Astri.

__ADS_1


aku akan tetap mencintai kamu sayang dimanapun aku berada dan aku akan tetap memperjuangan kamu sampai akhir karena kamu adalah separuh nyawa dan nafasku.


I love you.


__ADS_2