Takdir ?!

Takdir ?!
Dimulainya Rasa itu


__ADS_3

Author POV


Tidak terasa liburan kenaikan kelas sudah masuk hari ke - 3 dan disinilah Astri, hampir selama liburan dia hanya rebahan di kasur tersayangnya saja.


Ibunya sibuk kerja, Elli ke Bali, Bagas juga liburan sama teman-temannya, sedangkan Hari tidak tahu lagi apa, Astri merasa malu jika harus menghubungi Hari duluan.


Setelah kepalanya cukup pusing karena dia hanya rebahan sepanjang hari, akhirnya dia memutuskan untuk ke toko buku saja sambil cari-cari novel baru.


Astri menumpangi angkot langganannya untuk menuju ke toko buku, jalanan cukup sepi karena mungkin kebanyakan orang lagi liburan ke puncak atau luar kota lainnya.


Tidak butuh waktu lama untuk Astri sampai ke toko buku. Di dalam toko buku Astri langsung menuju ke rak-rak novel yang berderet rapi.


Saat Astri sedang fokus memilih beberapa novel, dari arah belakang ada seseorang yang menepuk pundaknya.


"hai, kamu Astri kan?" sapa Sherly


"ohh iya, kamu Sherly?" kata Astri.


"kamu suka ke sini?, sudah dua kali kita ketemu disini" terang Sherly.


"hhmm lumayan, kalau lagi pengen saja" jawab Astri.


"masih lama atau sudah selesai?" tanya Sherly.


"aku sudah selesai kok, tinggal ke kasir saja. Emang kenapa?" kata Astri.


"ngopi yuk depan situ" tawar Sherly.


"boleh" jawab Astri.


Akhirnya mereka berdua duduk bersama untuk sekedar ngopi di cafe tempat dulu mereka bertemu juga.


"kamu sudah lama kenal Hari?" tanya Sherly.


"belum, baru hitungan Minggu saja" jawab Astri.


"ohh gitu" kata Sherly.


"hu'umb" kata Astri.


"Hari itu meskipun terlihat ramah, dia sangat sulit untuk membuka hatinya, apalagi sama cewek" kata Sherly sedikit ingin melihat reaksi Astri.


"benarkah?!" kata Astri.


"iya, aku kenal Hari dari kecil, orang tua kami bersahabat jadi kami sering bertemu dan seperti yang kamu tahu akhirnya aku dan dia bertunangan. Namun baru kemarin aku melihat cinta dimatanya saat dia melihat kamu" terang Sherly.


Astri hanya diam karena dia bingung harus berkata apa dan harus bereaksi bagaimana.


"Aku sendiri sampai saat ini belum jatuh cinta kepadanya begitupun dengan dia, meskipun kami sudah bertunangan cukup lama, Kami juga tidak tahu kapan kami akan menikah karena semua itu keluarga yang menentukan. Bagi kami selama kami masih diberi kebebasan sebelum pernikahan itu terjadi kami harus memanfaatkannya sebaik mungkin. Kami tidak bisa kabur ataupun menyerah" terang Sherly.


"aku juga tidak tahu jikalau kalian bersama maka akan bertahan seberapa lama, karena seberapapun kuat kalian memperjuangkannya akhirnya tetap mereka yang menentukan. Ini bukan drama Korea yang nantinya orang tua kami akan luluh saat melihat perjuangan anaknya, mereka tidak peduli dengan perasaan kami yang mereka pedulikan seberapa besar kami akan menguntungkan mereka". Jelas Sherly.


"Jadi, sebelum kamu memulai dan sebelum perasaan kamu semakin dalam lebih baik dipikirkan lagi. Apakah kamu akan lanjut atau kamu akan berhenti sampai disini, karena sesungguhnya kamu dan Hari tidak akan pernah ada akhirnya" kata Sherly


Astri mencerna baik-baik semua penjelasan Sherly, dia hanya diam tanpa bisa merespon, dia tidak tahu jalan yang akan dia ambil.


Saat Astri sedang sibuk dengan pikirannya getaran telpon berbunyi.


Drrt drrt drrt


Astri melihat nama yang tertera di handphone nya. my future tentu saja nama itu Hari yang menuliskannya karena dari awal Astri menerima hp itu dia tidak pernah merubah apapun yang telah disetting kan oleh Hari.


"angkatlah, itu Hari bukan?" titah Sherly


Astri masih heran bagaimana dia bisa tahu kalau itu Hari sedangkan tidak ada yang tahu siapa nama Hari di daftar teleponnya. Saat Astri akan mengangkat telponnya Sherly mencekal tangannya.


"angkat tapi jangan bilang kamu sedang bersama ku" titah Sherly.


Akhirnya Astri mengangkat telpon dari Hari.


"siang baby, kamu lagi apa?" tanya Hari diseberang telpon.


"siang, aku lagi minum kopi" jawab Astri.

__ADS_1


"minum kopi dimana?" tanya Hari.


"di cafe depan toko buku yang biasa" terang Astri.


"ohh kamu sama siapa?" tanya Hari.


"aku sama Sherly" jawab Astri.


Astri mendapat tatapan tajam dari Sherly karena dia tidak mengindahkan titah Sherly.


"tunggu, aku kesana sekarang, kamu jangan kemana-mana sampai aku datang" titah Hari.


Belum sempat Astri menjawab Hari telah menutup panggilannya.


"baiklah berhubung kamu sudah bilang ke Hari kalau kamu sedang bersama ku, kita lihat seberapa cepat dia sampai kesini" kata Sherly.


"untuk apa?" tanya Astri.


"Aku ingin lihat seberapa besar dia mencintaimu?" kata Sherly.


"apa hubungannya seberapa cepat dia datang dengan seberapa besar dia mencintaiku?" tanya Astri.


"hahahaha, kamu lucu" kata Sherly.


"maksudnya?" tanya Astri.


"Hari adalah orang yang tidak peduli dengan orang disekitarnya meskipun dia ramah kepada semua orang tapi dia akan memilih siapa yang akan dia tolong dan siapa yang akan dia abaikan, dia sangat mengenal ku jadi saat dia tahu kamu sedang bersamaku harusnya dia khawatir jika dia benar-benar mencintai kamu" terang Sherly.


"aku tidak mengerti" kata Astri.


"aku tidak sebaik apa yang kamu lihat sayang" kata Sherly.


Hanya butuh 10 menit untuk Hari sampai di cafe tersebut, waktu tempuh yang normalnya adalah 35 menit sampai 40 menit dari rumah Hari sampai ke cafe, dapat diselesaikan oleh Hari hanya dalam 10 menit.


Entah karena jalanan yang sepi atau karena Hari mengendarai motornya dengan kecepatan sangat tinggi.


Hari masuk kedalam cafe dengan tergesa, dia mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaan Astri. Saat dia menemukannya Hari langsung menghampiri Astri.


"kamu tidak apa-apa?" tanya Hari.


"aku baik-baik saja" jawab Astri.


"hhmm sebaiknya aku pergi, selamat bersenang-senang" kata Sherly.


Sebelum Sherly sempat pergi tangannya telah dicekal oleh Hari.


"jangan menyentuhnya atau kamu akan menyesal" titah Hari penuh penekanan.


Sherly pergi meninggalkan mereka berdua tanpa menjawab pernyataan dari Hari.


"kamu beneran nggak apa-apa?" tanya Hari.


"iya, kamu lihat sendiri kan kalau aku baik-baik saja" jawab Astri.


"syukurlah" kata Hari sambil mengelus pucuk kepala Astri.


"Jangan khawatir" kata Astri sambil menatap mata Hari untuk meyakinkannya.


"iya baby" kata Hari.


"aku bukan bayi" kata Astri.


"terus mintanya dipanggil apa?" goda Hari sambil dia duduk disebelah Astri.


"ter--serah" jawab Astri sambil gelagapan.


"kamu itu menggemaskan kaya bayi babe" Kata Hari sambil mencubit kedua pipi Astri.


"iisshhh, nggak lucu dehhh" kata Astri.


"jalan yuk" tawar Hari.


"kemana?" tanya Astri.

__ADS_1


"kemana saja asal dengan kamu" jawab Hari.


Blush...


wajah Astri sudah mirip kepiting rebus.


Hari memberikan helm untuk dipakai oleh Astri, dan akhirnya mereka meninggalkan cafe tersebut menggunakan motor besar Hari.


"tumben pakai motor besar?" tanya Astri untuk memulai percakapan.


"kalau diluar sekolah aku lebih suka menggunakan motor besar" jawab Hari.


"ohh gitu" jawab Astri.


"tadi Sherly ngomong apa saja ke kamu?" tanya Hari yang sejak tadi memang sudah penasaran.


"tidak ada, hanya mengobrol hal-hal kecil saja" jawab Astri.


"hhmm baiklah, lain kali katakan padaku apapun yang Sherly katakan ataupun yang Sherly lakukan padamu" kata Hari.


"iya" jawab Astri.


Tanpa Astri sadari kedua tangannya telah bertengger mulus di pinggang Hari, entah setan apa yang merasukinya, Astri malah mengencangkan pelukannya di pinggang Hari.


Hari yang merasakan pelukan Astri bisa mengetahui bahwa ada sesuatu yang Astri tutupi, dalam hati dia bergumam bahwa dia tidak akan melepaskan Sherly jika dia berani mengusik atau bahkan menyentuh Astri.


Karena merasa nyaman dan damai saat memeluk Hari akhirnya Astri ketiduran dipunggung Hari. Hari yang tidak mau mengganggu tidur Astri memilih tetap melajukan motornya sampai cukup lama dan dia sampai di sebuah pantai.


Hari mematikan mesin motornya dengan tetap Astri memeluk erat pinggangnya sambil tertidur.


Cukup lama Hari diam melihat laut dengan Astri yang tertidur di punggungnya. Setelah dua jam Astri tertidur akhir dia bangun.


"hhmm kita dimana?" tanya Astri yang sedang mengumpulkan sebagian nyawanya yang masih berada di alam mimpi.


"di pantai" jawab Hari.


"udah berapa lama aku tidur" tanya Astri sambil enggan melepas pelukannya.


"hhmm dua jam sejak kita sampai" jawab Hari.


"apa?! lama banget?!" kaget Astri.


"kenapa kamu nggak bangunin aku, ma'af ya kamu nungguin lama y?" kata Astri.


"nggak apa-apa baby meskipun aku harus nunggu kamu sampai di kehidupan selanjutnya aku akan tetap setia menunggu kamu" terang Hari.


Plakk


Aaww


"gombal" kata Astri malu-malu.


"aku nggak pernah gombal sama kamu, semua yang aku katakan benar-benar tulus sayang ku" kata Hari.


"sayang sayang gundul mu, nohh Sherly mau dikemanakan" sergah Astri.


Astri turun dari motor Hari, dia melepas sepatunya dan mulai berjalan di atas pasir yang masih bersih dan putih.


Hari menyusul Astri dan ikut berjalan disisinya. Kemudian dia memegang tangan Astri sambil berlutut dihadapannya.


"aku tidak tahu seberapa kuat aku bisa perjuangin kamu, tapi selama aku masih bernafas aku akan tetap melindungi kamu sampai kapanpun dan dengan cara apapun. Aku tidak sedang merayu kamu ataupun berkata manis untuk mendapat perhatian kamu. Semua yang kukatakan tulus dari hatiku, mungkin terdengar klise bagi orang lain dengan status kita yang masih SMA ini tapi percayalah aku akan membuktikannya padamu. Astri aku tahu jalan kita akan sulit, jalan kita akan penuh drama nantinya meskipun ini bukan drama Korea tapi aku mohon maukah kamu menjadi kekasihku, menjadi satu-satunya cinta di hatiku, maukah kamu menjadi satu-satunya orang yang akan aku perjuangkan, menjadi satu-satunya pemilik hati dan jiwaku dan maukah kamu menjadi separuh nafasku?!" ucap Hari.


Astri terdiam mendengar semua pernyataan Hari, jantungnya berdebar sangat kuat dan hatinya menghangat. seakan menghilangkan semua kekhawatiran yang disebabkan oleh Sherly tadi.


"Aku bersedia" jawab Astri.


"terimakasih" ucap Hari.


Mereka berpelukan erat seakan menyalurkan semua rasa yang ada di dalam dada mereka.


Astri POV


Cinta kami sederhana, kami hanya ingin bahagia bersama dan menjaga satu sama lain, tapi mungkin jalan cinta kami tidak sesederhana cinta kami.

__ADS_1


Hari POV


Perjuangan ini mungkin akan berat tapi percayalah aku akan tetap menjaga cinta kita sampai kita dipersatukan nantinya, entah di kehidupan sekarang atau selanjutnya.


__ADS_2