
Author POV
Dengan kecepatan sedang Hari segera melaju mengendarai mobilnya menuju rumahnya. Tidak butuh waktu lama akhir Hari sampai dirumahnya.
Dia bergegas masuk dan mencari keberadaan Dio, Hari langsung menuju kamarnya untuk menemukan Dio.
Karena setelah Astri hanya Dio lah yang tahu kode akses rumah Hari.
Sesampainya di kamar Hari melihat Dio sedang tertidur di tempat tidurnya.
"bangun Dio" kata Hari sambil mengguncang sedikit tubuh Dio.
"hhmmm" jawab Dio sambil meregangkan otot-otot tubuhnya.
Hari menunggu agar seluruh nyawa Dio terkumpul terlebih dahulu setelah bangun tidur.
Setelah dirasa Dio sudah bangun dan mengumpulkan seluruh nyawa nya Hari langsung menanyakan perihal yang tadi siang Dio informasikan.
"jadi?" tanya Hari.
"seperti dugaan kamu, kalau om Rian datang ke Indonesia tidak dengan tangan kosong" jawab Dio.
"lalu?" kata Hari.
"Sepertinya Orang tua kamu lebih pintar dari kamu. Mereka telah resmi dan saling setuju untuk memajukan jadwal pernikahan kamu sama Sherly, yang awalnya kalian sepakat untuk menikah setelah lulus S2 kali ini di rubah menjadi setelah lulus SMA. dan Om Rian datang ke Indonesia untuk memastikan bagaimana kelanjutan hubungan kamu dengan Sherly dan dari hasil makan malam kemarin Om Rian menganggap kalian telah siap untuk itu" terang Dio.
Hari mengepalkan tangannya kuat dan menghantamkannya ke kaca yang berada di kamarnya.
"gimana bisa mereka memutuskan itu tanpa persetujuan ku?" kesal Hari.
"mereka tidak perlu pendapat kamu, karena Sherly telah menyetujuinya" kata Dio.
"apa?" kata Hari.
"yah, aku kurang tahu awal munculnya perubahan jadwal pernikahan ini. Tapi yang jelas Sherly mengetahui rencana perubahan ini yang artinya ada dua kemungkinan. Yang pertama Orang tua kamu mengetahui rencana kamu untuk meninggalkan perusahaan keluarga kamu setelah kamu lulus S2 karena kamu akan mendirikan perusahaan kamu sendiri dan artinya mereka akan kehilangan saham atas kamu yang merupakan aset penting bagi mereka. Yang kedua mereka telah mengetahui hubungan kamu dengan Astri dan kedua alibi itu memiliki satu persamaan yaitu hanya Sherly yang mengetahui semua itu. Jadi Entah Sherly yang mengajukan percepatan jadwal pernikahan itu atau Sherly yang memberikan isyarat yang membuat mereka merubah jadwal" terang Dio.
Hari menendang kursi meja belajarnya yang berada tepat didepannya. Dia marah sangat marah sampai tidak bisa mengendalikan emosinya lagi.
__ADS_1
"heyy hentikan, itu tidak akan merubah semuanya" titah Dio.
"Sherly sudah berani bermain dengan ku" gumam Hari.
"kurasa dia sekarang sudah mulai mencintai kamu. Mungkin dulu kalian berdua sepakat berencana mengingkari perjanjian itu setelah lulus S2 karena saat itu Sherly memang tidak menyukaimu. Tapi kurasa sekarang berbeda entah karena dia merasa kalah dari Astri atau dia benar-benar sudah jatuh hati pada kamu. Jadi ikut setuju untuk memajukan jadwal pernikahan kalian" kata Dio
"Aarrgghhhh" teriak Hari Frustasi.
"mungkin kemarin kamu bisa meyakinkan Astri bahwa kamu akan memperjuangkannya karena kamu pikir kamu akan menikahinya setelah lulus S2 dan pergi dari papi kamu dan perusahaannya. Tapi sekarang bagaimana menurut kamu?" kata Dio.
"Aku sangat mencintai Astri, Dia cinta pertama ku dan yang terakhir untuk ku" jawab Hari.
"tapi kamu tidak bisa membuatnya tetap disisi kamu, karena jika itu yang kamu lakukan itu hanya ada satu kemungkinan yaitu menjadikan dia simpanan kamu. Karena keluarga kamu hanya akan mengakui Sherly sebagai menantu resminya dan yang akan masuk dalam daftar keluarga. Kamu tidak bisa memaksa Astri tetap disisi kamu jika kamu masih hanya anak ingusan yang baru lulus SMA karena kamu tidak punya kekuatan apa-apa untuk melawan Papi kamu. Tapi jika kamu meminta Astri untuk menunggu kamu sampai lulus S2 itu tidak mungkin karena kamu akan menikah dengan Sherly satu tahun lagi. Jadi apa keputusan kamu?" kata Dio
"aku tidak bisa meninggalkan Astri" jawab Dio
"lalu kamu akan menjadikannya simpanan kamu?!" tanya Dio.
"tidak, dia terlalu berharga untuk menyandang status itu" terang Hari.
"lalu?, kamu tidak mungkin kabur dari keluarga kamu sekarang demi Astri karena pasti mereka akan memburu kalian dan menghancurkan kalian, ohh tidak bukan kalian yang akan mereka sakiti tapi hanya Astri yang mereka akan sakiti untuk membuat kamu kembali demi melindungi Astri" tutur Dio.
"aku tidak tahu, semua tergantung pada keputusan kamu" jawab Dio.
"lalu apa yang harus aku lakuin semua keputusan seakan tidak memihak ku?!" keluh Hari.
"kenapa mereka melahirkan ku hanya untuk alat bisnis mereka?!" kata Hari.
"tidak cuma kamu, semua anak seperti kita hanya dijadikan alat perluasan bisnis mereka. Cepat atau lambat kita semua tetap akan menjalani itu hanya bedanya ada yang cepat dan ada yang menunggu saat yang tepat untuk menjalani pernikahan bisnis ini" ujar Dio.
"kenapa harus aku, tidak bisakah aku memilih lahir dari keluarga biasa saja agar aku bisa menentukan jalan hidup ku sendiri?!" keluh Hari.
"kita tidak bisa memilih kita terlahir dari keluarga mana" kata Dio.
" yang jelas kita harus membayar fasilitas yang kita nikmati sekarang dengan pernikahan bisnis yang telah mereka tentukan , tidak peduli kita setuju atau tidak" terang Dio.
"aku tidak mau meninggalkan Astri tapi aku juga tidak mau membuatnya menjadi simpanan ku karena bagiku hanya dia pemilik hatiku" terang Hari.
__ADS_1
"apapun keputusannya, kamu harus memberi tahu Astri dengan jelas karena tidak baik mengakhiri suatu hubungan tanpa alasan yang jelas dan menjalin hubungan dilandasi ketidak jujuran" ujar Dio.
"apa menurut kamu Astri bisa bertahan dengan ku?!" kata Hari.
"itu tergantung kalian sendiri" kata Dio.
"aku harus membuat perhitungan dengan Sherly terlebih dahulu sepertinya" kata Hari dengan dingin.
"terserah kamu, aku hanya mendukung dan membantu kamu semampuku. dan aku sudah mendapatkan orang yang kamu minta untuk menjaga Astri tanpa diketahui oleh Papi kamu" terang Dio.
"siapa orangnya?" tanya Hari.
"dia orang baru tapi sangat berpengalaman. Karena dia juga seorang mantan anggota pasukan khusus" terang Dio.
"bagus, kamu yang urus agar orang-orang papi tidak melihat ku berkomunikasi dengannya. karena kurasa akan mulai ada orang-orang papi yang akan bertebaran disini" kata Hari.
"baiklah, tapi kamu bisa menggunakan Sherly untuk mencegah orang-orang papi kamu berkeliaran di Indonesia" kata Dio.
"aku mengerti" jawab Hari.
Setelah itu Dio bangun dari tempat tidur Hari dan berjalan mengambil kotak P3K yang ada dilaci meja Hari untuk mengobati tangan Hari yang terkena serpihan kaca.
"jangan sakiti diri kamu sendiri, karena itu tidak akan menghasilkan apapun" kata Dio sambil mengoleskan obat di tangan Hari.
"hhmm terimakasih" kata Hari.
"sama-sama" kata Dio.
Sherly POV
Ma'afkan aku bertindak sejauh ini, karena aku rasa aku mulai jatuh hati padamu dan aku tidak rela jika nanti Astri yang akan mendapatkan kamu.
Aku tidak peduli jika hanya raga kamu yang aku dapat disisi ku kelak tapi setidaknya kamu tidak akan berakhir dengan Astri karena itu akan lebih menyakiti aku.
Astri POV
Perasaan apa ini, kenapa rasanya tidak nyaman sekali seperti ada hal buruk yang akan terjadi.
__ADS_1
Semoga semua akan baik-baik saja.