Takdir ?!

Takdir ?!
Ice Cream Coklat


__ADS_3

*Seperti Ice Cream coklat, dimakan perlahan akan mencair dan tidak enak, dimakan terburu - buru juga bikin sakit tenggorokan, dimakan terlalu banyak jadi pahit dan sakit


Seperti kehidupan, semanis apapun pasti akan ada rasa pahit - pahitnya*.


Author POV


Jam istirahat pertama sedang berlangsung, sama dengan halnya siswa siswi lain Astri dan Elli ikut berjubel untuk mendapat giliran membeli makanan yang mereka inginkan.


Astri bertugas mencari tempat duduk dan Elli bertugas memesan makanan, Astri memilih tempat duduk di ujung kantin agar tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang.


Setelah beberapa menit Elli pun datang dengan 2 mangkok bakso dan 1 gelas es coklat serta 1 gelas es teh.


"Ehh 10 hari lagi ulangan kenaikan kelas kan y?" kata Elli.


"hu'umb, aahhh pusing dech kalau ingat ulangan" jawab Astri.


"mangkanya belajar biar nggak pusing" kata Elli.


"kamu mah enak lahir dengan otak pintar, belajar sekali langsung paham, nahh aku mau tu buku paket aku bakar terus aku minum abunya tetep saja nihh otak Pentium 4" Keluh Astri.


"hahahaha, kamunya saja yang malas belajar" jawab Elli.


Sedang Asyik makan sambil ngobrol, datanglah Bagas yang langsung duduk disebelah Astri.


"hai sayang, kenapa mukanya gitu?" sapa Bagas.


"hehehe, nggak apa - apa cuma ngobrolin soal ulangan kenaikan kelas saja" jawab Astri.


"ohh gitu" kata Bagas sambil manggut - manggut.


"ehh sayang hp kamu belum jadi juga?" tanya Bagas.


"hu'um, kira - kira 4 sampai 5 harian lagi jadinya" jawab Astri.


"lama banget benerinnya?, mau aku belikan yang baru saja gimana?" kata Bagas.


"ehhh emang Hp kamu knp?, kok aku nggak tahu sich?" tanya Elli.


"nggak usah, bentar lagi juga jadi kok" jawab Astri, padahal dalam hatinya dia nggak mau ngerepotin Bagas cuma buat beliin handphone baru untuknya.


"aku belum bilang y sama kamu?!, ma'af lupa cerita. Hp aku rusak dari 3 hari yang lalu" jawab Astri dengan cengengesan karena merasa bersalah sama Elli.


"hhmm yaudah" kata Bagas.


Plakk


"jahat ihh kamu mah, aku nggak dikasih tahu" terang Elli dengan muka yang sok di sedih sedihkan.


Aaww


"sakit Elli" kata Astri.


"udah jangan berantem, malu akh tuh dilihatin anak - anak lain" kata Bagas.


Setelah mereka selesai makan mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju kelas dengan Bagas yang mengantar Astri sampai kelas.


Selang beberapa menit Bagas pergi dari kelas Astri, Hari datang untuk mencari Astri.


"Panggilan Astri dong mau ngomong bentar" kata Hari kepada Elli yang kebetulan di dekat pintu kelas.


"ada apa kamu mencari Astri?, perasaan akhir - akhir ini kamu sering ke sini dehh?!" tanya Elli.


"kepo, panggilin saja gihh" terang Hari.


"iya - iya" jawab Elli.


Elli pun memanggil Astri dan menyuruhnya keluar kelas karena ada Hari yang menunggunya.


Astri berjalan santai untuk keluar kelas.


Astri POV


lagi, perasaan apa ini?!.


bukankah barusan tidak apa - apa?!


sepuluh langkah menuju kepadanya dan jantung ini mulai tidak normal.


Hari POV


muncul lagi, debaran ini.


Author POV


"hai, ada apa?" sapa Astri.


"hello, nanti pulang sekolah ikut aku, tunggu dikelas kamu saja ntar aku jemput ke kelas, dan aku tidak menerima penolakan" terang Hari.


Sebelum Astri sempat menjawab Hari sudah melanjutkan lagi kalimatnya.


"oke baby, aku balik ke kelas dulu" kata Hari sambil mengusak Pucuk kepala Astri.


Astri hanya bisa diam termenung ditempat dengan melihat punggung Hari yang semakin jauh, setelah itu dia baru ngehh dengan apa yang barusan terjadi.


"apaan sihh dia itu, aneh" kata Astri.


Suara yang ditunggu pun datang, bel pulang sekolah yang teramat dirindukan bagi para siswa yang sudah letih dengan kegiatan belajar mereka.


Semua siswa bergegas meninggalkan kelas untuk segera pulang ke rumah masing - masing, begitupun dengan Elli.


"mau pulang bareng nggak?, hari ini aku bawa motor sendiri nggak dijemput sama bunda" tawar Elli.


"nggak terima kasih, aku udah ditungguin soalnya" jawab Astri.


"ohh sama Bagas y, iya deh yang mau pacaran aku dilupakan, bye - bye Astri" kata Elli.


Tanpa mendengar penjelasan Astri, Elli bergegas meninggalkan kelas.


Astri hanya bisa diam tanpa ingin menjelaskan kepada Elli siapa yang dimaksud dengan yang ditunggu Astri.


Hari pun datang untuk menjemput Astri dikelas, dia tersenyum karena Astri benar - benar menunggunya.


"hai, udah lama?" tanya Hari.


"nggak kok" jawab Astri


"yaudah ayok biar nggak kemalaman" kata Hari.

__ADS_1


"emang kita mau kemana" tanya Astri.


"ikut saja" jelas Hari.


Mereka berjalan beriringan menuju parkiran, sesampainya diparkiran Hari membuka jok motor maticnya untuk mengambil jaket dan helm kemudian dia menyerahkannya ke Astri.


"buat aku?" tanya Astri.


"iya" jawab Hari sambil mengangguk.


"makasih" kata Astri.


Hari pun mengenakan jaket dan helm miliknya, motor matic itu mulai melaju perlahan menuju sebuah galeri dari salah satu operator provider di Indonesia.


Dilain sisi Bagas yang ingin mengajak Astri untuk pulang bareng datang ke kelas Astri karena saat ini Astri nggak pegang hp jd Bagas datang tanpa pemberitahuan ke Astri terlebih dahulu.


Namun saat Bagas sampai kelas sudah kosong tidak ada orang, Bagas pun menelpon Elli untuk menanyakan keberadaan Astri.


Drrt drrtt drrt.


Elli menepi untuk mengangkat telponnya.


"hallo, ada apa gas?" tanya Elli.


"Astri sama kamu nggak?" tanya Bagas.


"nggak" jawab Elli.


"ohh okeh" jawab Bagas.


Tanpa babibu Bagas langsung mematikan sambungan telponnya.


"hhmm mungkin dia sudah pulang naik angkot seperti biasanya" gumam Bagas.


Setelah sampai di tempat tujuan Hari mengajak Astri untuk masuk.


"berhubung SIM card kamu ikut rusak gara - gara masuk ke kubangan air jadi kita buat SIM card baru dengan nomor yang sama y". terang Hari


"hmm gitu, baiklah" jawab Astri.


Mereka berdua mengurus beberapa administrasi untuk mengganti sim card baru dengan nomor yang masih sama.


Setelah beberapa menit prosesnya selesai dan SIM card pun telah jadi.


"aku yang simpan y, ntar aku kembalikan sekalian dengan Hp kamu" kata Hari.


"kenapa gitu?" tanya Astri.


"biar gampang saja" terang Hari.


"ohh" kata Astri.


"habis ini ada acara?" tanya Hari.


"nggak, kenapa?" kata Astri.


"jalan - jalan bentar yuk" ajak Hari.


"hhmm gimana y?, aku takut nanti...."


belum Astri menyelesaikan kalimatnya hari sudah memotongnya.


dibalas anggukan oleh Astri sebagai pertanda iya.


"bentar saja, lagian kan cuma jalan - jalan bukan kencan" kilah Hari.


Astri berfikir sebentar sebelum akhirnya dia menyetujuinya.


"baiklah" kata Astri.


Akhirnya mereka berdua berputar - putar keliling kota hingga sore kemudian Hari melajukan motornya hingga sampai di pantai.


"kenapa kita kesini" tanya Astri.


"lihat sunset, mumpung udah sore" jawab Hari.


"ohh gitu" kata Astri.


Mereka berdua duduk bersebelahan menghadap arah laut untuk melihat matahari tenggelam.


"cantik y" kata Astri.


"iya" jawab Hari.


Hari POV


malam sebelum hari ini 5 Mei 2014


Pokoknya besok aku harus bisa ngajak Astri jalan gimanapun caranya.


ehh tapi tunggu, dia kan naik angkot dan aku belum pernah lihat pakai jaket, kalau gitu aku harus siapin jaket dan helm untuk dia.


Author POV


Hari bergegas menuju salah satu mall untuk membeli jaket, setelah selesai memilih - milih yang bikin kepala cenat cenut karena Hari tidak tahu ukuran jaket Astri.


Dia kembali melajukan motornya untuk membeli sebuah helm cewek yang cocok untuk Astri, setelah selesai dia kemudian pulang dan beristirahat dan berharap besok Tuhan melancarkan urusannya.


kembali di hari ini 5 Mei 2014


Aouthor POV


Plak


Aww


"sakit baby" kata Hari


Plak


Aduhhh


"sukanya mukul sihh kamu" kata Hari.


sambil mengelus lengannya yang kena pukul dua kali oleh Astri.


"pertama yang cantik itu sunsetnya jadi jangan lihatnya ke arah aku dan yang kedua aku sudah punya pacar yaitu Bagas jadi jangan seenak jidat kamu manggil aku baby" kata Astri.

__ADS_1


"pertama kamu memang cantik jadi nggak salah dong aku, yang kedua kan baru pacar bukan suami jadi nggak apa - apa juga kalau aku mau perjuangin kamu" Terang Hari.


"sakit pak?" kata Hari.


Dan disambut oleh gelak tawa oleh Hari.


"sakit oleh cinta mu" kata Hari.


"mau obat pak?" seru Astri.


"hahaha" tawa Hari.


"ayok pulang udah Maghrib" kata Astri.


"ayok" kata Hari.


mereka kembali menaiki motornya dan kemudian Hari berhenti disalah satu warung nasi goreng.


"kok kesini, katanya mau pulang?" kata Astri.


"makan dulu, aku lapar" kata Hari.


"ohh iya" kata Astri


Mereka memesan 2 porsi nasi goreng dan 2 gelas es jeruk.


mereka makan dalam mode hening karena nggak ada yang membuka obrolan lebih dahulu.


Saat mereka selesai makan, tiba - tiba ada anak kecil lewat digandeng ibunya untuk makan di sana. Anak tersebut memegang 1 cone ice Cream strawberry.


"mau" kata Astri.


"mau apa?" tanya Hari.


"mau itu" jawab Astri sambil nunjuk anak kecil yang bawa ice Cream tadi.


"mau anak kecil yang menggemaskan itu?, jangan, sekolah dulu yang pinter sampai lulus baru buat anak kecil yang lucu kayak itu" kata Hari sambil menggoda Astri.


Sebenarnya Hari paham dengan apa yang dimaksud oleh Astri, dia hanya ingin menggodanya saja. Karena bagi dia ekspresi Astri sangat menggemaskan.


Bugh


Aaww


"sakit baby" kata Hari.


"aku maunya ice Cream" kata Astri yang sudah mulai terbiasa dengan panggilan yang disematkan oleh Hari untuknya.


"iya, tunggu sini aku belikan, mau ice Cream rasa apa?" tanya Hari.


"ikut, aku mau ice Cream rasa Coklat" jawab Astri.


"nggak usah, bentar saja kok, kamu tunggu sini y" kata Hari.


"nggak, ntar kamu ninggalin aku sendiri disini, bukannya aku nggak mau kamu tinggalin y. Masalahnya aku nggak punya cukup uang buat bayar makanannya dan aku nggak tahu arah pulang ke rumah ku dari sini Haryanto" terang Astri.


"duhhh gemasnya, panggil sayang juga nggak apa - apa kali baby dari pada Haryanto" kata Hari.


Sambil Hari mengusak Pucuk kepala Astri, entah kenapa sudah menjadi hobinya untuk mengusak Pucuk kelapa Astri.


"sebentar saja kok baby, dan aku janji kalau aku nggak bakalan ninggalin kamu, oke?!" jelas Hari.


"hhmm, baiklah tapi jangan lama - lama" kata Astri.


Hari mengangguk sebagai tanda iya mengerti.


Hanya lima menit Hari sudah kembali dengan Satu buah ice Cream coklat di tangannya. Dia menyerahkannya kepada Astri tapi sebelumnya di membukakan bungkus ice Cream tersebut.


"terimakasih" kata Astri.


"sama - sama" jawab Hari.


" kenapa suka ice Cream coklat?" tanya Hari.


"karena ada pahit - pahitnya gitu" kata Hari.


Hari hanya tertawa mendengar jawaban Astri.


"Seperti Ice Cream coklat, dimakan perlahan akan mencair dan tidak enak, dimakan terburu - buru juga bikin sakit tenggorokan, dimakan terlalu banyak jadi pahit dan sakit


Seperti kehidupan, semanis apapun pasti akan ada rasa pahit - pahitnya" kata Astri.


"hhhmm iya aku tahu" kata Hari.


"ayok pulang, ice Cream ku sudah habis" pinta Astri.


"ayok" kata Hari.


Hari melajukan motor maticnya dengan perlahan seakan dia tidak rela bahwa telah habis waktu buat dia jalan - jalan sama Astri. Dan sekarang dia harus mengantar Astri pulang.


Sesampainya didepan rumah, Astri turun dari motornya Hari.


"makasih y buat hari ini" kata Astri.


Sambil melepas helm dan jaketnya untuk dikembalikan kepada Hari.


"sama - sama, dan makasih juga sudah kamu mau aku ajak muter - muter. Untuk helm aku terima tapi untuk jaket buat kamu saja" kata Hari.


"hhmm makasih" kata Astri.


Hari mengangguk sebagai tanda mengiyakan sambil mengusak Pucuk kepala Astri.


"aku pamit pulang dulu y sudah malam" kata Hari.


"iya, hati - hati dijalan, dan ma'af aku nggak nawarin masuk karena ibuku pasti belum pulang sehingga dirumah nggak ada orang" terang Astri.


"iya nggak apa - apa baby, aku ngerti bye - bye" kata Hari.


Hari melaju meninggalkan halaman rumah Astri untuk pulang kerumah.


Astri POV


Haduhhh itu anak sehari sudah berapa kali dia manggil aku baby.


Huh aku takut jadi nyaman dengan panggilannya.


Hari POV

__ADS_1


Yup, akhirnya misi berhasil buat jalan sama Astri.


Makasih Tuhan buat hari yang indah ini bersama my baby girl.


__ADS_2