Takdir ?!

Takdir ?!
Jalan-jalan


__ADS_3

Author POV


Tidak terasa hari sudah masuk ke weekend yang berarti ini adalah hari Minggu saatnya Hari pergi jalan-jalan bersama Astri.


Hari mengawali paginya dengan senyum yang cerah seperti cahaya mentari di pagi hari yang terasa hangat.


Hari melajukan mobilnya menuju rumah Astri, dia sudah berjanji kepada Astri untuk menjemputnya di pagi hari tapi tidak untuk mengajaknya joging melainkan untuk jalan-jalan.


Di rumah Astri dia disambut oleh ibu Astri yang kebetulan juga libur berkerja.


"pagi Tante" sapa Hari.


"pagi nak Hari, wahh pagi-pagi sudah sampai kesini?" sapa Tante Ria.


"iya Tante, Tante libur kerja y hari ini?" kata Hari.


"iya sayang, hari ini kebetulan pabrik libur dan juga kerjaan sampingan Tante juga ikut libur yahh jadi Tante sekarang dirumah saja dehh" terang Tante Ria.


"Tante punya kerjaan sampingan juga y?" tanya Hari.


"masuk dulu nak Hari, iya Tante bantu-bantu bikin kue di tempat catering" kata Tante Ria sambil mempersilahkan Hari untuk duduk di ruang tamu.


Astri masih bersiap-siap dikamarnya untuk acara jalan-jalannya bersama Hari.


"Tante, tujuan kedatangan saya kemari pagi-pagi ke sini sebenarnya saya ingin meminta ijin kepada Tante untuk mengajak Astri jalan-jalan. Dan mungkin akan pulang sedikit malam karena tujuan jalan-jalannya agak sedikit jauh, bolehkan Tante?" tanya Hari sopan.


"memangnya nak Hari mau mengajak Astri kemana?" tanya Tante Ria.


"ke puncak Tante, takutnya jalanan macet dan menyebabkan kita pulang malam, maka dari itu Hari minta ijin duluan jikalau nanti kita pulang kemalaman karena jalannya macet Tante" terang Hari.


"hmm, baiklah. Tapi nak Hari harus janji untuk jagain anak Tante baik-baik dan jangan sampai melukai anak Tante" terang Tante Ria.


"baik Tante, Terimakasih banyak Tante. Hari janji bakal jagain Astri" jawab Hari penuh semangat karena telah mendapatkan ijin dari Ibunya Astri.


"Yasudah kamu tunggu disini Tante panggil Astri dulu" kata Tante Ria.


"baik Tante" jawab Hari penuh senyuman Hangat yang terukir jelas diwajahnya.


Ibunya Astri berjalan kearah kamar Astri untuk memanggil Astri. Sesampainya didepan kamar Astri, Ibunya Astri mengetuk pintu kamarnya untuk memberitahu bahwa Hari telah sampai dan menunggu Astri diruang tamu.


tok tok tok


"iya" jawab Astri.


"Nak Hari sudah sampai sayang, dia ada di ruang tamu" terang Ibunya Astri.


"iya Bu, terimakasih" jawab Astri.


Astri bergegas menyelesaikan dandanannya yang natural namun tetap melihatkan wajah manisnya itu. Setelah selesai Astri segera membuka pintu kamarnya yang berhadapan langsung dengan ruang tamu dan membuat Hari bisa langsung melihat Astri tepat setelah Astri membuka pintu kamarnya.


Sedangkan Ibunya Astri tengah sibuk membuatkan minum untuk Hari sembari menunggu Astri.


"ma'af nunggu lama" sapa Astri malu-malu karena Hari terus menatapnya intens sedari Astri membuka pintu kamarnya.


"nggak apa-apa sayang, seribu tahun lamanya juga aku tetap nungguin kamu kok" kata Hari.


"isshh pagi-pagi udah gombal, malu akh kalau kedengaran sama ibu" kata Astri yang bersemu merah karena perkataan Hari.


Belum sempat Hari berucap Ibunya Astri telah datang dengan segelas teh hangat ditangannya.


"silahkan nak diminum dulu" kata Tante Ria.


"makasih Tante" jawab Hari.


Hari langsung meminumnya dan kemudian berpamitan kepada Ibunya Astri untuk pergi jalan-jalan agar tidak kesiangan.


"Tante kami pamit dulu, dan terimakasih atas ijinnya" kata Hari.


"iya, hati-hati dijalan y kalian" kata Ibunya Astri.


Hari menggandeng tangan Astri menuju mobil yang terparkir cantik di depan gerbang rumah Astri.


"kita naik mobil?" tanya Astri.


"iya sayang perjalanan lumayan jauh jadi biar kamu nyaman kita naik mobil saja" terang Hari.


'hhmm iya" kata Astri.


Hari membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Astri dan mempersilahkannya untuk masuk.


Astri dengan senang hati menerima perlakuan Hari yang memanjakannya.


Mobil Hari melaju meninggalkan rumah Astri untuk menuju ke puncak dimana di sana terdapat villa pribadi milik keluarga Hari yang dulu waktu kecil sering dia kunjungi dengan neneknya.


Tante Ria POV


Anakku sudah besar ternyata, aku kira hari ini aku akan menghabiskan hari liburku dengannya. Ternyata dia malah kencan dengan pacarnya.


Semoga kebahagian selalu menyertai kamu anak ku sayang.


Author POV


Hari melajukan mobilnya dengan santai dan menikmati perjalanan mereka yang masih cukup lama.


"kita mau kemana?" tanya Astri.


"puncak sayang, aku pengen ngasih lihat kamu villa yang dulu sering aku kunjungi dengan nenek aku" terang Hari.


"ohh gitu" jawab Astri


Setelah beberapa lama Hari dan Astri telah sampai di villa keluarga Hari.


Hari turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Astri.


"silahkan sayang" kata Hari.


"terimakasih" ucap Astri.


Hari menggandeng tangan Astri untuk masuk dan melihat-lihat villanya. Tapi sebelum itu mereka disambut oleh mang Ujang yang selama ini menjaga dan merawat villa itu.


"selamat datang den Hari" sapa mang Ujang.


"terimakasih mang" jawab Hari.


"ini den kunci villanya, silahkan masuk. Jika ada apa-apa atau Aden membutuhkan sesuatu panggil saja saya, saya ada di wisma belakang den" terang Mang Ujang.


"baik mang terimakasih" jawab Hari.


Setelah menyerahkan kunci villa mang Ujang segera bergegas meninggalkan Hari dan Astri untuk melanjutkan pekerjaannya dibelakang.


Hari menggandeng Astri untuk memasuki villa tersebut.


"ayok sayang masuk" ajak Hari.


"wahhh villanya besar banget terlihat cantik dan terawat lagi" kata Astri.


"masih cantikan kamu sayang" jawab Hari.

__ADS_1


"isshh apaan sihh" kata Astri.


"disini adalah tempat kenangan aku sama nenek aku, kami sering kesini saat liburan sekolah dulu. Sejak SD aku ikut nenek di Indonesia karena alasannya nemenin nenek yang sendirian setelah ditinggal kakek pergi" terang Hari.


"orang tua kamu?" tanya Astri.


"mereka menetap di Inggris bersama kakak dan adik ku" jawab Hari.


"ohh gitu" jawab Astri.


"kamu adalah orang pertama yang aku ajak kesini sayang sebagai kekasih aku, kalau sahabat aku yang pertama kali kesini adalah Dio" terang Hari.


"hhmm benarkah" kata Astri malu-malu.


"iya sayang" kata Hari sambil mencubit gemas hidung Astri.


Mereka terus berjalan melihat-lihat villa tersebut dan akhirnya sampai di balkon yang merupakan spot kesukaan Hari untuk melihat matahari terbenam.


"disini adalah bagian tempat kesukaan aku saat sore ataupun saat ingin sendirian" terang Hari.


"kenapa sore hari?" tanya Astri.


"dari sini terlihat jelas saat matahari akan terbenam" jawab Hari.


"akh iya sepertinya kamu sangat suka sunset y. Sejak pertama kali kita bertemu kamu selalu ngajak aku ke pantai untuk melihat sunset" kata Astri.


"iya, aku menyukainya karena suasana sunset bisa membuat ku tenang dan warnanya terlihat cantik bagi ku" jawab Hari.


"ohh gitu" jawab Astri.


"sayang" panggil Hari.


"iya" jawab Astri.


"aku tidak bisa menjanjikan apa-apa sama kamu tapi percayalah aku akan selalu berjuang untuk kamu" kata Hari.


Astri hanya mengangguk dan tersenyum kearah Hari.


"mungkin setelah ini hari-hari kita akan sedikit sulit, karena aku merasa bahwa orang tua aku sudah mengetahui tentang hubungan kita" terang Hari.


"hhmm seberapa sulit" tanya Astri.


"aku tidak tahu, tapi yang jelas mereka bukan orang tua biasa yang akan membiarkan anaknya menentukan jalan hidupnya sendiri" terang Hari.


"lalu?" jawab Astri.


"mulai sekarang, kamu harus lebih percaya lagi sama aku jika memang benar kamu mencintai aku. Mulai sekarang kamu harus lebih berani untuk mengatakan segala sesuatunya kepada ku yang terasa tidak seperti biasanya untuk kamu meskipun itu hal kecil" kata Hari.


"misalnya?" tanya Astri.


"semisal jalanan yang kamu lewati yang tadinya ramai kenapa suatu hari menjadi sepi itu kamu harus langsung nelpon aku atau Dio, atau toko buku langganan kamu tiba-tiba tutup atau pindah atau kamu merasa ada yang mengikuti kamu atau sebagainya" terang Hari.


"hhmm kenapa sampai segitunya" kata Astri.


"karena mereka berbeda" jawab Hari.


"baiklah aku akan lakukan itu" jawab Astri.


"ingat kamu harus mengingat nomor aku dan Dio, jadi semisal kamu tidak membawa hp kamu kamu masih bisa menghubungi aku atau Dio menggunakan hp orang lain. Mengerti?" jelas Hari.


"iya sayang, tenanglah aku akan baik-baik saja" kata Astri.


"semoga" jawab Hari yang langsung memeluk Astri erat seakan takut untuk kehilangan Astri.


Astri POV


Sebenarnya seperti apa orang tuanya? kenapa Hari begitu mewanti-wanti ku.


Entahlah aku tidak mengerti, tapi aku berjanji kalau aku akan ikut berjuang bersama kamu Hari.


Author POV


"turun yuk, aku akan kasih lihat pemandangan indah yang lain lagi" ajak Hari.


"masih ada lagi?" tanya Astri.


Hari mengangguk dan menggandeng tangan Astri untuk menuju sebuah air terjun kecil yang berada tidak jauh dari villa tersebut.


Mereka berjalan menapaki jalanan yang masih tanah dan sedikit berbatu.


"masih jauh nggak sayang, aku capek sekali" kata Astri sambil ngos-ngosan.


Hari tersenyum dan mengusak rambut Astri dengan sayang.


"makanya olah raga sayang, baru jalan kayak gini sudah ngos-ngosan apalagi aku ajak kamu mendaki" kata Hari.


"nggak, aku nggak tertarik untuk mendaki, seperti ini saja sudah membuat nafasku terasa mau berhenti apa lagi mendaki bisa-bisa pingsan aku" terang Astri.


Hari tertawa mendengar suara Astri yang benar-benar sudah kelelahan. Hari berjalan kedepan Astri dan kemudian berjongkok.


"kamu ngapain?" tanya Astri.


"naiklah, aku gendong" kata Hari.


"tidak usah makasih, aku masih kuat jalan kok" tolak Astri.


"nggak apa-apa sayang, naiklah" kata Hari.


Akhirnya dengan malu-malu Astri naik ke punggung Hari. Ia memeluk leher Hari erat karena takut jatuh.


Hari menggendong Astri dan berjalan menaiki undakan tanah yang mirip tangga alami menuju air terjun.


Hari sangat menikmati hembusan nafas Astri di ceruk lehernya yang terasa hangat baginya.


Tidak sampai lama mereka akhirnya sampai di tempat air terjun yang dimaksud oleh Hari.


"wahh indah banget" terjang Astri yang masih dalam gendongan Hari.


"iya" jawab Hari.


"aku mau main air" rengek Astri.


"nggak, aku membawa kamu kesini cuma buat lihat keindahannya saja, bukan untuk mengijinkan kamu main airnya" titah Hari.


"yahhh sayang dong kalau cuma lihat saja, udah jauh-jauh kesini dan capek-capek kalau nggak sekalian main airnya" kata Astri.


"nggak ada" kata Hari.


"boleh yah" rengek Astri.


"nggak sayang, aku nggak mau kamu sakit nantinya, kita dari Jakarta yang panas dan kamu mau main air yang dingin disini, nggak ada y sayang" kata Hari.


Astri memajukan bibirnya pertanda ia sedang ngambek. dan Astri minta turun paksa dari gendongan Hari karena merajuk ingin main air.


"jangan dimaju-majuin gitu bibirnya sayang, nanti aku cium lho" goda Hari.


Astri yang mendengar itu seketika langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


"hahahaha, kamu sangat menggemaskan sayang ku" kata Hari.


"bodo" jawab Astri.


"tenang aku nggak akan ngelakuin itu ke kamu jika kamu nggak ngijinin itu. Aku mencintai kamu karena itu aku menghargai kamu, aku mencintai kamu karena itu aku melindungi kamu sayang" terang Hari.


Astri yang mendengar itu langsung memeluk Hari erat.


"makasih sayang" ucap Astri.


Dan Hari hanya mengangguk sebagai tanda iya dalam pelukan Astri.


"ayok turun, kita cari makan siang disekitar sini" ajak Hari.


"gendong" rengek Astri Manja kepada Hari.


Hari tersenyum dan dengan senang hati kembali menggendong Astri untuk menuju villanya kembali dan kemudian mencari makan di daerah sekitar villanya.


Tidak membutuhkan waktu lama akhirnya mereka telah sampai di villa Hari. Mereka memanggil mang Ujang untuk sekalian berpamitan karena setelah makan siang mereka akan kembali ke Jakarta lagi. Dan kemudian mereka menuju mobil Hari untuk mencari makan siang.


Hari melajukan mobilnya menuju sebuah rumah makan yang menyajikan makanan khas Sunda.


Setelah mereka memilih-milih menu yang ingin dipesan mereka menunggu sambil sesekali mengobrol santai.


"apakah kamu masih sering jalan sama Sherly?" tanya Astri.


"tidak, hanya sesekali saat Sherly menggunakan mamanya untuk memanggil ku" jawab Hari.


"ohh gitu" jawab Hari.


"kenapa hhmm? cemburu?" goda Hari.


"ishh nggak lah, aku nggak cemburu hanya kurang suka saja" kata Astri.


"sama saja sayang ku" ucap Hari sambil mengusak rambut Astri.


"hehehehe" Astri hanya terkekeh malu.


Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang, makanan yang mereka pesan telah tersaji semua dihadapan mereka.


Tanpa sungkan keduanya melahap makanan tersebut dengan tenang.


Saat mereka berdua sedang menikmati makan siang mereka, tiba-tiba hp Hari bergetar.


Drrt Drrt Drrt


Hari melihat nama Dio tertera di layar hpnya. Dan dia mengangkat telpon itu dihadapan Astri.


"hallo, ada apa?" kata Hari.


"aku udah dapat informasi yang kamu mau" kata Dio.


"oke, kita bicara dirumah ku saja. Aku sedang bersama Astri sekarang" terang Hari.


"baiklah lanjutkan kencan kamu, aku tunggu dirumah mu" kata Dio.


"hmm" jawab Hari.


Hari menutup telponnya dan melanjutkan makannya.


"ada apa?" tanya Astri.


"nggak ada apa-apa sayang" jawab Hari.


"ohh gitu" kata Astri.


Mereka melanjutkan makan siang mereka dengan lahap dan tenang.


Setelah selesai makan siang Hari mengajak Astri untuk membeli oleh-oleh sebelum kembali ke Jakarta.


Tidak terasa hari mulai petang setelah mereka berputar-putar untuk mencari oleh-oleh buat ibunya Astri.


Hari melajukan mobilnya menuju arah Jakarta agar mereka tidak kemalaman sampai disana.


Sepanjang jalan Astri tertidur karena lelah seharian jalan-jalan bersama Hari.


Hari tersenyum melihat kekasihnya tertidur pulas disebelah kursi kemudinya. Saat Astri tertidur terlihat begitu manis bagi Hari.


Hari mengelus pipi Astri dengan lembut agar siempunya tidak terbangun karena kaget.


"Aku sangat mencintai kamu sayang, aku tidak tahu apa alasannya kenapa. Tetapi yakinlah bahwa aku benar-benar sangat mencintai kamu, jika boleh aku ingin meminta kepada Tuhan untuk di kehidupan ini atau kehidupan selanjutnya atau bahkan selanjutnya lagi aku ingin kamu yang menjadi jodohku" ucap Hari sambil mengecup tangan Astri yang masih tertidur pulas.


Setelah beberapa jam kemudian dengan drama kemacetan khas weekend mereka akhirnya sampai dirumah Astri.


Hari mengelus pipi Astri lembut untuk membangunkannya.


"sayang bangun sudah sampai" kata Hari.


"hhhmm, udah sampai ya?" tanya Astri dengan suara khas orang bangun tidur.


"iya, mau aku gendong atau jalan sendiri?" tanya Hari.


"nggak usah, aku jalan sendiri saja malu kalau dilihat sama ibu nanti" kata Astri.


Setelah Hari mengantar Astri masuk rumah dan menurunkan semua belanjaan yang mereka beli tadi Hari berpamitan kepada Ibunya Astri untuk pulang kerumah karena hari sudah malam.


"Hari pamit pulang y Tante" ucap Hari.


"nggak makan malam dulu disina nak Hari?" kata Tante Ria.


"nggak usah Tante makasih, Hari langsung pamit saja" kata Hari.


"ohh gitu, baiklah hati-hati dijalan dan makasih oleh-olehnya" kata Tante Ria.


"Ibu, Astri antar Hari ke depan dulu y" kata Astri.


"iya sayang" kata Ibunya Astri.


Hari dan Astri berjalan menuju gerbang rumah Astri.


"makasih y untuk hari ini" kata Astri.


"iya sayang, aku juga makasih karena kamu sudah mau nemenin aku seharian" kata Hari.


"sama-sama" kata Astri.


"aku pulang dulu y, malam sayang" kata Hari.


Cup


Cium Hari sekilas di kening Astri.


Blushing


Astri mengangguk malu-malu karena perbuatan Hari barusan.


"kamu masuk rumah gih, aku kan pulang sekarang" titah Hari.

__ADS_1


"iya, kamu hati-hati dijalan y" kata Astri.


Astri berjalan masuk rumahnya dan Hari berjalan masuk ke mobilnya untuk pulang ke rumahnya. Karena disana dia telah ditunggu oleh Dio.


__ADS_2