Takdir ?!

Takdir ?!
Ciuman Pertama


__ADS_3

Author POV


Hari kembali kerumahnya setelah dia menenangkan diri di apartemen milik Dio.


Hari melangkah pasti masuk ke rumahnya karena Hari sangat yakin bahwa kedua orang tuanya pasti telah menunggunya didalam setelah pertemuan mereka dengan Astri.


Hari berhenti di ruang tamu karena dia melihat kedua orang tuanya telah menunggunya disana.


"sudah pulang kamu nak?" sapa Maminya Hari.


"sudah mi" jawab Hari.


"gimana kabar kamu sayang" sapa Papinya Hari.


"langsung saja ke intinya" jawab Hari.


"Hari, yang sopan kamu sama Papi kamu!" titah Mami Hari.


Papi Hari mengangkat tangannya untuk menghentikan ucapan Maminya Hari.


"biarkan saja" kata Papinya Hari.


"sepertinya kamu sudah tahu kalau kami telah menemui gadis itu, dan Papi harap kamu juga paham dan mengerti apa maksud Papi menemuinya" terang Papi Hari.


"aku mengerti, beri aku waktu setidaknya sampai aku lulus. Tapi sebelum itu tolong jangan ganggu Astri, aku janji akan menuruti semua perintah Papi " pinta Hari.


Bugh


Satu tendangan melesat ke bagian perut Hari dengan mulus.


"kamu berani membuat kesepakatan dengan Papi!? Huh?!!" bentak Papi Hari.


"Aargh, aku tidak membuat kesepakatan dengan Papi, tapi aku memohon ke Papi tolong jangan pernah sentuh Astri seujung kuku pun maka aku akan menuruti semua keinginan Papi. Tapi jika Papi menyentuhnya mungkin Papi tidak akan pernah melihat ku lagi" terang Hari sambil mencoba bangkit setelah terkena tendangan Papinya.


"apa kamu pikir ini perdagangan sehingga kamu membuat penawaran dengan ku huh?!" kata Papi Hari.


"tidak Papi, Hari mohon jangan sentuh Astri" pinta Hari.


"baiklah Papi akan tunggu kamu di Inggris setelah kamu lulus SMA, tapi kamu harus pastikan kamu telah berpisah dari gadis itu, paham!" ucap Papi Hari.


"terimakasih, Hari mengerti Papi" kata Hari.


"istirahatlah sayang mami sama papi akan kembali ke Inggris" ucap Lucy Maminya Hari sambil mengelus lengan Hari pelan.

__ADS_1


Hari POV


Aku nggak akan pernah meninggalkan Astri Papi, karena jika itu terjadi maka aku akan meninggalkan dunia ini karena bagi ku Astri adalah nyawaku. Meninggalkannya berarti aku kehilangan nyawaku.


Author POV


Keesokan Paginya Hari menjemput Astri kerumahnya seperti biasanya untuk berangkat ke sekolah bersama.


Sesampainya didepan rumah Astri Hari memarkir motornya dan mengetuk pintu rumah Astri, selang beberapa menit Astri membuka pintunya.


"kok belum siap sayang?" tanya Hari yang sedikit kaget karena Astri masih mengenakan baju tidur dan belum bersiap untuk sekolah.


"pagi, masuk" kata Astri tanpa menjawab pertanyaan Hari.


Hari melangkah masuk mengikuti Astri dan duduk di sofa ruang tamu.


Sedangkan Astri menuju dapur untuk membuat minum.


Setelah selesai membuat minum Astri kembali keruang tamu untuk memberikan minuman kepada Hari dan dia duduk di sofa yang berada dihadapan Hari.


"kok duduknya jauhan sayang?" tanya Hari.


"hhmm, aku hari ini nggak sekolah dulu y, kamu berangkat sendiri nggak apa-apa kan" kata Astri kembali tidak menanggapi pertanyaan Hari.


"sayang, aku tahu apa yang kamu pikirkan sekarang, bahkan aku juga sangat tahu apa yang kamu rasakan sekarang, tapi aku mohon jangan pernah menjauh dari aku" ucap Hari sambil memegang kedua tangan Astri.


"pada akhirnya bukankah kamu yang akan ninggalin aku?!" ucap Astri tanpa melihat Hari.


"ma'af" ucap Hari yang kehilangan kata-kata untuk menenangkan Astri sekarang.


"nggak apa-apa, aku ngerti kok. Dari awal aku yang keras kepala tetap maju meskipun tunangan kamu telah memperingatkan aku dan menjelaskan segala konsekuensinya. Dan menurutku mungkin ini yang terbaik untuk kita". ucap Astri menatap wajah Hari sambil menahan air mata yang sudah tidak bisa ia bendung lagi.


"nggak, aku nggak setuju" kata Hari.


"ini yang terbaik, kita pu___" ucap Astri terpotong.


Cup


Hari mencium Astri tepat di bibirnya. merasa tidak ada penolakan dari Astri Hari melanjutkan kecupannya dibibir Astri dengan sedikit menghisap bibir bawah milik Astri.


Hampir satu menit mereka saling menikmati pagutan bibir mereka dengan debaran jantung yang berasa akan perang.


"aku mohon jangan tinggalin aku" ucap Hari dengan mata sayu dan suara yang lembut.

__ADS_1


"mau sampai kapan?" jawab Astri.


"sampai aku nggak bernafas lagi, sampai aku nggak bisa jagain kamu lagi meskipun dari tempat jauh sekalipun" tutur Hari sambil berlinang air mata.


"jangan seperti itu Hari, kamu harus melanjutkan hidup kamu dengan bahagia" ucap Astri.


"kamulah hidup aku, kamulah nafas aku, dan kamulah kebahagian aku" ucap Hari tegas.


"sayang, jalan kamu masih panjang, semua masih bisa berubah mungkin suatu saat nanti kamu malah akan lebih mencintai Sherly dari pada aku" kata Astri.


"nggak akan pernah, hanya kamu yang akan aku cintai sekarang atau nanti, atau bahkan di kehidupan yang selanjutnya. Aku sangat mencintai kamu Astri bahkan aku rela bertaruh nyawa untuk kamu" ucap Hari.


Astri menghambur kedalam pelukan Hari dan melepaskan semua beban yang ada didalam dadanya


"aku juga sangat mencintai kamu Hari" ucap Astri sambil terisak-isak didalam pelukan Hari.


"jadi?" ucap Hari.


"apanya?" tanya Astri masih betah dalam pelukan Hari.


"berjanjilah tidak akan meminta putus dari aku" ucap Hari.


"iya" ucap Astri semakin membenamkan wajahnya didada Hari.


Hari tersenyum bahagia karena gadis yang ia cintai tersenyum bahagia dalam pelukannya.


"apa kita jalan-jalan saja, karena kurasa kita sudah sangat telat untuk pergi sekolah" kata Hari.


"boleh, lagian aku berniat nggak sekolah hari ini karena kepalaku terlalu pening gara-gara menangis semalaman" jawab Astri.


"ma'af sayang" ucap Hari sambil mengecup kening Astri.


"hhmm, aku mandi dulu baru kita pergi jalan-jalan" ucap Astri.


"iya, aku tunggu disini" ucap Hari.


Astri berdiri dan berjalan menuju kamarnya untuk mandi tetapi sebelum dia benar- benar masuk kedalam kamarnya Astri berbalik dan menatap Hari.


"ada apa hmm?" tanya Hari.


"i--tu tadi c--ciuman pertama aku" kata Astri dengan malu kemudian bergegas masuk kedalam kamarnya.


Hari tersenyum Bahagia karena tanpa Astri tahu bahwa itu juga adalah ciuman pertama Hari.

__ADS_1


__ADS_2