
Wanita yang di balut jilbab syar'i dengan gaun yang terjatuh kelantai dan di hiasi pernak pernik sehingga menampilkan gaya yang elegan tengah tersenyum d depan cermin, membayangkan hubungannya yang bertahun-tahun akhirnya sampai juga ke pelaminan, tanpa ia sadari bundanya tengah tersenyum memandanginya.
"Astagfirullah bunda..., ngagetin aja lhooo" dengan ekspresi terkejut
Bunda sya lagi lagi tersenyum
" Kamu cantik sekali sayang, (tanpa terasa buliran-buliran bening menetes ke pipi bunda)"
"Bunda... (Sya langsung memeluk bundanya)
Syazani Nur Al-birru, ya itulah namanya seorang wanita muslimah yang berwajah cantik dan anggun, hari ini adalah hari pernikahannya dengan seorang lelaki yang sudah sekian lama mereka menjalani sebuah hubungan (pacaran). Reagan Al-damsyah, seorang laki-laki yang berwibawa dan memiliki karakter yang tegas tapi penyayang.
"SAH"
"SAH"
"SAH"
__ADS_1
Tidak terasa butiran air jatuh ke pipi syazani, ia tidak menyangka hubungannya yang sekian lama kini semakin terikat ya dengan pernikahan, ia pun mencium punggung tangan lelaki yang kini telah menyandang status suaminya, begitu juga dengan reagan bahagia itulah satu kata yang mewarnai hatinya saat ni, ia melantunkan doa serta mencium kening syazani dengan perasaan sayang, hati syazani menghangat dan dalam hatinya ia mengaminkan setiap lantunan doa suaminya.
Acara demi acara pun telah usai, para tamu undangan maupun kerabat mempelai telah pulang tinggallah sepasang pengantin yang kini di kamar hotel yang telah di siapkan oleh kedua orang tua mereka.
" Sya.... " sapa reagan
" I iya, ada apa reagan" saat ni malu, salah tingkah itulah yang di rasakan oleh syazani
"Hmm, panggilannya boleh di ganti gak???" sambil tersenyum memandang istrinya yang sedikit pemalu, padahal pacarannya sudah bertahun-tahun ya...
" Mau di panggil apa??? " jawab sya gugup
blusss
tanpa di sadari wajah syazani kini sudah memerah seperti tomat masak. Melihat tingkah syazani reagan ingin sekali tertawa, tapi ia tahan karena ia tidak ingin membuat syazani semakin malu. akhirnya ia putuskan ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
Kini tinggallah syazani duduk di meja rias sendiri sambil membersihkan make up d wajahnya dengan perasaan yang tidak karuan, jangan di tanya kini jantungnya sedari masuk ke kamar sampai saat ni terus deg-degan.
__ADS_1
saat ini ia masih memikirkan panggilan apa yang cocok untuk suaminya, mas tiga hiruf itu mungkin itu tidak terlalu lebay deh, kalau sayang,tiba-tiba ia memikirkan panggilan sayang yang tak ia duga membuat dirinya geli, tanpa ia ketahui sejak tadi sudah ada seseorang yang memperhatikannya dengan rasa penasaran.
"Ehemmm" sapa reagan langsung mendekati istrinya
"Kamu memikirkan apa yang..."
Blusss
Badannya seperti meremang ketika reagan merangkulnya dari belakang.
Ya, ini adalah sentuhan pertama mereka lima tahun mereka berpacaran, tidak pernah melakukan di luar batas hanya sebatas komunikasi yang mereka lakukan setiap hari, reagan begitu menjaga syazani ia tidak ingin menyentuhnya sebelum halal, munafik???
tidak, tapi itulah salah satu prinsip reagan, ia ingat pesan ayahnya, " jangan pernah menyakiti hati wanita, karena kamu juga terlahir dari seorang wanita, dan lelaki yang baik dia tidak akan mengajak wanitanya ke jalan yang tidak benar"
Sebenarnya reagan tidak ingin berpacaran, tapi ada sesuatu yang mendorongnya untuk mengajak syazani berpacaran.
Author : Kenapa harus berpacaran reagan??? kenapa tidak dinikahi aja???
__ADS_1
Reagan : ya gk mungkin la thor... namanya juga baru lulus sma, mau lanjut lagi thor..