
" Mama bareng papamu, tuh lagi ngobrol sama ayah mu di ruang keluarga nak" jawab mama virni
" Kita duduk di rooftop aja ya jeng" ajak bunda lisa sembari berjalan mengarah rooftop rumahnya dan di ikuti oleh anak dan besannya
" Mama, ke mari mau jumpa mas Reagan ya???" Tanya syazani lembut
"Tadinya gitu sayang, tadi malam mama dapat kabar dari suami mu kalau ia akan berangkat tugas malam ini" Ucap mama
"Aduh gimana ni ma, mas Reagannya baru juga berangkat tadi ma"
" Iya tadi mama sempat juga berjumpa dan berhenti sebentar, kebetulan di persimpangan masuk rumah bunda mu sayang, makanya mama langsung saja ke mari, melihat menantu mama, mama rindu lo sama kamu nak, kapan kamu main lagi ke rumah mama???
" Insya allah kalau badan sya sudah enakkan ya ma"
"Iya gak apa-apa yang penting kandunganmu di jaga ya nak"
" Iya ma"
"Sebenarnya ntah kenapa ya mendengar Reagan berangkat tugas ke perbatasan hati ku merasa gak tenang jeng, makanya aku mengajak mas al ke mari, kebetulan mas al juga ada yang mau di bicarakan sama pak biru "Ujar mama virni sembari menyeduh teh yang telah di siapkan oleh bi ijah
__ADS_1
" Sebenarnya pun aku dan mas biru, merasa khawatir juga tapi mau gimana lagi, kita bantu doa saja lah jeng dari sini semoga Reagan segera pulang dalam keadaan sehat" Sambung bunda lisa
" Aaamiiin, iya jeng soalnya perasaanku gak gini kali la pas dia pamit bertugas di kota m"
"Insya allah Reagan akan segera pulang, toh ia bertugas tidak sekali atau dua kali, jadi jeng ndak usah khawatir, dan sya juga banyak berdoa untuk suami mu ya nak" ucap bunda lisa menenangkan
"Iya bunda" jawab syazani patuh
Tidak hanya mama virni saja yang merasa tidak tenang, sebenarnya syazani jauh sebelum suaminya berangkat ia juga merasa tidak tenang, ntah lah apa yang ia rasakan, sangat sulit di tebak, apalagi sampai saat ini belum ada kabar dari sang suami, membuat ia semakin gelisah.
Berbeda jauh dengan kedua pria yang sudah tidak muda lagi usianya kini mereka tengah membahas kejadian kebakaran pabrik milik ayah biru tempo lalu.
"Alhamdulillah sudah baikan besan, Mari duduk besan" ajak ayah biru
Sedangkan mama virni berpamit ikut bunda lisa, untuk menemui menantunya.
" Wah, iya besan terima kasih ya"
" Reagan tadi baru keluar, apa besan sempat berjumpa dengannya?
__ADS_1
" Iya, tadi jumpa di persimpangan masuk kerumah besan"
" Semalam saya dapat kabar dari fikry, orang yang melakukannya sudah dapat, dan saat ni mereka sudah di bawa ke gudang untuk di introgasi"
" Mohon maaf sebelumnya besan, apa besan punya musuh? atau ada orang yang memang tidak suka dengan besan ? tanya papa al
Ayah biru tampak berfikir dan mengingat-ingat siapa orang yang tidak suka dengannya
" Ya saya ingat besan, adik saya pradana, tapi tidak mungkin ia melakukan ini terhadap saya" Jawabnya tegas
" Selain adik besan, ada lagi?"
" Seingat saya.... tidak ada besan"
"Kita tidak bisa menuduh, kita harus mencari bukti yang kuat,( sambil menepuk pundak besannya) ya sudah, jangan terlalu di pikirkan nanti besan drop lagi, itu biar menjadi tugas saya dan anak sulung saya, kita akan tetap menginterogasi suruhannya agar ia cepat membuka mulut"
" Boleh kah saya ikut melihat nya? " tanya ayah biru
" Boleh" sambil tersenyum
__ADS_1