Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Bertemu yana


__ADS_3

" Sya... jutek amet, kenapa? kangen yaaaa sama kanda? "seloroh yana


Ya siang tadi yang menelepon syazani adalah sahabat dekatnya yaitu mahiyana astuti mahendra, biasa di panggil yana, tapi berbeda dengan syazani ia lebih suka memanggilnya dengan sebutan nana, kini mereka tengah nongkrong di tempat favorite mereka yaitu caffe bang bondan, tempat hangout anak muda.


" Iya ni na, dari semalam kali" ujar syazani sembari mengaco minumannya


"Kenapa sya? " tanya yana serius


" Mas Reagan belum ada kabar sampai sekarang" ucap syazani tidak semangat


" ya elah... Bebeb gue lagi galau, sabar dong beb, ia kan lagi tugas negara, belum dapat kabar, mungkin di sana tidak ada jaringan, lo banyakin doa semoga laki lo pulang sehat dan selamat" ujar yana sembari menyesap minumannya.


Syazani diam termenung sembari mengaduk-aduk minumannya, ucapan bunda dan sahabatnya memang benar, tapi, ntah kenapa perasaannya tidak enak sedari jauh sebelum suaminya berangkat tugas, seperti ada sesuatu yang akan terjadi, tapi ia tidak tahu, ditambah sampai saat ini belum ada kabar dari sang suami, membuat ia semakin gelisah.


" jangan diaduk-aduk gitu dong, minumannya, aduuuh kasihannya tuh air, bukannya di minum malah di aduk -aduk " sindir yana


Seketika ia tersadar dari lamunannya.

__ADS_1


" Iya ya... ni gue minum! "


" Gitu lah beb, dari tadi"


" Gue ngajak lo nongkrong sebenarnya gue malas pulang sya"


"Loh kenapa? lo recok lagi sama tante Ira?"


" Iya, nyokap gue nyuruh gue cepat nikah, gue belum siap sya, malah mau dijodohin lagi, macam zaman siti nurbaya aja kan?" kesal yana


Terdengar suara kekehan dari syazani,mendengar celotehan sahabatnya membuat hatinya sedikit terhibur.


" Dengar-dengar si sama ustadz , tapi gue mah ogah sya"


"Loh, kenapa? kan bagus menikah sama ustadz!!"


" Iya bagi lo sya, bagi gue kagak"

__ADS_1


" Lo emang nya kenapa? "


" Gue gak mau di poligami sya, "


Mendengar jawaban sahabatnya, syazani hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, ia tidak menyangka sahabatnya bisa berfikiran jauh tentang seorang ustadz.


" Belum tentu laki lo nikah lagi na, apalagi kalau dia sudah mencintai lo na, percaya deh sama gue"


Begitulah cerita mereka tiada habisnya, hingga waktu menunju pukul lima sore, syazani mengajak yana pulang, namun yang di ajak tidak mau pulang akhirnya dengan malas yana mau pulang namun tidak ke rumah mamanya tapi ke apartemen.


" Huft... nana.. nana, ada-ada aja pemikiran anak itu" bantin syazani sembari tersenyum mengingat ucapan sahabatnya


Kini syazani tengah menyetir mobilnya,sembari mendengar lagu shalawat yang ia putar, sejenak pikirannya tenang, bertepatan di lampu merah, ketika matanya memalingkan ke arah kanan, ia melihat kakak iparnya dan di sebelahnya ada seorang gadis yang lumayan jauh dari usianya.


" Kak fikri sama siapa ya? eehh tunggu... tunggu bukankah wanita itu calon tunangannya kak fikri ya? ucap batin syazani


" Sapa nggak ya... (sambil mengetuk-ngetuk jarinya)"

__ADS_1


Akhirnya ia putuskan untuk menyapa keduanya namun, sayangnya tidak jadi karena lampu sudah berganti ke warna hijau ia pun mendapat klekson dari mobil arah belakangnya, di liriknya arah tadi sudah tidak terlihat mobil kakak iparnya, ia pun menginjak pedal gas dan melaju ke arah rumah.


Sampai di rumah ia melihat benda pipihnya yang baru saja memekik, ia melihat layar benda kesayangannya dengan alis yang menyatu, "siapa?" batinnya


__ADS_2