
Esok harinya seperti biasa, kebiasaan syazani setiap pagi mengeluarkan cairan bening, sehingga badannya terlihat begitu lemas, ia pun mencoba untuk berdiri dengan berpegangan dinding-dinding, untuk menuju kasur.
Suara ketukan pintu pun terdengar, syazani tahu itu pasti bundanya
"Bun pintunya gak di kunci, bunda masuk aja" seru syazani sembari memegang kepalanya yang terasa puyeng
Terlihatlah wanita paruh baya sembari membawakan bubur untuk anak kesayangannya.
Pov bunda lisa
Sejam yang lalu ketika bunda lisa ingin membangunkan syazani untuk melaksanakan salat subuh, namun ia melihat anak nya sudah tidak berdaya di kamar mandi, ia pun mencoba memboyong anak nya ke kasur.
"Ya Allah nak, kok bisa seperti ini??? "
"lemas bun!!! "
Bunda lisa membantu syazani untuk membaringkan tubuh anaknya
" Kamu di sini dulu ya, biar bunda buatkan bubur dan air hangat "
Sepergi bunda lisa, perut syazani sudah mulai enakkan, namun hanya beberapa menit saja setelah itu ia merasa perutnya kembali tidak enak, dengan perlahan-lahan ia menurunkan kakinya dari ranjang dan langsung pergi ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.
__ADS_1
Pov end
" Kamu muntah lagi nak? " tanya bunda sembari meletakkan mapan di atas meja nakas, lalu memboyong anaknya ke kasur.
" Iya bun, kepala sya pun agak puyeng"
" Kamu yang sabar ya, semua wanita hamil juga merasakan hal yang sama, kamu makan dulu buburnya sayang selagi hangat, biar perutnya agak enakan" ujar bunda lisa
" Iya bunda, terima kasih ya bun, sayang deh sama bunda" jawab syazani sembari menerima mapan yang di bawa kan bundanya
Syazani pun memakan bubur bawakan bundanya dengan lahap, tidak terasa mangkuknya terlihat licin dan tidak menyisakan sedikit pun, syazani memang akhir - akhir ini kuat makan, kalau tidak makan lidahnya terasa pahit, makanya ia selalu menyetok camilan.
" Alhamdulillah... " Ucapnya dengan rasa syukur
Mengingat Reagan hati syazani kembali bersedih, sampai saat ini ia belum mendapat kabar dari sang suami.
" Ya sudah jangan di fikirkan, mungkin suami mu lupa, coba nanti di telefon ya, atau bisa jadi tidak ada jaringan, berfikir positif aja ya sayang" ujar bunda lisa sembari mengelus bahu anak nya
" Bunda tinggalin dulu ya sya, kalau ada apa-apa panggil bunda ya sayang" ucap bunda
Syazani hanya mengangguk seperti anak kecil yang baru di marahi, Karena rindu dengan sang suami, ia pun mengambil benda pipihnya di atas nakas, ia mencoba menghubungi suaminya namun, masih sama
__ADS_1
" Panggilan yang anda tuju sedang sibuk, coba hubungi beberapa saat" ucap operator
Ia pun mendesah, lalu menghempas kan benda pipinya di sampingnya, ia pun beranjak dari ranjangnya lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu.
****
"Gimana sudah ada kabar dari Reagan bun? "
"Belum ada yah"
Bunda lisa sedikit heran melihat penampilan suaminya pagi ini menurutnya terlalu rapi.
"ayah mau kemana? kok terlihat rapi? "
"Ayah mau ke gudang bun, menemui suruhan orang yang sudah membakar pabrik kita"
" Ayah yakin, bisa ke sana? "
"Insya allah bun, ayah perginya tidak sendirian tetapi sama pak al"
" Ya sudah hati-hati ya yah, sebelum berangkat sarapan dulu "
__ADS_1
Selesai sarapan ayah biru langsung pamit berangkat menemui pak al lalu mereka berangkat bersama ke gudang tempat penyekapan para musuh.