Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Kepergok mama


__ADS_3

Kini reagan dan syazani tengah selesai melaksanakan kewajibannya yaitu shalat maghrib, ketika syazani melipat sajadahnya reagan menariknya sehingga terjatuhlah keduanya di atas ranjang, syazani yang di atas tubuhnya reagan seakan meremang, ia takut reagan memintanya sementara sebentar lagi waktu makan malam bersama ia khawatir tiba-tiba mama mertuanya datang dan mengajak mereka makan malam bersama, nah ternyata benar dugaannya ketika reagan menginginkannya mama virni datang mengajak mereka untuk makan malam bersama.


Syukurnya pintu kamar tertutup, walaupun begitu keduanya sama-sama gelagapan ketika mendengar suara pintu yang di ketuk dari luar namun, karena tidak ada sahutan dari dalam mama virni membukanya.


" Kalian sedang ngapain? " tanya mama virni penuh selidik


"........" keduanya terdiam syazani memilih menundukkan kepala sedangkan Reagan menggaruk kepalanya yang tidak gatal


Mama virni paham, dengan anak dan menantunya ia sebisa mungkin menyembunyikan senyumannya agar kedua anaknya tidak semakin malu.


"Mama tunggu di meja makan ya" ujar mama seraya membalikkan badannya.


Sepanjang menurunkan tangga, mama virni tidak seperti biasa ia asyik tersenyum, dalam hatinya ia begitu bahagia karena sebentar lagi ia akan menimang cucu, namun hal itu tidak terlepas dari pandangan seorang pria yang berambut putih, yang usianya tidak muda lagi, di ruang keluarga ia melihat senyum indah di wajah sang istri, sehingga menimbulkan banyak pertanyaan di benaknya.

__ADS_1


" Ma, sedari turun dari tangga papa perhatikan mama asyik tersenyum, kenapa?


" Mungkin sebentar lagi kita nimang cucu Pa... "


Ya itu adalah impian mereka sejak dulu ingin menimang cucu, karena usia mereka kini tidak lagi muda, mengingat anak pertamanya yang masih enggan untuk menikah, bahkan perjodohan saja sampai sekarang ini masih di tolak.


Sementara yang di kamar, setelah kepergian mama virni, syazani langsung masuk ke kamar mandi, ia sangat malu atas kejadian konyolnya dan suaminya, ia langsung mencuci mukanya yang sedikit terasa memanas, sudah segeran ia keluar lalu besiap-siap ke bawah, sedangkan Reagan, lelaki itu sejak syazani masuk kamar mandi ia pun langsung besiap-siap.


Syazani pun menyendokkan nasi untuknya dan suaminya, masih dalam mode malu ketika melihat mama virni karena kejadian tadi, dan mode diam, karena sedikit kesal ulah suaminya. Mereka pun makan dengan khidmat, selesai makan reagan dan papa al pergi ke ruang keluarga, sedangkan syazani membantu mama virni memberesi piring-piring dan makanan mereka.


" Sya....," panggil mama virni


syazani karena ia yang di panggil ia pun menoleh ke arah mama virni, mama virni mendekati syazani sembari memegang kedua tangan menantunya itu

__ADS_1


" Kalian sudah ngapain saja? jawab mama virni blak-blakan


Syazani yang dapat pertanyaan seperti itu ia bingung harus menjawab apa, jika ia jujur itu sangat memalukan, pikirnya.


" Mama harap, dia lekas hadir di sini ya sayang (sembari mengusap lembut perut kecil menantunya) kamu tidak kb kan nak??? tanya mama virni lembut


" Tidak ma, sya tidak berani yang gituan"


" Baguslah nak, karena untuk pemula seperti kamu, itu tidak baik untuk rahim mu nak"


" Mama dan papamu dulu kita sama-sama bekerja, dulu kami belum seperti ini, karena mama sibuk bekerja dan papa saat itu juga melarang mama untuk hamil dulu sehingga mama dulu hampir setiap hari mengkonsumsi kb, tiba saatnya kami menginginkan keturunan, namun hasilnya sulit, mama pun di periksa ternyata rahim mama hampir kering, syukurnya masih bisa diobati, mama di anjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi, setiap rutin harus minum susu dan saat itu mama sudah tidak bekerja karena bisnis papamu sudah maju jadi mama di suruh di rumah saja, kamu jangan tersinggung ya, mama tadi bertanya karena mama tidak ingin kejadian mama yang lalu terulang lagi" ujar mama virni


" Iya ma, sya tidak tersinggung ucapan mama kok, malah sya bangga mempunyai ibu mertua seperti mama yang peduli dengan sya, terima kasih ya ma" sambil memeluk mama mertuanya dengan sayang

__ADS_1


__ADS_2