Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Reagan berangkat tugas


__ADS_3

" Yah, reagan ke sini mau pamit sama ayah dan bunda sekaligus reagan mau menitipkan syazani untuk beberapa hari ini, reagan semalam mendapat kabar dari atasan, untuk berangkat malam ini ke perbatasan malaysia-indonesia karena ada masalah keamanan di sana yah" Pamit reagan terhadap ayah mertuanya


Dua minggu yang lalu ayah biru dinyatakan sehat, sehingga ia sudah di perbolehkan untuk pulang, saat ni ia dan istri beserta anak dan menantunya tengah berkumpul di ruang keluarga, sebenarnya ada sesuatu yang berat di hati pria yang usianya tidak muda itu, untuk melepaskan menantunya pergi ke perbatasan, selain jauh, saat ni syazani juga tengah mengandung.


" Berapa lama kamu di sana nak? " tanya ayah


" Biasanya paling lama sekitar lima hari yah, reagan juga sekaligus mohon doanya dari ayah dan bunda" Ucap reagan seraya melirik sang istri tengah bersedih karena akan di tinggal dalam beberapa hari.


" Itu sudah pasti nak, doa kami selalu menyertaimu" ujar ayah biru sembari menepuk pundak menantunya.


"Kamu jangan sedih begini, melihatmu seperti ini, terasa berat untuk mas mau berangkat" Sembari mengelus kepala sang istri yang telah terbalut jilbab


Kedua orang tua syazani paham akan kondisi anak dan menantunya membutuhkan waktu berdua untuk saling menguatkan, tanpa pamit mereka pun pergi dari sana untuk memberi waktu luang kepada anak mereka.


"............." masih sesunggukan


" Mas janji, mas gak akan lama, begitu tugas mas selesai mas akan pulang, kamu jaga calon bayi kita ya!!! jangan banyak beraktivitas, dan jangan sampai kelelahan" sembari menggenggam tangan istrinya, tangan satunya menghapus air mata sang istri


Kini posisi Reagan sudah berubah posisinya kini tengah berjongkok menghadap perut sang istri yang masih rata

__ADS_1


" Sayang.... jangan nakal ya sama bunda, ayah pergi dulu kamu baik-baik ya di sana" sembari mendekatkan bibirnya ke perut istrinya yang masih rata.


" Mas berangkat dulu ya sayang, kalau mau ke rumah utama, telepon saja supir mama, mas sudah bilang langsung ke mama jadi kamu tidak perlu sungkan" sembari mentowel hidung syazani.


" Bun... ayah, Reagan pamit ya, assalamualaikum " sembari tersenyum mengarah istrinya


Seperginya Reagan syazani langsung pamit ke kamar, karena ia merasa kepalanya sedikit pusing, ia pun merebahkan badannya di kasur sembari memainkan benda pipih nya.


Ayang beb @


(Mas nanti kalau sudah sampai kabari aku ya)


My wife 💕


Ayang beb @


(Janji ya.... 😊)


My wife 💕

__ADS_1


( Iya mas janji, gitu la dari tadi senyum, mas pasti sangat merindukanmu yang, i love you)


Ayang beb @


(I love you too 💛)


Suasana hati syazani kini telah berubah, yang tadinya ia merasa sedih namun setelah mendapat balasan pesan dari suaminya membuat suasana hatinya menjadi baik.


Suara ketukan pintu pun terdengar, ia pun membuka pintunya perlahan, melihat siapa yang datang ternyata mama virni datang menghampiri nya bersama bunda lisa.


" Mama ( ia sedikit tercengang melihat sang mama datang menghampirinya) mama datang bersama siapa? tanya syazani sopan sembari celingukan tidak lupa ia menyalim sang mama


Yang di tanya malah tersenyum, melihat menantu kesayangannya begitu kaget melihat kehadirannya


" Bunda kok tidak mengabari sya, kalau mama datang? tanya syazani menatap sayu ke arah bundanya


" Bunda tadi mau mengabari syazani, tapi mama virni ingin langsung menghampiri kamu sayang" Ucap bunda lisa


" Jadi mama ke sini bersama siapa ma?" tanya syazani heran, karena tidak biasanya mama mertuanya datang ke rumah ayah nya.

__ADS_1


__ADS_2