
"Kenapa pak? ada yang salah dengan bu clara?" tanya joni heran
" Tidak Jon, tidak ada yang salah, hanya saja hatiku tidak ada pada dirinya "ucap fikry sembari menghembuskan batasnya dengan berat"
" Hati memang tidak bisa di paksa"gumam Joni pelan tapi masih bisa di dengar oleh fikry, namun Fitry tidak ingin menimpali apa yang di bicarakan oleh joni, karena apa yang di bicarakannya barusan memang benar.
******
"Pa... mama ingin pulang, mama kangen sama anak kita, dan juga sya, seketika raut wajah mama virni menjadi murung jika mengingat menantu kesayangannya " Bagaimana kabarmu nak? maafin mama sya,di saat kamu butuh sandaran mama tidak ada di sampingmu" ucap batin mama virni
Papa al seakan tahu isi hati istrinya ia langsung memeluk tubuh mama virni dari samping, sembari mengelus kepala mama virni dengan begitu sayang.
"Ma, syazani pasti mengerti dengan kondisi mama, sabar sebentar lagi kita akan balik ke jakarta ya, papa juga sudah merindukan semuanya, dan hal yang pertama yang wajib kita datangi adalah makam anak kita, jadi saat ini mama fokus dulu dengan kesehatan mama ya! ucap papa al menyemangati mama virni
Sejak kepergian Reagan anak bungsunya mama virni sering mengalami sakit-sakitan, bahkan sudah di cek di rumah sakit sekitaran jakarta namun belum ada hasil, sehingga papa al berinisiatif membawa mama virni ke singapura untuk mengobati penyakit yang ternyata sudah ada beberapa bulan ini bersarang di tubuh mama virni, namun setelah kepergian reagan mama virni seperti kehilangan semangat dalam dirinya, ia sering melamun, dan pola makannya juga tidak teratur sehingga penyakit yang selama ini ia simpan rapat -rapat harus di ketahui oleh sang suami.
" Ma...." ucap papa al sembari memegang kedua pundak istrinya untuk menghadap ke wajahnya
__ADS_1
" Jangan ada lagi yang harus di tutupi ya dari papa, papa tidak akan sanggup untuk kehilangan mama, jika ada sesuatu yang terjadi katakan pada papa, jangan di simpan sendiri" ucap papa al sendu dengan berharap istrinya mau terbuka dengan segala keluhannya, mama virni yang merasa bersalah tanpa sadar menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Mama virni, tidak dapat membendung kesedihannya kini air yang sejak tadi ingin luruh, harus keluar dengan sendirinya, tanpa di paksa dan tanpa di undang, papa al tersenyum manis melihatnya sembari ibu jarinya ikut menghapus air yang sejak tadi keluar dari pelupuk mata sang istri.
" Maafin aku mas, aku janji akan lebih terbuka lagi" lirih mama virni dengan sedikit menghapus sisa air matanya.
Tangan papa al ikut menyambutnya dengan mengelus rambut istri tercintanya.
" Mau cepat pulang ke jakarta kan? sekarang kita minum obatnya ya? " mama virni menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis.
*****
" Mang, kita singgah dulu ya di depan sana"
" Baik non" ucap mang asep
Mang asep pun memberhentikan roda empat itu tepat di depan toko bunga yang di tunjuk oleh syazani barusan, syazani segera membuka pintu mobilnya dan beranjak mendekati toko bunga tersebut.
__ADS_1
" Mbak saya mau beli bunga campurannya ya!!!, di sini juga ada jual air kah Mbak? "
" Oh Iya Ada mbak, ini mbak" ucap si penjual
" Berapa semuanya Mbak? "
" Seratus ribu mbak"
"oh Iya, terima kasih ya mbak"
Syazani langsung berlalu pergi dengan membawa sebotol air dan sebungkus bunga campuran, ia bergegas masuk ke dalam mobil, dan mobil pun melaju dengan kecepatan sedang, sesampai di pemakaman, ia sedikit melirik mobil di sampingnya seperti nya ia mengenali mobinya
" Tapi di mana orangnya?" pikirnya dalam hati
Ia pun tidak ingin mengambil pusing, ia langkah kan kakinya dengan kecepatan sedang, karena waktu sudah semakin sore tidak ingin pulang terlalu lama, karena kondisinya yang sedang hamil, hampir mendekati makam sang suami,ia pun menghentikan langkahnya, serta menajamkan telinganya.
Deggg serrrrr
__ADS_1