Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Kepulangan jenazah reagan


__ADS_3

Tepat pukul 08.00 wib, jenazah reagan sampai di kediaman keluarga aldamsyah, dengan mobil ambulans yang membawanya dan beberapa pasukan tentara ikut berhadir di peringatan kematian reagan al-damsyah, semua yang ikut menyaksikan jenazah ikut menangis.


Mama virni, ia melihat anak bungsunya yang kini telah terbujur kaku di hadapannya tak kuasa melihatnya ia benamkan wajahnya di dada sang suami sambil menangis, fikry sebagai seorang kakak ia juga ikut terpukul dengan kepergian sang adik, di liatnya wajah sang adik untuk terakhir kalinya, di usapnya kening sang adik dengan lembut, tak kuasa hatinya menahan sesak ia pun beranjak pergi dari kerumunan itu.


Syazani yang kini tengah menatap wajah tampan sang suami, walaupun terlihat begitu pucat namun wajah tampan itu tidak memudar, di tambah dengan senyum nya yang manis.


" Mas, begitu banyak orang yang menyambut kepulanganmu, ku mohon buka lah matamu sayang, aku sekarang di sini, bukankah kamu bilang kamu merindukan aku, aku juga sangat merindukanmu mas, ku mohon buka lah mata mu mas" bisik nya dengan hati yang pilu


" Mas kumohon buka matanya ya, lihat lah perut ku mas sudah mulai membuncit, coba deh kamu sentuh" ucapnya lagi dengan suara menahan tangis.


" Mas... "disentuhnya wajah dan tangan sang suami yang terasa dingin)


Di liatnya wajah bunda dan mama mertuanya

__ADS_1


" Ma... bun... mas Reagan kedinginan, wajahnya terasa begitu dingin"


" Mas sya ambil selimut dulu ya" ucapnya ia seperti orang yang kehilangan akal, melihat ia mulai ingin berdiri, mama virni yang tidak tahan langsung memeluk menantunya.


"Nak, reagan sudah pergi nak, mama mohon, kamu yang ikhlas ya!!! "


Seketika tangisan di ruangan itu pun pecah, orang melayat yang ikut menyaksikan, tidak dapat membendung tangisan mereka, mereka juga ikut menangis, mereka merasa iba melihat syazani yang terpukul setelah kepergian suaminya, ia pun perlahan melepaskan pelukan sang mama, dan memandang wajah Reagan yang terlihat begitu tenang.


Semua orang yang menyaksikan itu merasa khawatir dengan kondisi syazani, ayah biru menyaksikan putrinya kesakitan ia langsung mendekati sang anak, dilihatnya syazani tidak sadarkan diri, ia bergegas mengangkat syazani dan membawakan syazani ke kamar.


Ada sepasang mata yang sejak tadi memandanginya dari kejauhan ia terlihat begitu terpukul, ia tidak bisa terlalu mendekatinya, ingin sekali tubuh ini mengangkatnya dan membawakan ke tempat yang nyaman, namun ia tidak bisa, di rogoh nya kantung celananya di raihnya benda pipih yang sejak tadi terkurung di sakunya.


" Van, cepat ke rumah sekarang, syazani pingsan, lima belas menit kamu harus sampai ke rumah" ucapnya tegas

__ADS_1


ia pun memasuki benda pipinya kembali, lalu pergi mendekati papa nya.


*****


Tempat ini begitu indah, bersih dan sejuk, membuatku betah jika tinggal lama di sini, dari kejauhan aku melihat sosok lelaki yang sangat aku rindukan namun di sampingnya ada sosok anak kecil laki-laki yang tidak aku kenali namun wajahnya begitu mirip dengan mas reagan aku mencoba mendekati keduanya, namun aku merasa perjalananku untuk menghampiri suamiku dan anak kecil itu terasa begitu jauh.


Dari kejauhan lelaki yang sangat aku rindukan itu tersenyum lembut kepadaku, seraya melambaikan tangannya ke arah ku, suamiku seakan memberi pesan kepada ku untuk merawat anak kecil ini, aku pun mengangguk dan anak kecil itu ia lepasin dari genggamannya, ia pun terlihat semakin jauh meninggalkan kami dengan senyuman.


"Mas reagan" jeritku


Seketika ku mendengar ada yang memanggil namaku


"Syazani....."

__ADS_1


__ADS_2