Takdir Cinta Sya

Takdir Cinta Sya
Pov Syazani


__ADS_3

Jantung revan serasa ingin keluar setelah mendapat perintah dari tuannya. Ia pun segera mengerjakan apa yang di suruh oleh tuannya, ada sekitar tiga puluh menit polisi datang dan membawa dua orang pelaku.


****


Di rumah ayah biru, kini syazani tengah uring-uringan, setiap saat melihat benda pipih yang sengaja ia letak dekat dengannya, ketika ia sedang selonjoran di ranjang kesayangannya, terdengar suara pekikan benda yang sejak semalaman menemaninya, ia sempat kegirangan, namun seketika raut wajahnya mendadak redup ketika melihat nama lain di layar benda pipih nya.


Nah, ayoooo para readers tebak siapa yang menelepon syazani!!!


Dengan wajah tidak bersahabat, syazani menuruni beberapa anak tangga, dan hal itu tidak lepas dari pantauan bunda lisa.


"Sya.... "panggil sang bunda


" Sini duduk dekat bunda" ajak bunda lisa

__ADS_1


Syazani dengan patuh duduk di samping sang bunda sembari memainkan benda kesayangannya, melihat sikap syazani yang seperti ini bunda lisa tersenyum lembut pada sang anak.


" Masih belum ada kabar dari suamimu nak?" tanya bunda lisa


"Belum ada bun" ucapnya dengan menggelengkan kepalanya, matanya seakan ingin menangis terlihat sudah ada beberapa air yang tengah terkumpul di pelosok matanya, melihat hal itu bunda lisa mengambil tubuh anaknya dan masuk dalam pelukannya.


" Kamu tu sebagai istri tentara tidak boleh cengeng begini toh nduk!!!, dulu waktu semasa pacaran berapa tahun tak jumpa masih bisa, ini kok malah nangis seperti ini? " hibur bunda lisa


" Jangan seperti ini nak, kasihan janin yang di dalam perutmu sayang, ibu hamil tidak boleh banyak fikiran, dan stres, kamu tu harus sabar, cuma lima hari kok nak, tidak sebulan atau dua bulan, di luar sana ada lagi yang di tinggalkan suaminya kerja berminggu-minggu bahkan berbulan -bulan" ujar sang bunda menasehati


" Kamu jangan khawatir sayang, toh suamimu bertugas tidak sekali atau dua kali, dan dia pasti punya pengalaman dari sebelumnya, doakan saja semoga suamimu di sana sehat, dan cepat pulang dalam keadaan selamat" jawab bunda sembari mengelus pundak putrinya


Mendengar jawaban sang bunda, hati sya sedikit terasa legah, walau belum sepenuhnya.

__ADS_1


Pov syazani


Sejak semalam hingga pagi ini, kulihat benda pipihku tidak ada satu pun pesan ataupun deringan telepon yang masuk dari suamiku. Hati ku sedikit gelisah, " apa dia sudah sampai atau belum ya? " batin ku, hingga hatiku terasa semakin tidak tenang, ku buka al-quran, ku baca ayat demi ayat ku lantunkan, dalam hati ku niatkan " semoga setelah membaca ini hatiku menjadi tenang" ya alhamdulillah seketika hatiku sedikit terasa tenang.


Sejenak ku ambil laptop ku, karena sudah lama aku tidak ke butik, karena kondisiku yang belum stabil, sehingga dalam beberapa hari ni aku selalu bekerja lewat via e-mail. Ya sejak kuliah dulu, aku sudah mulai membuka usaha kecil-kecilan berawal dari toko biasa hingga sekarang bisa menjadi butik, aku melakukan ini bukan berarti ayah dan bunda tidak sanggup untuk membantuku, namun keinginanku yang kuat, memulai usaha dari yang terkecil hingga terbesar tanpa bantuan siapa pun.


Ku tutup laptopku, ku lirik jam di atas nakas, hari semakin siang ku pandangi juga benda pipihku namun tetap sama, hatiku semakin gusar, ku selonjorkan kaki ku sembari melihat album pernikahanku dengan mas Reagan, seketika terdengar pekikan dari benda kesayannganku, dengan semangat ku ambil benda kesayanganku di samping nakas, ku lihat di layar ternyata bukan namanya.


" huft... mengesalkan" batinku


" Halo assalamualaikum " sapa ku


Ayooo, para readers tebak siapa yang menelepon syazani

__ADS_1


Pov end


__ADS_2