
Ya reagan mengajak syazani pacaran karena ia tidak ingin keduluan walaupun ia berfikir kalau jodoh pasti akan bersatu, tapi ia ingin memiliki sya sebagai pendampingnya dan mengikatnya, tapi itu tidak mungkin ia lakukan karena mereka masih ingin melanjutkan studi, cukup dengan gelar pacaran itu sudah membuat hatinya bahagia, walaupun akhirnya mereka bakalan terpisah karena lanjutan studi tapi ia tetap akan menjaga hati dan perasaannya.
gimana tidak berpisah dan jarang jumpa???
Reagan ia lebih memilih melanjutkan studinya di dunia tentara dan sya ia lebih memilih mengambil jurusan desainer, sangat jauh berbeda bertahun-tahun mereka menjalani hubungan dengan ldr-an namun, pada akhirnya jodoh itu memang enggak kemana, qodarullah akhirnya allah menyatukan mereka dengan ikatan suci.
" hmmm, aaaku tadi memikirkan panggilan apa yang cocok untukmu" jawab sya pelan
"lalu,,,,, kamu mau manggil apa untuk ku??? bolehkah aku mendengarkannya?" goda reagan sambil menopang kedua tangan di wajahnya
"m mas Reagan " tersenyum kikuk
tanpa disadari telinga Reagan memerah dan ia sangat menyukai panggilan itu, secara tidak langsung wajahnya mendekati wajah sya, spontan sya terlihat begitu gelagapan, secara ini baru pertama kali wajah mereka sangat berdekatan.
"Sya.... bolehkah???" minta reagan dengan lembut
spontan sya mengangguk, ternyata tubuhnya menginginkannya, ketika wajah reagan mendekati wajah sya, sehingga hampir mengikis jarak di antara mereka, terdengar suara deringan dan itu membuat reagan menjadi kesal.
triririririrng..... ( suara ponsel Reagan)
__ADS_1
" sebentar ya yang... "
" mas aku mau ke kamar mandi"
Reagan pun mengangguk, seraya jalan mengambil benda yang berbunyi tadi.
di kamar mandi sya langsung melihat ke cermin melihat dirinya, yang begitu gugup dan malu menghadapi mantan pacarnya.
" huft... tenang sya, kalian sudah suami istri, kamu halal untuknya" sambil menepuk-nepuk wajahnya
setelah hatinya tenang ia pun langsung pergi berendam untuk melepas penat yang sudah seharian penuh di atas pelaminan yang dulu pernah ia angan-angankan.
hampir satu jam tidak ada tanda-tanda istrinya keluar dari kamar mandi sehingga membuat reagan sedikit khawatir.
"iya sebentar lagi" jawab apa cepat
sebenarnya sya sudah selesai mandi sejak setengah jam yang lalu, namun, karena ada sesuatu yang membuatnya sedikit cemas, gugup, ia lebih memilih berdiam diri d depan pintu kamar mandi, cemas itulah yang dirasakan sya, gimana tidak cemas, ia masih teringat kata-kata temannya tentang malam pertama, ia merasa takut dan belum siap, karena sudah ada suara ketukan pintu dari luar ia pun mau tidak mau harus keluar, dengan menggunakan baju tidur yang bergambar bunga, dan tidak lupa mengenakan jilbab.
Reagan langsung menghampiri sya dengan wajah khawatir
__ADS_1
" sya.... " sapa reagan
" i iya, kenapa mas???"
sambil membawa tubuh sya ke pinggiran ranjang, dan mendudukannya di sana.
" kamu kenapa lama sekali yang??? "
seketika wajah sya menjadi merah jambu, membuat Reagan menjadi gemas melihatnya.
"eemmmm" bingung mau menjawab apa
" kamu belum siap ya??? tidak apa-apa, aku tidak memintanya malam ini kok, sambil memainkan ujung jilbab sya, tapi..... bolehkah aku melihat rambutmu sya???"
sya karena sakin malunya diperlakukan seperti itu oleh suaminya, ia lebih memilih menundukkan kepala, seraya mengangguk artinya mengizinkan suaminya melihat mahkota yang selama ini ia simpan di balik jilbabnya.
dengan perlahan Reagan membuka jilbab sya dengan hati yang entah gimana pastinya dag dig dug derrrr, hanya ia yang tahu kalau kita mahhhhh cuma ikut menyimak saja ya.... hehehehe. setelah terbuka Reagan memandang takjub melihat uraian rambut sang istri dengan begitu indah " Maa Syaa Allah " itulah yang terucap di hatinya.
Tanpa sadar wajah mereka sudah saling mendekat, ingin sekali Reagan merasakan sesuatu yang ada di sana, benda yang
__ADS_1
sejak tadi ingin ia rasakan, semakin dekat semakin dekat
tok.. tok.. tok..